Belanja online bukan hanya soal harga. Respon seller juga penting

Kebiasaan SF sebelum memutuskan belanja barang melalui marketplace adalah melakukan pencarian degan sortir harga terendah, kemudian cari yang reputasi seller bagus atau reviewnya banyak. Seperti pagi ini misalnya.

Dari kemaren googling sampai ga bisa tidur nyari speaker yang bagus buat menggantikan simbada jadul yang mulai turun performanya. Hingga SF memutuskan satu merk yang sesuai budget dan ukurannya pas dengan ruangan. Jelasnya keesokan harinya jelas ga sabar donk pengen segera hunting barangnya. Thonet & Vander Grub dicari diberbagai market place. Seller diPrioritaskan yang menawarkan harga termurah dengan review dari pengguna yang bagus. SF berusaha memastikan ketersediaan barang melalui chat maupun diskusi. 3 seller termurah sangat lambat memberikan respon sampai 1 jam lebih tidak merespon. Ada yang respon tapi reseller itupun harus memastikan ketersediaan barang digudang.

SF lantas perluas pencarian ke lapak selanjutnya yang harganya sedikit lebih mahal. Nah dilapak ini respon langsung terbalas, SF nanya-nanya juga dilayani dengan ramah. Selisih harga lumayan jadi ga signifikan lagi kalau buyer lagi kebelet :Mrgreen: respon selisih beberapa menit saja bisa jadi penentu 🙂  . Seller yang fast respon dan komunikatif jadi kunci transaksi SF kali ini.

Setelah SF deal dan barang sudah dikirim baru dah ada seller yang respon kalau barang ready dan bisa di kirim via ojek online…. Telattt… Salahnya sendiri ga responsif. SF terlanjur beli dari lapak lain.

 

Terlambat merespon atau bahkan mengabaikan pertanyaan konsumen jelas merugikan lapak itu sendiri. Hal ini yang sering ga disadari oleh seller.

Taksi ertiga di Padang dan Semarang… selanjutnya Jakarta. Gimana tanggapan owner ertiga… ?

image
Sumber : kliksumbar.com

Yup jenis mobil admin blog ini bakal makin banyak bersliweran di DKI Jakarta sebagai taksi di 2015. Bagaimana respon SF…?  tentunya bakal merasa diuntungkan… parts makin melimpah dan tersebar keberadaannya… ! 🙂
Namun ternyata respon pemilik ertiga tak semuanya seperti SF…  seperti halnya rekan SF sekantor…” tau gitu  dulu milih mobilio”… katanya… menurutnya keputusan salah satu perusahaan taksi memilih ertiga sebagai taksi bikin ertiga ga terlihat eksklusif lagi…. Continue reading “Taksi ertiga di Padang dan Semarang… selanjutnya Jakarta. Gimana tanggapan owner ertiga… ?”

Orang lain mau tabrakan, malah saya yang ngerem

Kejadian kemaren saat berangkat kerja… tapi beberapa kali SF berlaku seperti ini….
dalam posisi orang ketiga yang lebih bisa melihat lebih jelas dari sudut pandang lain, SF secara reflek merespon saat orang pertama dan kedua akan bersinggungan
SF seakan berada dalam posisi salah satu pihak yang akan terjadi kecelakaan…
image

Continue reading “Orang lain mau tabrakan, malah saya yang ngerem”