retro

All posts tagged retro

W175

Keluarnya W175 bikin SF gundah… model cakep everlasting, terlihat simple N light, ga neko-neko tapi kelihatan berkelas, ergonomi juga terlihat ramah…. itu yang bikin meriang!

keluaran asli pabrikan memang standar dan siapapun bisa punya asal punya duit. Tapi motor keluaran pabrik dari baru punya keunggulan dibanding bangun motor classic bangun sendiri. Motor lolos QC, kualitas terjamin, garansi, parts masih baru yang artinya lebih bebas dari masalah…. bahasa aliennya lebih reliable!

Bundafaiz saat SF sodori gambar motor ini tertarik juga… “asyik ya Pa klo buat jalan jalan sore” katanya…. sempet terbesit keinginan nukar Ninja 250 dengan motor klasik…. tapi tiba-tiba muncul hal yang mengganjal hati… kenapa Opsinya cuma dari kawasaki yang jaringannya 3Snya terbatas, knapa ga ada fuelmeternya, kenapa pabrikan lain LEMOT responnya, padahal dikelas skutic motor jenis retro classic cukup diminati.

Jadi beli? Kagak lah….! Ninja 250 belum ada yang nawar 😆

Ntar aja klo ada opsi yang fitur lebih kumplit bisa dipertimbangkan… lupakan injeksi, speedodigital, lampu led dll… cukup fuel meter saja biar tenang ga kepikiran saat riding agak jauh…. pengalaman punya GL lawas tanpa speedometer dulu (tanpa fuel meter juga donk), karbu sering buntu/masuk air kalau sering-sering pake kran dalam posisi ress pas kehabisan bensin 🙂

Ayo Honda, Yamaha, suzuki… mesin mah pake apa saja mesin Verza boleh, byson okeh, power ga seberapa penting buat motor classic… model cakep dan nyaman saja dah cukup… semoga segera masuk era kebangkitan motor klasik…

Berdasarkan pengamatan SF ada beberapa aliran retro yang beredar di pasaran. Ada murni klasik seperti motor jadoel yang dilahirkan kembali,ada scrambler dengan ban semi offroad gambot, cafe racer yang nunduk abis, cruiser untuk turing, hingga retro modern yang dibekali technologi canggih.

 

Dari berbagai aliran tersebut ada satu aliran yang cukup menarik perhatian SF yakni scrambler. Motor ini didesain agar dapat melaju di segala lintasan baik aspal maupun offroad, dengan tidak mengorbankan kenyamanan. Pabrikan tenar berlombablomba masuk aliran retro scrambler… ducati, triumph, BMW, dll.

Sebenernya SF cukup mengagumi trail namun tangkinya yang kecil bikin motor ini ga bisa diandalkan untuk harian. Seat height yang tinggi tentunya juga bikin kurang nyaman diperkotaan. Nah retro scrambler rata rata seit height ga seberapa tinggi, nyaman, tangki juga ga mungil amat, model jelas everlasting dan bisa dipakai di berbagai kondisi jalan.

Bagaimana dengan bro sekalian?

Angin segar berhembus sekali lagi dari yamaha… sayang bukan disini… majalah youngmachine bocorin planing yamaha untuk mengeluarkan versi retro dari MT25/R25 … 

Renderan MT25 versi retro oleh young machine


Di Indonesia modif retro lagi digandrungi. Owner ninja yang harganya puluhan juta saja rela mengeluarkan tambahan puluhan juta lagi untuk mengcustom ninjanya jadi motor retro. Tiger,scorpio,thunder ga lepas jadi korban mutilasi untuk diretrokan.


Matic retro dah ada scoopy, fino, lets. Di sport ada kawasaki estrela 250 yang sayang harganya nggilani. Lebih mahal dibanding Ninja 250… ini yang bikin heran… motor 1 silinder , dengan parts yang ga sekomplex ninja 250 namun harganya jauh lebih tinggi. Motor retro lebih kuat pada desainnya , gaya minimalis namun cantik dilihat menjadi kekuatannya.

Penekanan ongkos produksi tentunya lebih bisa dilakukan pada motor retro … empat jempol jika ada pabrikan yang merealisasikan. Mari berharap saja  bukan hanya yamaha yang nongolin sport retro… basisnya pakai motor domestik saja biar murah… masalah desain orang Indonesia kreatif kok….

Review fisik sudah SF bahas sebelumnya… cukup memuaskan!
(Baca disini ). Kali ini SF review helm tersebut untuk harian.

image

Dari segi bobot helm ini tergolong biasa/normal… kalau bagi SF yang tiap hari pake snail modular double visor, snail 622 ini ya tergolong ringan :mrgreen: Continue Reading

Seperti yang SF bahas sebelumnya… SF mulai jatuh cinta dengan helm half face. Alasannya helm ini sangat nyaman buat kemacetan dan saat hujan. SF memutuskan untuk nambah koleksi helm karena selama ini pinjem punya bunda.
Sampai di otista SF nemu helm unik… perpaduan retro dan modern… judulnya snail retro 622 … Ada dua pilihan dengan perbedaan pada visor luarnya. Visor pendek dengan coakan bagian hidung dan visor panjang.
SF sendiri pilih versi pendek. Harganya masih dibawah 400rb. Setara dengan merk lokal dengan fitur sama.

image

Continue Reading

mt25 jadi retro modern

Di Indonesia sport retro diwakili oleh estrella 250 keluaran kawasaki. Namun banyak pecinta otomotif kurang puas dengan desainnya yang nanggung, mesin 1 silinder namun berharga mahal. Nah kebetulan nih Yamaha yang sebelumnya bikin ketar-ketir kawasaki lewat kehadiran R25 dan MT25 belum punya sport retro… Kalau seumpama MT-25 di kustom model retro modern ala XSR700 Kustom sepertinya bakal asyik… Apalagi kalau harganya dibawah Estrella.  kumplitttt…. 1 basis mesin untuk berbagai jenis aliran Continue Reading

image

Klo ini modern apa jadul hayu... ?

Bahas motor sport lagi ya…Dulunya knalpot bermodel terompet (cek GL series), terus berlanjut ke knalpot model telo alias tabung, selanjutnya motor modern mulai menyesuaikan desain knalpot… bukan lagi bentuk monoton tabung dengan lubang keluaran ditengah. Namun sekarang dah bermacam bentuk moncongnya bahkan bentuk knalpotnya sendiri ada yang mengotak dan lonjong. Continue Reading

image

Kepuasan modif menurut SF didapat dari hasil garapan sendiri, bukan beli jadi hasil modif / karya orang lain. Meski toh pengerjaan modifnya dilakukan dan dapat masukan dari rumah modif, afdolnya owner sendiri yang menentukan arah modifnya. Sehubungan dengan artikel kemaren mengenai scorpio modif yang dijual 120 jt. Ga ada salahnya jika kita-berandai-andai… jika bangun motor retro /cafe racer seharga itu, basis motor apa yang anda pakai?
Motor classic = mesin classic? Kalau nekad pakai basis motor lawas tentu budgetnya berkurang, kecuali motor lawas berbasis moge loh ya. Contohnya banyak bersliweran dijalanan, kebanyakan yang SF temui berbasis CB. Ga enaknya tentu perawatan mesin lebih menguras tenaga dan biaya… ujung-ujungnya jeroan CB malah diganti GL atau Tiger :mrgreen:

So pilihan mending pakai basis motor modern sekalian, semisal : Tiger (eh tiger masuk kategori modern ga ya :mrgreen: ), Scorpio,Thunder, dll. Tentunya seperti vixion yang berangka deltabox kurang cocok, susah bikin match dengan tema retro 🙂 kecuali saking kreatifnya hingga bikin vixion serasa retro :mrgreen:
Tapi ada 2 basis mesin yang SF demen jika bangun motor retro. Basis motor apa itu? Ninja 250 dan Inazuma 250 ! 🙂  alasannya simple, mesin multi silinder! Jadi model cafe racer/ retro yang disasar bukan lagi kelas capung tapi retro moge.
Nah bodypart yang ga kepakai bisa dijual lagi buat nambah biaya modip 🙂

image

Berandai-andai saja kok.. kenapa harus nanggung 😆 toh kalau beneran ada duit segitu ga bakal dilakukan

image

Terinspirasi tulisan Maz Tri soal tren penurunan market skutik retro nampaknya pabrikan kudu berupaya “lebih” untuk menggenjot penjualannya lagi. Model klasik dipadukan dengan tehnologi terkini sangat bisa mengkatrol market skutik retro. Sebut saja injeksi serta combi brake. Value motor jelas naik… semakin irit,bertenaga serta lebih safety. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan… fungsionalitas! Satu hal yang bikin males pake skutik di Jakarta adalah tangki bensin kecil, bikin lebih sering mampir ke POM bensin yang biasanya antri. Dengan dibekali tangki besar serta bagasi besar tentunya skutik retro lebih menggoda lagi.. nah sudah adakan pabrikan yang akan lakukan langkah ini? 🙂 Apalagi jika misal jok dibikin lebih lega… (mindset breakin’ skutik retro haruskah imut? )

image

Pengemar retro klasik di Indonesia SF rasa masih banyak kok… apalagi masih banyak potensi yang bisa dikembangkan pada skutik retro. Dengan meningkatnya value, SF rasa pangsanya bakal makin luas. Bukan saja ABG gaul yang ingin tampil gaya, rider yang sudah berkeluarga bisa jadi kepincut. 🙂

image

Alasan konsumen roda dua memilih tunggangan beraneka ragam. Ada yang cari kecepatan, aura moge,kenyamanan, irit, keren, murah, fungsional, dll. Ada lagi alasan lain yakni modelnya tak lekang oleh waktu. Dasarnya sih karena desainnya nyontek motor jadul dengan sentuhan modern. Bahasa gaulnya retro classic… seiring waktu kesannya motor ini modelnya ga bosenin. Deretan motor retro classic di Indonesia misalnya : scoopy, fino, vespa LX150ie,S150ie,dan PX150.
Bagaimana jika motor saat ini yang terlihat modern katakanlah tiger, Ninja, vixion,scorpio ,dll apakah nantinya saat sudah ada versi barunya jadi barang basi, ga menarik, ketinggalan jaman, dll? Atau malah jadi collectable item yang banyak diburu kolektor beberapa puluh tahun kedepan?
Coba kita flashback motor generasi CB, CG, C70, dll jaman itu teringat betul ortu SF sangat amat membanggakan tunggangan C70 astranya karena satu-satunya yang punya motor ini dikampungnya. Kesannya gagah ,modern, maskulin… top dah pokoknya :). Nah sekarang jadi motor klasik yang banyak peminatnya.
image

Gambar dari plethukpunyadhani.wordpress.com

Hal yang sama dialami oleh moge klasik yang saat ini diproduksi ulang dengan sentuhan modern. Sebut saja ducati GT 1000, modelnya terinspirasi gt750 tahun 70an yang saat itu jelas motor modern. Atau kawasaki w800 yang terinspirasi W series di tahun 67-75an. image

Coba kita ambil contoh antara spacy dan scoopy , spacy berdesain modern sedangkan scoopy bedesain retro ala motor jadul. Bagaimana nasib motor ini puluhan tahun kedepan? Jelas spacy jadi motor klasik, lah scoopy? Ya superklasik :). Secara harga mungkin juga mahal scoopy , model lebih jadul. Lantas apa sekarang lebih milih scoopy dibanding spacy? Tergantung … motornya mau dipakai atau cuma dikoleksi 🙂 . Suka ya suka saja… ga usah mikir puluhan tahun kedepan palingan juga dijual motornya kalau bosen atau rewel.  :mrgreen: Suka spacy karena fungsional, tangki dan bagasi gedhe monggo…. pilih scoopy karena imut lucu dan klasik monggo. Sukur-sukur motor bisa apik terawat sampe kakek -nenek kan bisa buat warisan buat anak cucu 🙂