Rute Bekasi – Surabaya full toll konsumsi rata-rata ertiga malah boros

Alhamdulillah lebaran kali ini bisa kembali mudik dengan aman dan lancar. Lancar buanget malah. Single driver, rute Bekasi – Surabaya bisa ditempuh dalam 11 jam. Karena inilah SF bikin artikel betapa “borosnya” ertiga keluaran 2013 kalau rutenya full tol. 😅

Sebagai perbandingan pada artikel beberapa tahun lalu ertiga SF bisa mencatatkan konsumsi bensin rata-rata 1:18kmpl jalur Bekasi- Surabaya dengan rute separuh tol dan separuh jalur pantura

Continue reading “Rute Bekasi – Surabaya full toll konsumsi rata-rata ertiga malah boros”

Review Reel OH Pahe Versus Trax 301 , Speknya PHP

Karena kesalahan SF sendiri , kenzi Marine OH pahe yang rutin SF pakai mancing jebol mur pengunci handle reelnya. SF terlalu rapat mengencangkan murnya saat bongkar reel untuk melumasi jeroan reel.Googling di toko online berniat cari sparepart kenzi, malah nemu reel pahe sekelas Kenzi marine tapi rasionya mengejutkan… 7.2:1 judulnya versus trax 301 . Versus juga keluarkan tipe lain dengan fisik yang mirip hanya beda di warna. Ada versus torium yang berpadu warna hitam-merah. Spek yang tertulis juga sama.

Rasio 7.2:1 ini mengatasi kelemahan kenzi marine yang rasionya 4.7:1 . Rasio kecil si kenzi bikin proses reel in baik saat menaikkan ikan ataupun mengganti umpan sangat lama. Kalah sama reel spinning. Emang sih enteng… Tapi gregeten kerek reel ga nyampai-nyampai.SF putuskan beli lewat online versus trax ukuran 301 untuk menggantikan si kenzi marine. Setelah barang sampai , SF merasa familiar dengan reel ini… Fisik 90% sama dengan kenzi marine bedanya magnetic brake kenzi marine tersembunyi cover bodi sebelah kanan, nah si versus ini magnetic brake ada diluar bodi.Kecurigaan SF ada pada klaim rasio yang mencapai 7.2:1 , setelah SF ukur sendiri rasio ga sampai 5:1. Alias 1 putaran handle reel menyebabkan spool berputar tidak sampai 5x… Jauh sama klain versus yang sanggup 7.2 x .

Jiahhh sedikit nyesek rasanya beli reel ini, speknya sama dengan kenzi marine kz300L milik SF sebelumnya. Kehalusan putarannya 11-12 dengan kenzi marine. Biasalah reel overhead stardrag memang harusnya halus putaran handlenya. Tapi kalau dibanding dengan Penn fathom yang sama-sama stardrag ya jauh… ga fair sih… Penn fathom harganya hampir 4 x lipat. :Mrgreen: . Ada sedikit suara gesekan saat knob handle diputar. Saat SF bongkar untuk dilumasi baru ketahuan. Bagian dalam Knop handle tidak memakai bearing namun hanya boss kuningan/tembaga.

Bodi versus trax ini terbuat dari logam, karena itu terasa lebih rigid dan lebih berat dibanding kenzi marine, kapasitas senarnya mirip. SF isi dengan PE 2,5 300meter masih sisa lumayan banyak. Wah untung spesifikasi kapasitas senarnya ga PHP. Kekuatan PE 2,5 duraking genesis pas dengan drag versus trax yang klaimnya sekitar 6kg (klo ini SF percaya karena kenzi marine juga segitu) .Rencananya reel ini akan SF padukan dengan joran maguro emmisary Pe2-3.

SF rasa sudah balance setup perpaduan ini. PE2,5 kekuatan 18kg, drag afdolnya diset 1/3 (6kg) jadi meski drag versus trax ini dimentokin masih aman buat PE. Ikan berontak ga sampai mutusin senar, tapi cuma narik senar kluar spool. Spek joran sendiri sanggup menahan drag 8kg. Pass banget…

Di sekitar Jakarta, Reel ini paling pas dibawa ke selat ( P.Tunda, mundu dan sekitarnya) . Bahkan ke laut selatan (binu) maupun SMR rasanya masih berani. Stel drag mentok 6kg , sambil berdoa ga disamber Pari atau Hiu…. 😅

Untungnya Versus trax ini secara kasat mata kualitasnya lumayan. Bahan cover kanan kiri dari logam bikin terlihat eksklusif. Ga monoton seperti kenzi marine yang full plastik. Ga jiper lah jejer reel lain.

Menurut SF, dengan mencantumkan spesifikasi yang salah, efeknya bikin pamor produsen jatuh. Konsumen yang sadar , bakal trauma dan susah percaya lagi dengan pabrikan tersebut. Dengan mencantumkan spesifikasi apa adanya, SF rasa reel versus ini banyak yang minat kok. Bahan lebih bagus dan Tampilannya lebih keren dari kenzi marine. Harganya juga ga terpaut jauh.

Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik

Mancing itu bisa jadi hobi dan bisa juga rekreasi. Bisa lihat sunset dengan background pulau dengan semilir angin itu sesuatu banget. Apalagi kalau ditemenin musik pilihan. Makin manteb. Sudah ada 3 speaker portable yang pernah SF bawa dalam kegiatan mancing. Boros amatt… !? Tenang bro. 1 speaker gratisan hadiah lomba mancing, dan 1 speaker dari flash sale 50rban. Sayang keduanya KO . Yang pertama error card readernya, sering skip atau restart sendiri . Yang kedua patah bagian konektor chargernya gara2 ketiduran teman. Karena itu SF putuskan beli 1 lagi speaker yang speknya agak mendingan. Budgetnya juga ga tinggi2 amat kok. Cuma 200rb plus dapat cash back 5% di toko online :mrgreen:

Sebelum review speaker yang baru ini, SF bagi tips untuk hunting speaker portabel untuk kegiatan outdoor.

Continue reading “Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik”

Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk

Perkenalan SF dengan respiro terjadi di Desember 2014. Saat itu SF beli jaket respiro windproof tipe Dr. Flow R1.3 . Jaket ini masih SF pakai hingga sekarang. Sayang resleting dah mulai problem. Bagian bawahnya sering lepas , jadi restleting beberapa kali terbuka dari bawah saat berkendara. Maklum dah lebih 4 tahun dipakai.

SF membeli lagi jaket respiro karena puas dengan produk sebelumnya. Kali ini tipe Travelride Thermoline R1. Berharap agar tipikalnya sama dengan milik SF sebelumnya. Setelah barang datang, ada rasa sedikit kecewa karena berbeda dengan ekspektasi SF. Terutama dengan bahan kain bagian dalamnya.

Continue reading “Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk”

Jok Nmax ganti lagi model. Tips untuk memilih jok custom

Sudah beberapa bulan ini jok custom Nmax model turing sobek bagian sambungan. Ini kejadian yang kedua kalinya. Pertama kali sobek, SF jahit ulang ke tukang Jok, sayang kurang rapi. Setelah sobek yang kedua , SF putuskan untuk mengganti total kulit luarnya.

Setelah googling, ketemulah bengkel jok deket rumah. Namanya SJM ( klik webnya disini ). Chating melalui WA pada nomor yang tertera di website , langsung dibalas.

Continue reading “Jok Nmax ganti lagi model. Tips untuk memilih jok custom”

Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama

Mumpung malam minggu, SF riding sore bareng Bunda sekalian cari tempat servis HP. Lah kok ketemu resto steak yang baru buka. Ya wis urusan perut diutamakan. 🙂

Kebetulan SF parkir deket Aerox. Bunda yang biasa cuek , agak lama mengamati Aerox dari dekat. “Kok gedhe ya, kok dulu ga milih ini sih . Keren loh motornya” katanya. Sembari nunggu makanan, SF nanya ke bunda, apanya yang bagus soal Aerox. Sporty jawabnya. Dari belakang malah ga ngira kalau ini motor matic. Gedhe banget.

Continue reading “Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama”

Windshield Nemo Plus Braket Servo buat Nmax biar makin Fungsional

Berawal dari insiden pecahnya windshield Nmax kemaren, SF putuskan ganti windshield. Maunya sih yang tinggi seperti variasi OEM. Jadilah merk Nemo.

Bahan lebih tebal dari yang SF pake sebelumnya. Pembuatan windshield ini bukan dari mika bening yang ditekuk trus dicutting, windshield nemo ini diproses dengan cara dicetak. Terlihat dari adanya sedikit tonjolan di tengah (lambang transparan Nmax), yang sedikit mengganggu kerapian.

Continue reading “Windshield Nemo Plus Braket Servo buat Nmax biar makin Fungsional”

Ganti motor baru malah merasa kurang nyaman

Jangan seperti rekan SF ini yak, ganti motor baru yang ada malah merasa kurang nyaman.

Dia mengeluh tangannya pegel karena motor barunya (Yamaha Mio M3) ternyata lebih ga nyaman dibanding motornya yang lama (yamaha Mio J). Bukan hanya ergonomi, Mio M3 terasa bergetar saat akan melaju/ stop N Go

Awalnya sih gejala tersebut ga terasa begitu mengganggu, maklum cuma dicoba jarak dekat. Begitu STNK keluar baru dah dibuat motor harian. Motor lamanya langsung dijual.

Analisa teman SF ini jok yamaha mio M3 lebih tinggi dibanding Mio J. Akibatnya stang M3 terasa lebih rendah dibanding Mio J . Posisi mengendara jadinya lebih nunduk.

Pendapat SF sih coba di jajal dulu agak lama sembari dinikmati. Nantinya bakal terbiasa kok. Mengenai getaran di motor matic baru itu wajar kok. nmax SF dulu juga awalnya getar. Ini karena permukaan parts yang bergesekan masih kasar. Palingan setelah 2000km km dah berkurang gejala getarnya.

Review Ban SB117 untuk Nmax, Ban Segala Kondisi yang Mantab

Sudah beberapa minggu ini Nmax SF ganti ban belakang. Mengingat rute SF kadang mengharuskan Nmax keluar jalan aspal untuk menghindari kemacetan. SF putuskan ban All Terrain. Pilihan yang ada dipasaran adalah Swallow SB117. Ban Swallow ini sempat SF blacklist, karena dulu saat pasang di tiger tipe Xworm terasa licin saat jalan basah. Ternyata…. SB117 ini performanya melebihi ekspektasi.

Ukuran yang SF pilih adalah 140/70-13. Penampilan sekilas SB117 di Nmax bikin Nmax kelihatan gahar. Motor elegan kok pasang ban semi offroad. Ilang elegannya. hallah…. :Lol . Ketinggian motor/ ground clearance jelas naik dibanding ban standar. Lumayan berguna melahap polisi tidur atau jalan ga rata.

Continue reading “Review Ban SB117 untuk Nmax, Ban Segala Kondisi yang Mantab”

Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue reading “Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang”