Jajal motor bekas yang baru dipinang menggantikan Spin 2007, Mio Soul GT 2012, gimana impresinya?


Beruntung SF mendapatkan motor bekas yang masih sehat . sudah berumur 8 tahun, tapi KM real masih 11.000. Maklum barang simpanan. Cuma dipakai antar anak sekolah dan kepasar.
Baru Jumat malam kemarin dipinang dari tetangga sekomplek , motor dah SF eksploitasi. Sudah SF jajal muter- muter dijalanan kompleks baik sendirian maupun boncengan dengan bunda. Maklum motor baru…
Impresi fisik. Sekilas Mio soul GT dimensinya lebih gedhe dibanding mio series. Ternyata setelah diamati dari dekat sama saja. Tergolong mungil buat SF yang babon ini . sepertinya rangkanya sama dengan mio lainnya. Cuma bodinya saja keliatan lebih berisi. Saat dijejerin dengan suzuki spin rasa2nya mio soul GT terlihat lebih kecil.


Performa mesin. Ini yang bikin SF kaget. SF kira mio soul GT 2012 sudah mengusung mesin 125 cc, ternyata Cuma 113cc. sama sekali ga nyangka. Meski buat boncengan tidak ada gejala tereak- tereak seperti Suzuki spin 125cc yang sudah SF miliki 10 tahun, Mio Soul GT ini lebih rilex SF kendarai bersama bunda. Bejek putaran tengah masih kerasa kenaikan tenaganya. Putaran atas ga sempat SF jajal. Ga penting blas… . Cuma menurut SF kampas kopling terlalu cepat menggigit, gas dikit saja dah nyantol, jadi sedikit kurang mendapatkan moment. Bayangkan seperti motor manual yang terlalu cepat melepas kopling. RPM belum naik, kopling dah nyantol ke penggerak belakang. Jadi kesannya sedikit ada delay buat stop N Go. Tapi wait… ini kalau buat boncengan loh. Buat sendiri ternyata nampol. Cukup responsif. Karakter ini SF rasa bakal menguntungkan di perkotaan. Bikin motor lebih irit. Apalagi sudah injeksi. Kalau mayoritas pemakaiannya buat boncengan Sf sarankan untuk ganti Per CVT yang lebih keras, untuk mengurangi gejala ngeden saat stop n Go. Meski demikian, dalam kondisi standar saja performa Mio Soul GT yang 113 cc lebih baik dibanding Suzuki Spin 2007 yang ccnya 125. Bahkan SF bandingkan dengan Honda beat injeksi milik adik di Surabaya , performa Soul GT ini masih lebih baik. Lebih ga ngeden dibanding beat. Cuma kok sepertinya bakal lebih nampol lagi jika Per CVT dikerasin dikit.

Protein Skimmer Jebo 180-II solusi buat aquarium laut low budget performa lumayan. Tapi kudu di modif ya…

Protein skimmer termasuk vital fungsinya untuk aquarium air laut. Fungsinya untuk mengangkat racun-racun atau mineral berlebih dalam kandungan air laut. Racun  umumnya berasal dari kotoran ikan, ikan /biota mati, sisa makanan, jaringan koral yang mati, atau lendir yang dikeluarkan biota. Umumnya cara kerja protein skimmer adalah mencampur/mengocok udara didalam air. Ada yang menggunakan pompa baling2 yang mengocok udara dan air, ada yang menggunakan aerator yang menghasilkan gelembung sangat halus didalam air. Makin halus gelembung makin efektif mengikat kotoran dalam air. Gelembung yang mengandung kotoran/racun ini yang dikeluarkan ke penampungan skimmer. Jangan heran kalau dipenampungan protein skimmer isinya air berwarna hitam pekat kehijauan… itu dia sari racun yang terangkat.

SF sendiri memakai protein skimmer hangon merk jebo 180-II ,alasannya harga terjangkau dan penempatannya dalam sump filter atau dalam aquarium utama lebih fleksibel karena desain terpisah antara pompa dan bodi skimmer. Yang perlu dimasukkan ke air tidak perlu seluruh bodi skimmer, cukup pompa yang punya dimensi tidak begitu besar.

Berdasarkan diskusi diforum, memang banyak yang kurang merekomendasikan skimmer jebo ini. Namun karena dimensinya pas buat tank SF , tetap saja Saya pake ini.

Benar saja Jebo 180-II memang benar kurang memuaskan dalam kondisi standarnya. Saat setelan udara dibuka penuh permukaan air didalam bodi skimmer terlalu rendah akibatnya gelembung halus yang dihasilkan skimmer tidak mampu dikeluarkan ke penampungan. Agar permukaan airnya naik. Setelan udaranya perlu diperkecil. Ini dia yang bikin skimmer ini kurang optimal…. udara yang dikocok dengan air jadi kurang banyak….

Nah kali ini SF share cara bikin Jebo 180-II lebih optimal fungsinya. Ada 2 cara.

Cara pertama lebih sederhana bisa dikatakan tanpa modal. Gimana cara agar udara yang dicampur dengan air tetap maksimal dan gelembung udara yang mengikat kotoran mampu dikeluarkan ke penampungan? 1. Buka penuh pengaturan udara pada skimmer. 2. Persempit saluran air yang keluar melalui moncong skimmer, kalau SF memakai irisan stereofoam yang disumpal di moncong skimmer tempat air keluar. Atur sedemikian rupa hingga permukaan air dalam bodi skimmer menyentuh corong berbentuk kerucut yang sejajar penampungan skimmer. Kondisi ini Sudah jauh lebih mending dibanding standarnya jebo.

Atur ketinggian permukaan air dengan cara ganjel moncong dengan busa

Cara ke 2 butuh upaya yang lebih greget. Bukan hanya tambahan modal dana, namun juga ketrampilan.

1. Ganti pompa yang kekuatannya lebih besar . Standar jebo 180 pompanya berkekuatan 1200-1300l/h. Ganti ke 1400-1500l/h. SF sendiri memakai Resun SP2500 yang kapasitasnya 1400l/h

2. Ganti baling-baling/kipas menggunakan model Needle Wheel, bentuk kipasnya bergerigi. Ini ada yang jual di toko online.

Ganti baling2 kipas menggunakan needle wheel

Kalau mau lebih hemat pakai cara SF. Beli biobal bergerigi, potong 1 sisinya memakai gerinda atau pisau dipanaskan, jadi hanya tinggal 1 sisi yang bergerigi. Bor bagian tengah dan pasang ke rotor magnet bawaan Resun SP2500. Model kipas yang bergerigi mampu menghasilkan gelembung udara yang jauh lebih halus

3. Ujung pompa masih bisa menggunakan punya jebo 180-II

4. Seperti cara pertama, atur ketinggian air didalam tabung skimmer sampai menyentuh corong , dengan cara mempersempit output / moncong tempat keluarnya air pada skimmer

Cara kedua ini jauh lebih optimal lagi. Gelembung udara hasil kocokan lebih halus, gelembung yang keluar di penampungan lebih dry artinya lebih optimal mengikat kotoran. Air dipenampungan lebih coklat dan pekat.

Intip saja videonya kalau males baca

Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya

Bagasi Nmax sebenernya sudah cukup mumpungi untuk keperluan sehari-hari. Helm, mantel hujan, dll masuk-masuk saja. Beda soal kalau pas mancing. Ada aja keperluan yang harus di bawa.

Karena itu SF putuskan pasang braket box buat Nmax. Pilihan SF jatuh pada braket cetakan karena modelnya cukup simple dan lumayan rapi. Braket ini sepertinya terbuat dari aluminium cor, cukup kokoh. Finishing hitam doff berkontur kasar.

Setelah terpasang niat hati memindahkan base plat dan box givi yang terpasang di tiger ke Nmax. Tapi tertunda, Gara-gara bunda dan anak-anak terbantu oleh braket ini. Saat boncengan berempat cari cemilan di komplek, posisi bunda bisa agak mundur sedikit menduduki braket. Buat iket barang agak gedhean juga cukup bermanfaat.

Tapiiii ada saja kelemahan braket box ini.

Continue reading “Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya”

Lampu Led Custom Aquarium Laut Produk Anak Bangsa, bisa di Setting Sekehendak Hati Pemilik

Biasanya blog ini senengnya yang Pahe-pahe. Tapi kali ini dibikin nyerah dengan lampu pahe untuk aquarium laut. Berawal googling informasi aquarium air laut di youtube, kemudian mampir dibeberapa forum aquarium air laut, jadi sedikit tahu jika aquarium laut membutuhkan spektrum warna yang spesifik.

Isenglah googling di toko online, lah kok lampu led yang dikhususkan aquarium laut harganya mencengangkan!!! Nembus jutaan.

Akhirnya nemu juga custom bikinan anak negeri yang harganya lebih terjangkau. Setelah japrian dengan sellernya, SF makin keracunan. Lah dianya mamerin beberapa foto aquarium yang memakai lampu bikinannya.

Ya wis lah SF putuskan mengalihkan dana mancing buat lampu ini…. 😅 . Beberapa hari setelah pemesanan, barang datang langsung saja dijajal. Dan hasilnya cukup mengejutkan. Beda jauh dengan lampu pahe yang biasa SF pakai.

Lampu led 72watt ini penetrasinya lebih kuat, cahaya ga memendar diperjalanan untuk sampai dasar. Ini yang bikin ga silau, mata jadi ga lelah memandang aquarium berlama-lama. Didasar aquarium terlihat jelas sekali bayangan yang berasal dari ombak yang dihasilkan wave maker dipermukaan air. Rahasianya ternyata dari adanya lensa cembung yang terpasang di lampu led. Pantesan sinarnya fokus. Selain spektrum warna lampu sesuai dengan kebutuhan fotosintesis, lampu ini juga mampu menguatkan warna coral/ikan.

Yang juga bikin SF salut adalah lampu yang berlabel RDA ini, bisa dicustom sekehendak hati. Bisa diatur intensitas cahayanya (dimmer), bisa diatur komposisi warnanya, serta lampu ini juga support animasi. Misalkan perpindahan dari cuaca cerah kemudian berawan, sore menjelang malam, atau subuh menjelang pagi. Kecepatan animasi bisa juga diatur. Pengaturan diatas cukup dilakukan melalui remote control. Jangan kuatir overheat karena lampu led ini sudah dibekali kipas pendingin.

Yang tak kalah unik adalah terdapat 6 tombol yang dapat menyimpan settingan pemilik. Misalkan saja tombol diy1 untuk kondisi malam, diy2 buat pagi, diy3 buat siang bolong, dst sampai dengan tombol diy6. Fitur lainnya adalah lampu led ini juga dilengkapi sinar UV terintegrasi untuk membunuh bakteri/alga.

Awalnya SF isi aquariumnya dengan ikan saja (FO tank) tapi karena spek lampunya yang cocok buat coral, SF coba isi dengan beberapa coral seperti batu hyu, jerukan, polip, otak2, dll.

Sudah hampir sebulan lampu custom ini SF pakai dan alhamdulillah berjalan tanpa kendala. Berbagai macam coral sukses membuka tentakelnya secara maksimal, ini tandanya cahaya dan nutrisi buat coralnya pass.

Semoga saja lampu ini awet, mengingat air laut bersifat sangat korosif.

Klo tertarik dengan lampunya mampir saja ke toko online nama sellernya “rila aquarium” atau tanya2 dulu ke produsennya di 081296108846(Om mario). Ini bukan endorse produk loh ya… artikel dan videonya karena salut dengan kreativitas anak bangsa.

Ini dia video reviewnya…

Terserah mau subscribe, comment atau like… lah di channel youtubenya dah di blokir monetizenya… 😅

Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub

Baik speaker 2.1 maupun Keduanya punya keunggulan masing-masing. Kali ini SF akan membahas komparasi speaker untuk menonton film atau mendengarkan musik dirumah.

SF memakai speaker aktif 2.1 merk Thonet &Vander Grub untuk menemani TV di kamar depan, dikamar belakang SF memakai LG SJ2 Soundbar. Keduanya bertipe speaker aktif (tanpa perlu amplifier). Harga T&V grub separuhnya SJ2. Ga berimbang memang. Tapi punyanya cuma itu. 😁

Continue reading “Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub”

Pertimbangan membeli TV resolusi 4K, Memanjakan Mata atau Pemborosan? Review LG 50UK6300

Pengalaman hunting TV kemaren perlu SF share mungkin saja diantara pembaca ada yang galau upgrade TV dirumah.

Karena keluarga dirumah hobby nonton film, SF putuskan untuk upgrade TV keluarga menjadi yang lebih lega. Incerannya sih 45-50” .

SF sudah biasa hunting lewat online, apalagi pas ada promo. Tinggal klik kata pencarian TV led 50” malah jadi bingung. Buanyak pilihannya. 🤦🏻‍♂️

1 hal penting yang mengganjal hati adalah menentukan tingkat resolusi TV. cukup full HD (1080P) seperti TV sebelumnya tapi ukurannya lebih lega atau sekalian yang 4K? memilihnya bukan hal yang mudah, terutama karena harganya terpaut lumayan sekitar 1-1,5jt untuk ukuran yang sama.

Awalnya SF begitu yakin akan memilih TV led 50 inchi dengan resolusi Full HD. Pertimbangannya buat apa beli yang 4K jika kurang terpakai maksimal. Aplikasi streaming langganan SF maksimal resolusinya Full HD (1080P)!!! SF juga ga punya Blueray player . kalaupun ada mahal dan susah cari disk blueray film dengan resolusi 4K. Pernah iseng cari link download film 4K ukuran filenya menakutkan. Puluhan GigaByte!!!

Hampir saja SF meniatkan eksekusi TV full HD, Sampai akhirnya SF masuk ke channel Youtube langganan SF. Rata- rata channel music dan mancing. SF cek resolusi maksimal yang disediakan channel youtube tersebut dan ternyata beberapa channel menyediakan resolusi maksimal 4K. Sepertinya kedepannya bakal menjamur channel- channel youtube 4K. Mantab hati SF putuskan ambil yang 4 K.

Pilihan layak yang paling rendah ada di Samsung seri 7090 tapi SF cancel gara- gara ga support Bluetooth, HDMI Cuma 2 dan colokan audio out Cuma Optical. SF tetapkan dulu nih syaratnya selain resolusi 4K. harus smart TV (minimal bisa youtube dan browsing), colokan HDMI 3 (buat PS, TV box, PC), dolby surround dan Bluetooth! Akhirnya dengan nambah budget sedikit SF dapat merk LG tipenya 50UK6300. Nah sekalian nih SF reviewnya.

Fitur yang SF cari hampir semua ada di LG ini. Kecuali ada 1 yang kurang sreg. Tidak ada saluran keluaran audio analog out. Mungkin karena audionya sudah menganut dolby surround jadinya saluran audio outnya harus mendukung. Karena itu disematkan koneksi optical dan Bluetooth.

Ya wis lah sekalian SF update speakernya , Soundbar LG SJ2 SF pinang dengan dipotong cashback pembelian TV (soundbarnya ntar belakangan reviewya). Speaker ini semerk dengan TVnya dan juga support dolby surround.

Saatnya menghidupkan TV untuk pertama kali….

Mata yang biasa dimanjakan oleh TV Full HD 40”kali ini dimanjakan oleh TV 4K 50”. Langsung saja SF masuk youtube cari kata kunci dolby atmos 4K!!! Tertegun SF dibuatnya. Cukup jauh bedanya dengan TV sony bravia full HD yang sebelumnya SF miliki. Resolusi 4K plus software HDR terbaru bikin gambar terlihat sangat tajam tapi ga bikin mata capek melihatnya. Saat SF coba nonton film dengan aplikasi bawaan LG… ternyata berbayar. sayangnya lagi system aplikasinya bukan android tapi berbasis ithink milik LG sendiri. Untung bisa streaming langsung dari browser buat nonton film dan sudah ada aplikasi youtube. Akhirnya SF putuskan pasang android Tv box dari TV lama. SF streaming film dari aplikasi LK21 dan Nob21 yang lebih bening dibanding streaming langsung dari browser.

SF tonton film- film lama yang berformat blueray/ full HD. Seperti avenger, transformer, Xmen, dll (semalaman ga tidur nonton bioskop mini 😛 ) Gambar terlihat sangat tajam, adegan kejar-kejaran di keramaian ga meninggalkan ekor bayangan. Apik tenan. Saking tajamnya sampai pigmen kulit sang actor juga makin terlihat. Tau sendiri orang bule kulitnya gimana , detail gambar makin terlihat. Melihat robot transformer saat di zoom out jadi kaya mainan robot-robotan, perubahan mimik actor sangat terlihat. Seakan berhadapan langsung didunia nyata.

Updating dari TV full HD dengan TV 4K ternyata bukan hanya masalah resolusi. Teknologi pengolah grafik yang dibawa juga beda jaman, sama- sama format 1080p tapi saat di mainkan di TV 4K akan terasa lebih Hidup.

Jadi TV 4K SF sarankan bagi penghobi nonton film yang bukan hanya menikmati alur cerita tapi benar-benar yang ingin memanjakan mata, tentu yang mempunyai dana lebih. Syaratnya koneksi internet kudu stabil dan kencang. Maklum video 4k BPSnya gedhe.

Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka

Ada alasan kenapa SF sebelumnya membeli jam pintar Xiaomi amazfit Pace. Sepintar apapun dia tetaplah sebuah jam. Harus setiap saat menampilkan waktu. Karena itulah SF memilih amazfit Pace. Dengan layar always on yang layarnya tetap cerah meski dibawah sinar matahari, baterai Pace sanggup bertahan 3-4 hari.

Kali ini SF memutuskan meminang Samsung Gear S3 frontier benar-benar tanpa pertimbangan matang. Ada jam pintar bekas mulus seperti baru yang * Tampilan Fisik\nJamnya terlihat Oke… Macho sekaligus eksklusif . Buat resmi maupun outdoor masih cocok. Yang paling tidak SF sukai adalah tali/ strap terlihat seperti karet murahan. Jauh lebih apik bawaan amazfit Pace yang warnanya lebih bagus dan bahannya lebih lembut. S3 ini punya behel yang dapat diputar. Bukan cuma hiasan, behel ini berfungsi sebagai tombol geser. Layarnya tenggelam terlindungi oleh bodi jam. Ga seperti amazfit pace yang rentan sekali kena gesekan. Tombol di samping kanan ada 2 , home dan back. Ketebalannya mirip seperti Gshock. Strapnya terkunci dengan sistem quick release, tinggal geser tuas kecil pengunci strap untuk gonta ganti tali. Ukurannya persis punya Xiaomi Amazfit Pace 22mm. S3 SF sendiri langsung pakai strap logam agar cepat pasang-lepas saat wudhu. harganya sepertiga jam baru. Sikatttt!!!

Mari direview

* Tampilan Fisik

Langsung ganti pakai strap logam

Continue reading “Review Samsung Gear S3 penuh Suka dan Duka”

Pengalaman offroad bersama Land Rover

Kapan lagi jajal medan Offroad gratisan… 😊 pengalaman ini berlangsung tepat seminggu lalu, sehabis upacara bendera 17 Agustus di bogor sekalian acara outbond bersama teman-teman kantor. Agenda utamanya setelah Upacara dilanjutkan team building dan offroad. Ada sekitar 15 mobil yang di sewa kantor semuanya tipe land rover. 1 mobil diisi 6-7 penumpang.

Continue reading “Pengalaman offroad bersama Land Rover”

Review Pompa Angin Listrik Digital Otomatis. Bisa diandalkan untuk kebutuhan kendaraan dirumah

Soal tekanan Ban SF memang lebih disiplin. Kurangnya tekanan angin bikin motor oleng, boros dan mengurangi performa

Sebulan bisa 2 kali SF sempatkan cek tekanan angin motor harian. Begitupula saat mau cari keringat bersepeda keliling perumahan, kurangnya tekanan angin bikin sepeda berat dikayuh. Tak lupa saat mau keluar kota, tekanan ban mobil selalu SF cek demi keamanan.

SF sempat beli pompa portabel agar mudah dibawa kemana-mana, ternyata malah kurang bisa diandalkan, bikin capek saat dipakai. Akhirnya SF putuskan beli pompa angin listrik portabel.

Continue reading “Review Pompa Angin Listrik Digital Otomatis. Bisa diandalkan untuk kebutuhan kendaraan dirumah”

Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax

Artikel ini kelanjutan dari artikel Sebelumnya mengenai review knalpot aftermarket Rob1 untuk Nmax. Jika sebelumnya bahas dari sisi performa (artikelnya silahkan klik Disini ) , kali ini SF bahas perihal suaranya. Tentunya penasaran kan dengan suara anti tilang yang diklaim oleh produsen.

Seperti yang saya tulis diartikel sebelumnya, alasan penggantian knalpot standar adalah karena adanya penyok dileher knalpot, yang mempengaruhi performa motor.

Usia motor yang 4 tahun juga bikin kondisi leher knalpot berkarat parah. Alih-alih ganti leher knalpot, SF putuskan ganti sekalian saja fullset. Setelah berkonsultasi dengan grup Nmax di FB, suara Rob1 silent series yang paling adem alias volume yang paling rendah. Video yang SF lihat di youtube, si pembuat video juga mengklaim knalpot ini anti tilang (ada video pengukuran volume knalpot dengan dbmeter). Karena itulah SF beli knalpot Rob1 ini.

Diartikel sebelumnya yang saya share di FB juga ada pertanyaan dari sobat SF, ” apa benar-benar silent?” Ini yang akan SF bahas.

“Tidak Juga”

Continue reading “Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax”