review

All posts tagged review

brica bpro alpha edition Mark II

Borosnya Memory yang di konsumsi Brica Bpro Alpha Edition Mark II 4K ini SF rasakan sekitar sebulan lalu saat SF pakai mancing ke Kepulauan seribu. Memory 16 Gb amblas setelah merekam sekitar kurang lebih 1 jam aktivitas memancing.

Bpro ini sudah SF beli sekitar 2 bulan lalu. Hari ini niatnya dijajal di Nmax. Tapi ada sedikit insiden… braket patah, gara-gara SF adjust posisi kamera tanpa kendorkan bautnya. Ya sudahlah…

Sampai kantor SF langsung adakan pengujian berapa sih memory yang dibutuhkan oleh action cam ini saat merekam dengan berbagai  settingan. Mumpung belum masuk jam kerja….

Mulai….!

Continue Reading

Hati- hati gan jika pasang Spion R25 ke Nmax dengan cara melubangi bodi. Nmax SF sudah sekitar 2 tahun memasangnya. Nah beberapa waktu lalu timbul masalah berupa keluar bunyi getaran saat melewati jalan keriting.

Spion R25 plus dudukan untuk Nmax

Sempat SF pusing dibuatnya… cek dudukan plat nomor aman ga goyang, dudukan windshield rapat, spion juga kokoh. Akhirnya SF coba buka bodi Nmax bagian depan. Baru deh ketahuan masalahnya. Continue Reading

Maxtron wireless bluetooth

Awalnya SF punya sebiji headset murmer keluaran maxtron entah apa tipenya… dah lama banget belinya…  Headset ini punya suara yang lumayan enak , tapi jelas ga bisa dibandingkan dengan headset ternama.

Bagi telinga SF yang ga seberapa bawel cukup bisa diandalkan untuk memutar segala jenis lagu. Yang SF suka adalah baterainya yang cukup awet. Sekali isi full bisa dipakai seharian di kantor. Sayang colokan USBnya masih model lama dengan lubang yang agak besar dibanding model sekarang. Jadi kudu nyiapkan kabel charger khusus. Kelebihan lainnya yakni tombol kontrol yang komplit :volume up/down, play/pause yang sekaligus tombol power dan pairing(jika ditahan),ff,rwd,back,next.

Continue Reading

Spinning vs overhead reelA

Salah satu alat mancing yang kembali mendapat tempat dihati para pemancing dilaut adalah Overhead Reel paling tidak ini yang terjadi di komunitas yg SF ikuti… Reel ini beda dengan spinning reel yang umum dipakai pemancing disini. Reel overhead posisinya diatas joran , sehingga Jorannya pun perlu khusus, ada pelatuk dibagian bawah reel yang berfungsi agar joran dan reel tertahan oleh jari tangan saat melempar umpan atau sedang fight dengan ikan  .  Kita sebut saja reel dan joran Overhead sebagai OH tackle. Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh OH Tackle :

1. OH tackle lebih ringan dibanding spinning tackle. Sehingga tidak menguras stamina untuk seharian mancing di laut

2. OH tackle lebih stabil, tidak goyang saat reel in jika penggunaannya benar. Telapak tangan angler cenderung mendekap reel dengan bagian bawah (jari tangan) tertahan pada pelatuk. Kalau spinning tackle , telapak tangan menggenggam rod/joran.

3. OH reel menawarkan kepraktisan saat menurunkan umpan atau melepaskan umpan. Cukup menekan tombol untuk nge loose kan spool, dan putar handle untuk membuat spool terkunci siap di reel in. Kalau spinning perlu usaha untuk membuka dan menutup bail arm (kawat rotor)

4.  Benang pancing pada overhead terdapat didalam reel, sedikit melindungi senar dan membuat senar tidak mudah kusut jika settingannya bener.

5. Overhead tackle lebih sensitif mendeteksi gigitan ikan. Karena senar langsung terhubung pada spool

6. Drag/rem saat melawan ikan besar dapat dibantu oleh jempol yang menekan spool dengan tangan satunya tetap standby untuk menggulung senar.

 

Kelemahan utama adalah settingan kudu presisi, harga dan ketersediaan OH tackle.

Sebagai perbandingan harga SF punya reel badak yang jadi primadona angker disini… Ryobi  Applause 8000, harga sekarang sekitar 900rb. Sedangkan Reel OH dengan merk dibawahnya Ryobi dengan kekuatan dan kapasitas setara dihargai sekitar 2jt ! Coba cek saja judulnya reel maguro Emmisary

Tapi bukan SF namanya kalau ga punya alternatif yang lebih murah. Googling sana sini, masuk toko online masukkan kata kunci dan sort harga terendah 😆 ketemu merk kenzi… harganya cuma 500 rban. Judule marine 300L.. konon reel ini asalnya Cina yang diimpor pengusaha Surabaya dan diberi merk Kenzi. Kebetulan sebelumnya SF dah pernah pakai merk kenzi untuk jorannya dan ternyata cukup lumayan kualitasnya…

 

Kapasitas senar PE 3/4 (sekitar 25-30kg) bisa muat 250 meter, drag/ rem memang ga seberapa besar sekitar 6-7 kg , tapi bisa dibantu rem jempol untuk menahan larinya ikan… 10 kg jadi tuh. Keunggulannya utamanya berat cuma 280 gr atau setengahnya berat reel spinning Ryobi Applause 8000 milik SF. Rasio 1:4.7 artinya sekali memutar handle reel, senar terlilit 4.7 kali pada spoolnya. Rasio ini termasuk sapu jagad… masih oke untuk jigging, ringan untuk dasaran, dan konon bisa juga untuk trolling. Mancing terakhir ke P.Mundu kemaren pas arus kenceng, pemberat J20 (sekitar 600gr) masih bisa anteng di gulung oleh Overhead reel. Sementara rekan SF yang pakai ryobi Applause 8000 kewalahan dan kudu memompa joran. Pasangan reel marine 300L ini adalah Joran Maguro Emmisary PE2-3.

Reel Kenzi marine 300L reel plus joran maguro emmisary pe2-3

Kenapa ga pake joran yang agak murah…?kapok saya… ring joran non fuji lebih manja… kudu di bersihkan teliti selepas mancing dilaut, kekuatan ring keramiknya nya juga diragukan. Eh lupa satu lagi reel ini juga didesain untuk casting ! Ada setelan leverwind untuk pengaturan saat cast.

Overall SF sekarang jadi memfavoritkan set tackle Overhead ini menggantikan tackle sebelumnya. Alasan utamanya ringan , ga bikin pegel, dan lifting power mumpungi

 

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue Reading

Seminggu sebelum lebaran SF servis Nmax karena indikator V belt sudah menyala. ( baca selengkapnya disini ) , Nmax sempat dipakai kerja 3 harian , sebelum ditinggal mudik selama 2 minggu.

Hari kamis kemarin , Nmax kembali dipakai kerja. 5 km pertama ga ada masalah. Namun tiba- tiba Nmax mati mendadak saat tutup grip gas, di stater Nmax kembali menyala… namun tidak lama kemudian saat lampu merah Nmax kembali koit. Kejadian ini berulang kali terjadi saat grip gas ditutup…. untuk itu SF sengaja sedikit gantung gas di jalanan merambat…. tersiksa sekali. Tangan pegel menahan rem , sembari menyeimbangkan motor.

Seperti biasa tiap pagi sebelum sampai kantor , SF mampir sarapan di jalan. Sekalian SF ngaso  dulu karena disiksa Nmax yang lagi rewel. Abis sarapan lah kok Nmax normal lagi…. SF standar tengah, hidupkan motor dan di gas-gas mentok kemudian di stasionerkan , lah kok normal… tapi itu cuma sementara… beberapa menit kemudian SF kena perlintasan kereta. Kumat lagi dah… si Nmax Ngambegggg!!! Mesin mati… SF coba hidupkan Motor, memang bisa kembali nyala tapi ya gitu…. beberapa detik kemudian, mati lagi… 🙁

Sampai kantor SF langsung disibukkan acara seharian penuh jadi ga sempat ngurusi motor. Saat pulang kerja…. motor tetep ngambeg sepanjang jalan… sampai sampai SF sengaja gantung gas sambil ngerem saat jalanan merambat.

Nmax terpaksa nginep di bengkel resmi

Sampai Harapan Indah, bengkel resmi dah hampir ditutup oleh owner bengkel. Untung ownernya baik hati , dan masih menerima siNmax. Awalnya Beliau berusaha mencari penyakit Nmax dengan cara di geber-geber sambil di standar tengah namun tetep masih penuh dugaan yang jadi penyebb matinya Nmax. Terpaksa malam itu Nmax diinapkan ke bengkel.

Adakah pemilik Nmax yang mengalami hal yang sama …..

Beberapa dugaan penyebab masalah Nmax gampang mati :

1. Bensin tercampur air

2. Pemasangan alarm bermasalah

3. Settingan Nmax waktu servis terakhir bermasalah , pasca settingan CO+8 terakhir  nmax memang terasa lebih bergetar saat stasioner

4. Injector tersumbat

5. Perkabelan bermasalah (soket2 kendor)

Apapun itu …. SF sama sekali buta soal motor injeksi jadinya pasrah…. manut sama bengkel resmi yang punya diagnostic tools.

Klo tiger ngambek masih bisa otak atik cari masalahnya, klo Nmax … nyerah dah

 

Belajar dari pengalaman ga perlu dari kejadian yang dialami sendiri. Kejadian yang dialami adik bisa jadi pelajaran berharga. Beberapa hari lalu , karena teledor lupa mengunci pagar, Vario 125 milik adik hampir saja raib. Untung saja Adik ipar memergoki maling yang akan beraksi. Maling ini posisinya sudah memegang setir Vario, dan akan menjebol kunci Vario. Saat itu Adik ipar membuka pintu akan berangkat tarawih … karena terpaku melihat pemandangan itu , Adik Ipar gelagapan dan cuma membentak ” Hei….Hei….!!!” Untung si Maling ga mengeluarkan senjata dan langsung lari menuju temennya yang sudah menunggu di luar pagar.
Kebetulan Minggu kmaren SF servis si Nmax ke bengkel resmi . Padahal biasanya muales ke Beres karena antrinya ga jelas. Ini saja SF dateng jam 8 motor baru ditangani jam 10 dan selesai hampir jam 13.00. Saat menunggu itu SF iseng melihat etalase parts variasi resmi Yamaha. Lah kok pandangan mata langsung tertuju pada tumpukan kotak di pojokan etalasi bertuliskan ” Imax DIGITAL SMART KEY” keluaran BRT.
Iseng tanya ke senior mekanik. Apakah bisa parts ini dipasang pada Nmax? “Sangat bisa katanya… bahkan versi yang dipajang ini khusus untuk Nmax. ” Karena parts ini resmi dijual bengkel resmi yamaha, maka keamanannya pun terjamin. Ga pake acara potong dan sambung kabel… cuma colok sana sini untuk memfungsikan alat ini. harganya 350.000 sudah termasuk ongkos pasang. ya wis dah SF putuskan mengaplikasikannya pada Nmax .
Prinsipnya mirip seperti immobilizer pada mobil. Agar mesin mau nyala, koin pemancar signal kudu dibaca oleh sensor saat motor akan distater. Cukup menarik… ga perlu kuatir motor di gondol maling…

Continue Reading

Nmax servis ke bengkel resmi

Nmax sowan ke bengkel resmi

*

Servis Mendekati 25 ribu KM performa Nmax memang terasa sedikit menurun. sudah kepikiran servis 25rb saat ganti V belt sekalian saja upgrade performa Nmax agar entengan dikit.

Ini dia detail upgrade saat servis Nmax:

  1. Roller Mio M3 (12 Gram turun 1 gram dari bawaan Nmax)
  2. Per Vario 150 (Per lebih panjang 4,8cm dan lebih keras)
  3. Filter Aftermarket Ferrox
  4. Setting CO+8

Paket Upgrade Nmax, Roller Mio M3 12 gr, CVT Vario 150, Ferrox

Gimana impresinya?

Continue Reading

Pulang kerja Jumat kmaren ada yang aneh dari penampakan Speedometer Nmax. Keluar kedipan V-belt pada MID.. tandanya V-belt sudah minta diganti. Intip odometer… eh ya dah lewat 25 rb KM. 🙂 Pantes….
Memang beberapa minggu terakhir kondisi Nmax dirasa ada sedikit penurunan.  Terutama akselerasinya… agak selip di putaran bawah-menengah. Apalagi kalau macet parah, gejala selipnya makin terasa. Meski ga parah banget ya…. artinya motor masih bisa melaju namun rpm awalnya kudu dinaikin dikit 🙂
Konsumsi BBM terasa agak sedikit boros dari. Biasanya kalau eco riding bisa hampir menyentuh 1:45 dalam kondisi lumayan lancar, sekarang palingan 1:40 kmpl.
Handling ga ada perubahan… tetep nyaman. Berarti kaki-kaki masih prima. Cuma rem agak kurang pakem dibanding dulunya. Sepertinya kaliper dan master remnya dah mulai seret… kudu di bersihkan.
Ban belakang jelasnya sudah SF ganti sebelum 15.000 km, nah di 25.000km ban depan mulai menipis namun masih bisa dipertahankan. Wajar sih Nmax agak boros soal ban. Selain diameter velg 13″ karet bundar Nmax menganut medium compound, ga seperti umumnya motor dimana ban bawaan tipe hard. Karena ini pula daya cengkram ban Nmax sangat yahud…. lebih PD mereng-mereng sampai dek gasruk aspal 😆
Kondisi mesin masih prima. Maklum SF biasa ganti oli tiap 2000km mendahului anjuran 4000km dari pabrikan. 
Selama pemakaian dari baru hingga 25.000 km bagaimana kesan mengendarai Nmax?
– Performa mantab, bensin irit, nyaman meski kudu sedikit dimodif. Pokoknya Motor recomended dengan beberapa catatan kecil.
– Catatan kecil yang SF maksud adalah soal kenyamanan. Shock terlalu keras… langsung SF ganti dengan Per Shogun. Jok ori sebenernya cukupan jika dipakai sendiri…mengakomodasi kebutuhan pengendara cari ergonomi yang pas menyesuaikan posisi kaki yang bisa nekuk atau selonjoran. Sayang untuk boncengan jok terasa keras bagi boncenger, jadinya diganti biar lebih nyaman.
– Untuk menembus kemacetan memang Nmax kurang lincah, tapi asal sabar dan pintar cari celah, Nmax ga bikin pegel buat kemacetan kok.
– Grip ban super, handling mantap, rem pakem.
Intinya puas dan sama sekali ga ada penyesalan… sekarang pun jika disuruh beli motor baru tetep milih Nmax. Dah cinta gitu loh… klo suruh nyari pendamping ya paling cari sodaranya yang berbasis sama yang kudunya juga bebas masalah si Aerox.
Parts apa saja yang kudu diganti karena termakan usia pada km 25.000?
Nyambung lagi artikel selanjutnya yakkkk….
Jelasnya kudu bobol tabungan… :mrgreen:
Kali ini SF bakal ulas efek dari antena modem dalam meningkatkan kecepatan internet XL Go.
Kelemahan modem MiFI huawei slim2 yang di bundling dengan paket internet XL Go 90Gb 90Hari adalah kemampuan menangkap signalnya lemah. Kebetulan Dikantor SF kawasan kalibata signal yang didapat di dalam gedung lantai 4 terkadang cuma dapat 1 bar 4G bahkan sering tanpa sebab pindah ke 3G full bar. Padahal kalau di HP signal 4G manteng di kisaran 3 Bar. Untuk mensiasatinya SF memasangkan MiFI ini dengan antena modem,dengan harapan signal operator yang ditangkap jadi lebih baik sehingga kecepatan internetnya naik.
Ada 2 macam antena yang SF beli. 2 biji antena portabel yang mudah dibawa kemana-mana seharga @20rb, dan sebiji antena spiral (2 spiral) dengan kabel 3 meter seharga 69rban. Untuk pengetesan SF lakukan sebayak 3 X running speed test.
Woke mulai saja

Continue Reading