review

All posts tagged review

Turing ke Karawang beberapa waktu lalu menyisakan ketidakpuasan terhadap Jok Nmax terutama bagian boncenger yang sangat tidak nyaman. Untuk itu SF iseng-iseng googling di toko online alternatif pengganti jok Nmax.

Nemulah salah satu seller di bekasi namanya Arif Firman (Arif Jok). Di BL, maupun Toped bro Arif ini memerkan beberapa karya Jok Custom untuk Nmax. SF cari lebih lanjut di google dan menemukan nomer HP sang Juragan Jok (Arif Jok 082310246045). Singkat cerita setelah konsultasi lewat WA, Bro Arif menjamin jika produknya bikin nyaman untuk pengendara maupun boncenger.

Langsung SF deal barang tersebut… awalnya milih warna hitam polos atau hitam silver… tapi ternyata kudu inden dulu… yang ready dan siap kirim hanya warna Hitam corak putih. Menurutnya , warna ini justru lebih cocok untuk Nmax putih… yo wis lah SF langsung TT dan barang di kirim sore harinya dengan ojek online. Begitu barang dateng langsung di observasi… Perbandingannya dengan jok ori  seperti langit dan bumi… jok custom lebih lebar, lebih tebal, lebih “wah” :p

Padahal jok ini di jajaran produk Arif Firman harganya paling murah… yang lebih mahal lebih ngeriii desainnya! Ada yang sampai double sandaran depan belakang… SF sengaja cari yang simple dan ga terlalu banyak jahitan… takutnya rembes pas hujan.

Bagaimana review barangnya? pengerjaan cukup rapi… busa diteken teken empukk , tebel… bahan jangan tanya… MB tech gitu loh. Jahitan double dengan warna kontras makin mempermanis tampilan. 

Selanjutnya proses pemasangan ke Nmax.

Prosesnya sendiri cepet dan mudah .Lepas jok aslinya dulu. Jangan ngaku biker kalau kerjaan gini aja ga bisa… wong tinggal lepas 3 mur dengan kunci 10 di bagian bawah ujung depan jok. 

Proses bongkar pasang  cuma 10 menit ga ada kesusahan sama sekali… 

Setelah terpasang… langsung bikin  pangling karena motor terlihat “beda”. Awalnya SF sempat menganggap jok ini sedikit berlebihan, lekukannya, tonjolannya , warnanya, tapi lama-lama kok keliatan  “wah” ya…. Bunda SF setuju… Nmax makin cakep… apalagi klo motornya dicuci …. :mrgreen: 

Jok baru ini terlihat lebih daripada sekedar jok yang hanya untuk diduduki. Jok ini mempercantik tampilan motor, mempermewah, memperkuat karakter elegan Nmax, dan menjadikan Pengendara layaknya Raja… Ini singgasana!!! “lebay… ! 😆

View paling cakep menurut SF adalah bagian depan dan samping…  

Nmax yang terlihat terlalu simpel, jadi terlihat cakep setelah pasang jok baru.

Kalau view dari belakang,SF sedikit kurang suka….  

Punuk dibagian tengah terlihat terlalu menonjol/lebar, lebarnya bahkan hampir menyamai lebar tameng depan Nmax. Punuk ini ternyata justru menjadi bagian yang paling penting… sebagai penahan/sandaran pengendara, dan memperluas kontak antara jok dan pantat pengendara. Makin luas kontak, makin berkurang tekanan pada pantat.

Ga perlu jajal… orang yang melihatnya saja bakal yakin kalau Jok ini bakal nyaman dinaiki…. 

Soal review pemakaian nyusul yakkk… masih dibiasakan dulu singgasana barunya…

Soal harga monggo googling sendiri di BL ato Toped atau konsul langsung ke nomer telp. diatas… jelasnya harga segitu sangat worthed dengan kualitas yang diberikan.

Sebenarnya bisa saja lebih murah jika kita mau bawa sendiri joknya ke pengrajin Jok terdekat… tapi berdasarkan pengalaman, hasilnya tidak menjamin bakal bagus. Pengrajin Jok tradisional dalam merubah bentuk jok biasanya memakai cara tambal sulam sana sini menggunakan spons lalu dialusin/dibentuk. Kualitas spons sangat mungkin beda dengan bawaan Nmax. Kalau merubah bentuk sederhana mungkin ga masalah… tapi kalau extreem seperti jok custom diatas ya susah dan riskan meleset hasilnya. 

Ada cara lain, yakni beli spons cetakan custom (ada juga loh yang jual busa custom di toko online)  , baru deh dibawa ke tukang Jok untuk pemasangan kulitnya. Enaknya cara ini lekukannya bisa diatur ulang disesuaikan postur pengendara… karena SF lagi males riwa riwi , jadinya pesen saja yang dah jadi 🙂 ga beresiko dan jelas kualitasnya…  🙂

Nb : foto sengaja diambil pas malem biar motor SF ga kliatan kotornya :mrgreen: 

Baca juga :

http://smartf41z.com/2017/04/25/nmax-buat-turing-makin-kerasa-kelebihannya-tapi-kerasa-juga-kelemahannya/
http://smartf41z.com/2017/04/28/tiger-vs-nmax-untuk-turing/
http://smartf41z.com/2017/04/27/bagaimana-kesan-pengguna-scoopy-saat-pertama-kali-jajal-nmax/
http://smartf41z.com/2017/04/29/ternyata-sudah-ada-velg-aftermarket-nmax-diameter-14-pertimbangkan-dulu-untung-ruginya/

Liburan kmaren SF ada agenda trip mancing ke karawang. Tapi karena pesertanya banyak jadi terpaksa SF ngalah bermotor, mobilnya ga cukup… pake ertiga sayang melewati jalanan offroad beberapa km :mrgreen:

SF selalu penasaran gimana rasanya skutik buat turing … Nmax jadi pilihan untuk turing boncengan dengan seorang rekan biker. 

139,4kmMeski hanya turing pendek 70km, cukup untuk mengetahui karakter Nmax untuk turing. Rute turing kali ini berangkat dari harapan indah bekasi menuju ke pantai tanjung pakis , karawang. Jarak 70km , kondisi malam hari, boncengan dan barang bawaan penuh(tas penuh alat2 pancing 2 buah, tas joran, dan ikan hasil tangkapan plus es batu 10kgan saat pulangnya). Ini kesan positif dan negatif Nmax untuk turing full loaded…

1. Posisi pengendara cukup nyaman… berkendara 2 jam lebih tengah malam  ga ada rasa pegal yang berarti! 

2. Lain halnya dengan boncenger… saat balik pulang, SF yang awalnya nyetir karena masih sore… setelah maghriban SF terpaksa menyerah… kalah menghadapi sinar lampu dari arah berlawanan, maklum SF rider berkacamata. Silaunya ga tahan… Saat itu balik agak sorean jadi jalanan masih ramai. hanya 1 jam dibonceng, tapi pantat bagian belakang sudah panas dan mati rasa… posisi footstep juga kurang nyaman . Terlalu tinggi dan terlalu maju posisinya. Sepertinya sektor jok perlu dimodif biar nyaman.

3. Performa Nmax untuk turing cukup mumpungi…. mesin 155cc terasa responsif untuk menyalip. Meski buat boncengan, dan beban penuh. Bukan hal susah menyentuh 100kpj. Sangat mungkin bisa lebih jika saja mental SF ga ciut…. maklum jalan pedesaan. Performa rem dan grip ban top markotop susah disaingi motor lain. Beberapa kali SF ngerem mendadak karena lubang jalanan, dan ga ada gejala selip atau handling goyang. Ini kelebihan telak yang dimiliki Nmax. 

4.  Cukup disayangkan ukuran roda 13 inchi.. jadinya sensitif terhadap lubang jalanan. Jadinya pengendara kudu lebih waspada
5. Untung Shock Nmax telah SF modif pernya dengan punya shogun (baca ulasan lengkap disini ). luar biasa efeknya… goncangan jalan sempurna diredam shock. Sayang SF ga pernah jajal shock ori buat turing boncengan. Jadi ga bisa bandingkan. 

6. Shock modifan yang empuk jadi masalah saat melahap jalan rusak… beneran jalan rusak bejad 😆 lah wong rekan SF pake kia Sportage saja sampai gasruk saat lewat jalan rusak. 3 km memasuki area pantai Pakis karawang kondisi jalan memang parah… jalanan didominasi tanah bercampur batu dengan kontur ga rata. Kalau jalanan mulus bisa dikatakan Nmax rajanya karena nyamannya, handing dan performa mumpungi. Kalau jalanan rusak Nmax jadi Cemen! Susah ngikuti motor lain. Beberapa kali Nmax gasruk tanah bergelombang. Pergantian per empuk plus beban berat bikin ketinggian motor berkurang. 

Gara gara jalan becek dan rusak ini pula, 2 kali SF hampir jatuh karena ban masuk tanah becek berlumpur, sama sekali ga ada grip pada ban depan maupun belakang… terpaksa SF dan boncenger beberapa kali menjejakkan kaki untuk menjaga keseimbangan dan sekaligus mendorong motor. Nmax adalah motor priyayi … ga cocok becek becekan main lumpur.

7.  Lampu utama cukup terang. Jangkauan lampu jauhnya juga luar biasa… terang dan mumpungi. Tapi itu pas cuaca cerah , mungkin agak berbeda jika saat itu hujan turun. Lampu utama led berwarna putih konon lebih susah nembus hujan.

8. Ruang dek depan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan, sayang ga ada cantolan barang dibagian ini. SF pasang sendiri dah… (baca disini ) ikan hasil mancing plus es batu sekitar 10kgan bisa SF taruh disini dengan posisi bertumpu diatas dek/tangki bensin. Cantolan barang berfungsi untuk menjaga barang bawaan agar tidak jatuh

Sengaja SF bikin resiprokal antara kelebihan dan kelemahan Nmax, agar pembaca memahami tiap motor diciptakan sesuai  habitatnya, enak diaspal belum tentu enak di jalan rusak. modifikasi pun ada konsekwensi positif dan negatifnya… 

Jadi kesimpulannya bagaimana? 

Nmax sudah cukup nyaman untuk turing, namun perlu sedikit ubahan agar makin menambah kenyamanan boncenger… penebalan busa jok dan penggantian shock lebih empuk jelas signifikan menambah kenyamanan. Dan yang paling utama : motor matic diameter rodanya kecil, jelas ga sestabil dibanding motor sport. Konsekwensinya pengendara motor matic harus super waspada terhadap kondisi permukaan jalan…

Bagaimana kesan rekan SF pengguna scoopy yang baru kali ini nyobain Nmax buat turing, bagaimana pula konsumsi bensin untuk turing beban berat?… arrikel terpisah ya… 

 

 

Sabtu kmaren SF diajak mancing ke Kep. 1000 via tanjung pasir oeh rekan kerja. Kebetulan rekan SF pake mobil CBUnya suzuki XL7 6 silinder 3000 cc sedikit beda dengan versi Indonesia yang 2500cc. Katanya ownernya sih unitnya terbatas yang masuk Indonesia

Kebetulan SF yang didaulat nyetir menuju TPI tanjung pasir. Saat stater pertama kali ga ada beda dengan mobil 4 silinder. Suara mesin menderu sopan, bedanya getaran mesin terasa lebih rapat… bukan getaran kenceng ya… halus tapi rapat….! Gas diinjek lebih dalam deru knalpot terasa beda dengan 4 silinder… rapet. 
Merambat menuju tol jalanan padat, jadi tak terasa istimewa. Handle setir lebih berat dibanding ertiga, begitu juga pedal kopling. Maklum mobil dah sentuh 100rb km. Begitu masuk tol SF coba sedikit berlari… wuzzz… cepet banget menginjak 100kpj. Istimewanya gigi awalnya ga gampang kehabisan nafas… panjang… enak ga sering oper gigi di kemacetan.

Menurut ownernya untuk perkotaan di Jakarta konsumsi bensin sekitar 1:7-8 untuk luar kota 8-9 km/liter. Kecepatan yang pernah diraihnya 170kpj dengan gas tersisa banyak. Lumayan untuk mobil SUV ban gedhe… nglawan Pajero atau Fortuner mah enteng katanya.

Sayangnya untuk sparepart tergolong susah… saat fuelpumpnya rusak, dealer suzuki ga ready stock, kudu inden beberapa waktu. Atau di kanibal dengan punya suzuki lainnya. Akhirnya fuelpump terpaksa diganti punya sedan Suzuki (embuh tipe apa). Itulah Konsekwensi punya mobil nyleneh….

Mungkin SF ga terlalu familier dengan mobil SUV ya… suara gemuruh roda masuk kekabin… apa karena tipikal ban SUV ya?

2 mastel /jas hujan milik SF yang terakhir dibeli sebenernya ga jelek jelek amat… yang pertama merk ASV yang sempat jadi favorit peturing, yang kedua takachi dengan bahan karet dan kualitas sama dengan ASV. Jas hujan ini cukup efektif menghalau hujan sedang… namun untuk hujan deras sambil melaju, air rentan masuk pada restleting depan… ini adalah kelemahan utama jas hujan yang tersebar dipasaran… bagian resleting meski dilindungi dengan tutup berkancing tetap saja rembes jika hujan cukup tinggi.

Berawal dari insiden lupa bawa jas hujan, rekan SF yang punya cadangan jas hujan 10rban meminjamkannya ke SF. Kalian pasti sering lihat penjualnya… karena dia sering menjajakan jas hujan dipinggir jalan harganya 15 rb untuk 2 piece , 10rb untuk 1 piece. Niatnya untuk menekan harga sehingga ga dipasang resleting…. efeknya justru menguntungkan karena air ga merembes dari depan… selanjutnya SF malah ketagihan … 

Jas hujan murah lumayan besar, buat SF yang masih pakai jaket saja muat

SF pakai jas hujan murah sebagai atasan sedangkan bawahan SF pakai punya takachi… sayangnya jas hujan murahan bahannya sangat tipis dan longgar bagian lengan , jadi ada  rembesan air dari situ.

Produsen jas hujan kudunya meniru desain jas murah tersebut.. model seperti kaos lengan panjang dengan penutup kepala… tanpa resleting sehingga meminimalkan potensi masuknya air. Dan ujung lengan di beri karet agar ga tembus air …..

Ertiga SF dah lama ganti bohlam lampu utama menggunakan Osram Nightbreaker. Tapi belum sempat bikin komparasinya dengan aslinya… saat buat perjalanan keluar kota kerasa banget bedanya. 

Nah kebetulan ada member Erci (thx to Christ. N. Hadi)  yang melakukan komparasi langsung pencahayaan ertiga standar dengan yang sudah ganti dengan Osram NBR… monggo intip saja bedanya

Kiri pencahayaan asli ertiga, kanan Osram NBR

Klau ditambahi relay , bisa lebih maksimal lagi tuh…

Awalnya beli spion ini, SF dah merasa cocok. Panjang spion yang ga melampaui ujung stang motor namun juga tak terlalu pendek, serta kaca cembungnya sangat dapat diandalkan di kemacetan.

Namun setelah beberapa kali pakai ternyata ada hal yang cukup mengecewakan… spionnya letoyyy…. beberapa ratus meter sebelum kantor, SF sengaja geber si tiger sampai RPM mentok digigi 1 dan 2 … kangen sama tarikannya… pas masuk gerbang kantor ngintip spion lah kok dah tertunduk lesu… 

Sepertinya ga cocok nih spion buat biker yang suka kesusu… nunduk sendiri pas kena getaran tinggi….

Iseng iseng berselancar ke toko online untuk mengetahui perkembangan asesori Nmax, mengantarkan SF untuk membeli satu asesoris yang sangat berguna untuk Nmax. Jok boncengan tambahan !


Jok ini diletakkan di atas tangki Nmax atau didepan jok utama. Fungsinya sebagai alas duduk anak.


 Sebelum ada jok tambahan , bagian atas tangki bensin memang menjadi singgasana sikecil, meski kalau jalan agak lama , dianya agak protes karena pantat panas. Belum lagi pandangannya lelalu terhadang. Kala ada polisi tidur, jidadnya sering kena cover stang Nmax. Setelah ada jok tambahan, si Kecil dah bisa lihat depan, jidad ga kejeduk cover stang dan lebih nyaman pastinya.

Sayang pengerjaannya terkesan asal-asalan  alias ga rapi. Kalau sedang ga diduduki jadi merusak pemandangan karena kukit jok mengkerut sana sini. 

Pengen nyari barangnya… ?cari saja di toko online trus ketik kata pencarian: jok boncengan Nmax , trus di sort yang paling murah dah… kwkqkwk

Bulan ber-beran terutama bulan Nopember dan Desember , musim yang kurang baik untuk melaut… SF yang rutin melaut sebulan sekali tentunya sakaw berat dipaksa cuti beberapa bulan. keinginan kuat tapi resiko besar karena baik ombak dan angin dilaut ga bersahabat. Bunda juga merasakan efeknya… rutinitas makan ikan laut segar jadi terganggu… coba beli ikan laut di supermarket besar tetep saja ikannya ga sesegar ikan laut hasil pancingan langsung.

Rekomendasi rekan,SF dikasih tau pemancingan Bakoel desa daerah dadap Tangerang, pemancingan specialist ikan payau dan ikan laut! berbekal Googlemap ,Senin kmaren SF putuskan ksono… karena ikan tambak dangkal , SF putuskan bawa piranti ringan saja… SF yang berencana casting sengaja cuma bawa umpan buatan, seperti minnow, crank bait dan popper.

Senin jam 6 berangkat dari Bekasi ga sampe 2 jam dah sampai lokasi.. keluar tol arah bandara langsung belok kekiri. Tinggal ikuti petunjuk google yang akurat.

4km terakhir kudu melewati jalan sempit yang cukup dilewati 1 mobil dan press berpapasan dengan 1 motor. Untung saat berangkat ga berpapasan dengan mobil lain. Tapi kalaupun papasan jangan kuatir… banyak area yang sengaja disiapkan tiap beberapa meter berupa daratan rata dan beberapa diantaranya disemen jadi aman bagi mobil untuk berpijak.


Sampai dibakoel desa parkir di sebelah papan berisi daftar harga… sempat termenung … mau mancing ikan apa yang worthed dengan harga segitu… muahallll bingitttsss . Harganya sekitar 2 X lipat harga ikan laut di pasaran…monggo listnya liat sendiri

Sayang sangat amat disayangkan… dengan harga segitu pemancingan ini melarang teknik CASTING….!!! dalam hati misuh2 khas Surabaya #@$%^&#^* !!!(sampe keluar semua dah literaturnya)!!!
SF agak protes masalah ini… Tapi pegawainya cuma bilang… ya namanya instruksi dari bos pak.. 

Ya wis dah SF mancing dengan mrengut…. ga seberapa lama umpan gratisan yang disediakan oleh pengelola dilahab seekor Mangrove Jack (yg disebut2 sebagai kakap merah oleh pengelola). Dikolam yang sama selama 3 jam SF berturut2 SF dapat tambahan 2 kakap merah 1 kgan(1 kakap sekitar 1,5 kg lepas karena kail patah!),  1 kerapu 1kg, seekor anakan baramundi/kakap putih 0,2 kg. SF berencana mengakhiri trip ini dengan memancing ikan di kolam 2kg keatas… penasaran sama tarikannya… 10 menit hook ikan besar, sayang rangkaian pancing langsung dibawa ikan ngumpet dibawah saung… akibatnya kail nyantol dan SF terpaksa memutus rangkaian pancing. 

10 menit berikutnya SF merasakan sensasi strike ikan yang cukup besar namun ikan tersebut bukanlah lawan tackle laut meski tergolong light tackle… (kekuatan pancing 15kgan) beberapa menit dah landed ikan kerapu 2kg lebih…Tersenyum penuh duka SF saat mendapatkannya, puas narik tapi mringis bayarnya….!!


Sebenarnya SF ingin merekomendasikan pemancingan bakoel desa kepada angler lain yang kangen sensasi tarikan ikan laut, tapi karena larangan casting SF jadi ogah…. sangat tidak worthed mengeluarkan uang ratusan ribu namun teknik mancingnya Ndak boleh casting pakai umpan buatan.

Alasannya pengelola sering menemukan ikan tewas mengambang dengan luka bagian tubuhnya… luka ini biasa diakibatkan oleh pemakaian lure dengan jumlah kail 2 biji atau lebih dengan 3 mata masing2nya…  

Saran nih… daripada melarang penggunaan teknik casting mending dibolehkan casting dengan catatan kail mata satu dan hanya boleh 1 kail pada tiap lure….!  

Monggo jika ada rekomendasi pemancingan ikan air laut (terutama kakap dan kerapu) yang boleh casting dan lebih terjangkau… pengen coba yang lain….

Setelah punya Taruna lantas ganti Ertiga SF merasakan perbedaan yang mencolok yakni gigi bawah ertiga nafasnya lebih panjang dibanding taruna  . Saat kmaren seharian berkesempatan jajal Proton Exora 2011 milik kerabat SF , lebih kaget lagi… gigi bawahnya sangat amat panjang. Beberapa kali SF sempat kecele, SF kira salah masuk gigi 4 setelah gigi 1… eh ternyata dah bener 2 , ini karena mobil ga mau melaju bahkan nglitik saat dipaksa akselerasi di gigi 2… jadi penggunaan gigi satu jadi sangat dominan diperkotaan, tapi akselerasi awal sedikit berat. Enaknya mesin ga terlalu sering meraung  dan terlalu sering pindah gigi kalau nyetirnya nyantai

Entah karena mobil dah berumur atau bawaan dari sononya. Kopling dan persenelengnya cukup keras bahkan lebih keras dibanding taruna 2003 milik SF dulu. Satu lagi yang menarik… tuas saklar lampu/sein dan wiper tidak seperti mobil jepang dimana wiper dikiri dan lampu/sein dikanan. Awal mau jalan langsung salah nyalain wiper padahal mau ngesein. :mrgreen:

Suara mesin terdengar sedikit mendengung masuk kabin, tapi masih ditolerir. Kenyamanan kabin cukup lumayan sih, AC juga cepet dingin. Tapi karena konsen SF terpecah pada setelan kopling yang sangat cekak (dilepas dikit mobil dah melaju, jadi beberapa mati mesin dah…bkwkwkw) jadi agak kurang perhatian pada kenyamanan. Tapi jelasnya anak dan istri merasa nyaman , sama kaya ertiga katanya.. shocknya juga empuk.

Posisi driving bisa dibilang mirip ertiga , lebih ke sedan dibanding MPV. Dan SF ga merasa sedang menaiki mobil yang LEBIH LEBAR dibanding Innova. (Gak percaya monggo googling dhewee ) pantes saja kemaren saat keluar rame-rame ga merasa dempet-dempetan. Dashboard lumayan lah… ga terlalu ketinggalan untuk ukuran mobil keluaran 2011. Electric mirror dah ada, power windows dan central lock jangan tanya…pasti ada lah…. 

pintu belakang dibuka keatas, persis ertiga, pegas penyangga sangat kuat menyangga pintu belakang sampai mentok. Ga seperti ertiga yang pegas pintunya sangat letoy ga sanggup menyangga penuh pintu ertiga.

Saat naik Innova , SF merasa kurang PD di kemacetan juga untuk nyelip. Begitu naik Exora nyaman- nyaman saja nyelip di kemacetan. Mungkin karena lebih rendah kali ya. 

Exora bisa jadi alternatif bagi yang ingin mobil 7 seater yang lega (bisa 8 seater kali ya 🙂 ) dengan harga yang lebih terjangkau dibanding Innova. 

80 juta untuk  exora keluaran 2011, beruntung kerabat SF ini dapat mobil yang kondisinya tergolong mulus dan terawat.

Diesel terkenal dengan mesin yang mengasilkan torsi besar dan irit, cocok untuk mobil yang biasa bawa beban berat seperti mobil niaga dan mobil penumpang. Dengan torsi besar , mobil berasa lebih santai menghela beban berat. Iritnya jelas… effisiensi diesel lebih baik dalam mengubah campuran solar + udara menjadi tenaga. Iritnya diesel nah ini yang dicari…. tapiiii.. mesin diesel modern seperti technologi yang akan dipakai ertiga ini butuh solar yang berkualitas…  harganya pertamina dex diatas pertamax 92.  Efek penggunaan solar murah silahkan baca disini . Jelasnya kudu ada penyesuaikan bagi ertiga diesel agar bisa menenggak solar murah.

Kasus di India, ertiga diesel menjadi mobil yang banyak direkomendasikan…lah solar disana jauh lebih murah dibanding bensinnya… bahkan disono ertiga diesel dibandingkan dengan innova diesel . Yang mengejutkan performa lebih baik ertiga begitu juga konsumsi bahan bakarnya…  nih contoh reviewnya


Nah kalau dibandingkan ertiga bensin kira-kira gimana ya…?

Ertiga diesel akan menawarkan keiritan lebih baik, mesin lebih bandel dan harusnya lebih hemat perawatannya, torsi lebih besar yang akan berpengaruh saat membawa beban berat, namun ada hal yang akan mengganjal penjualanannya… suzuki belum berpengalaman dengan mesin diesel, harga ertiga diesel lebih mahal (mengacu chev spin bisa selisih 25 jt antara mesin bensin dan dieselnya). Ertiga bensin juga bukan mobil yang terkenal boros… bahkan beberapa tahun belakangan jadi mobil teririt kelas MPV, performanya sedikit lebih baik dibanding diesel, getaran mesin bensin lebih kecil dibanding diesel . 

Akan jadi masalah lagi jika sampai ertiga diesel tidak direkomendasikan pakai solar murah… makin bimbang calon buyernya… suzuki kudu bikin penyesuaian disini… ataukah mungkin seperti spin diesel yang mesin sama dengan ertiga diesel namun di Indonesia power tersunat jadi 75 ps . (Ertiga diesel di India powernya 90 PS ) agar bisa telan solar murah?

Sekarang bagaimana jika SF yang ditanyai…. ? 

Bakal milih innova diesel modif alto… kwkwkwkwk… ngaco…! 😆 

sepertinya bakal tetep milih bensin… harga jelas lebih murah dibanding diesel dan dapat fitur sama pula.  Tingkat keborosan versi bensin masih ditolerir 🙂 ertiga SF klo ke Surabaya MID biasa kena sekitar 1:17 , performa lebih dari cukup, BBM premium sampai pertamax plus ga ada masalah,  suzuki terkenal murah perawatannya, dannn…. alasan sepele, nyonya ga suka bau hasil pembakaran solar.