review

All posts tagged review

Sabtu kmaren SF diajak mancing ke Kep. 1000 via tanjung pasir oeh rekan kerja. Kebetulan rekan SF pake mobil CBUnya suzuki XL7 6 silinder 3000 cc sedikit beda dengan versi Indonesia yang 2500cc. Katanya ownernya sih unitnya terbatas yang masuk Indonesia

Kebetulan SF yang didaulat nyetir menuju TPI tanjung pasir. Saat stater pertama kali ga ada beda dengan mobil 4 silinder. Suara mesin menderu sopan, bedanya getaran mesin terasa lebih rapat… bukan getaran kenceng ya… halus tapi rapat….! Gas diinjek lebih dalam deru knalpot terasa beda dengan 4 silinder… rapet. 
Merambat menuju tol jalanan padat, jadi tak terasa istimewa. Handle setir lebih berat dibanding ertiga, begitu juga pedal kopling. Maklum mobil dah sentuh 100rb km. Begitu masuk tol SF coba sedikit berlari… wuzzz… cepet banget menginjak 100kpj. Istimewanya gigi awalnya ga gampang kehabisan nafas… panjang… enak ga sering oper gigi di kemacetan.

Menurut ownernya untuk perkotaan di Jakarta konsumsi bensin sekitar 1:7-8 untuk luar kota 8-9 km/liter. Kecepatan yang pernah diraihnya 170kpj dengan gas tersisa banyak. Lumayan untuk mobil SUV ban gedhe… nglawan Pajero atau Fortuner mah enteng katanya.

Sayangnya untuk sparepart tergolong susah… saat fuelpumpnya rusak, dealer suzuki ga ready stock, kudu inden beberapa waktu. Atau di kanibal dengan punya suzuki lainnya. Akhirnya fuelpump terpaksa diganti punya sedan Suzuki (embuh tipe apa). Itulah Konsekwensi punya mobil nyleneh….

Mungkin SF ga terlalu familier dengan mobil SUV ya… suara gemuruh roda masuk kekabin… apa karena tipikal ban SUV ya?

2 mastel /jas hujan milik SF yang terakhir dibeli sebenernya ga jelek jelek amat… yang pertama merk ASV yang sempat jadi favorit peturing, yang kedua takachi dengan bahan karet dan kualitas sama dengan ASV. Jas hujan ini cukup efektif menghalau hujan sedang… namun untuk hujan deras sambil melaju, air rentan masuk pada restleting depan… ini adalah kelemahan utama jas hujan yang tersebar dipasaran… bagian resleting meski dilindungi dengan tutup berkancing tetap saja rembes jika hujan cukup tinggi.

Berawal dari insiden lupa bawa jas hujan, rekan SF yang punya cadangan jas hujan 10rban meminjamkannya ke SF. Kalian pasti sering lihat penjualnya… karena dia sering menjajakan jas hujan dipinggir jalan harganya 15 rb untuk 2 piece , 10rb untuk 1 piece. Niatnya untuk menekan harga sehingga ga dipasang resleting…. efeknya justru menguntungkan karena air ga merembes dari depan… selanjutnya SF malah ketagihan … 

Jas hujan murah lumayan besar, buat SF yang masih pakai jaket saja muat

SF pakai jas hujan murah sebagai atasan sedangkan bawahan SF pakai punya takachi… sayangnya jas hujan murahan bahannya sangat tipis dan longgar bagian lengan , jadi ada  rembesan air dari situ.

Produsen jas hujan kudunya meniru desain jas murah tersebut.. model seperti kaos lengan panjang dengan penutup kepala… tanpa resleting sehingga meminimalkan potensi masuknya air. Dan ujung lengan di beri karet agar ga tembus air …..

Ertiga SF dah lama ganti bohlam lampu utama menggunakan Osram Nightbreaker. Tapi belum sempat bikin komparasinya dengan aslinya… saat buat perjalanan keluar kota kerasa banget bedanya. 

Nah kebetulan ada member Erci (thx to Christ. N. Hadi)  yang melakukan komparasi langsung pencahayaan ertiga standar dengan yang sudah ganti dengan Osram NBR… monggo intip saja bedanya

Kiri pencahayaan asli ertiga, kanan Osram NBR

Klau ditambahi relay , bisa lebih maksimal lagi tuh…

Awalnya beli spion ini, SF dah merasa cocok. Panjang spion yang ga melampaui ujung stang motor namun juga tak terlalu pendek, serta kaca cembungnya sangat dapat diandalkan di kemacetan.

Namun setelah beberapa kali pakai ternyata ada hal yang cukup mengecewakan… spionnya letoyyy…. beberapa ratus meter sebelum kantor, SF sengaja geber si tiger sampai RPM mentok digigi 1 dan 2 … kangen sama tarikannya… pas masuk gerbang kantor ngintip spion lah kok dah tertunduk lesu… 

Sepertinya ga cocok nih spion buat biker yang suka kesusu… nunduk sendiri pas kena getaran tinggi….

Iseng iseng berselancar ke toko online untuk mengetahui perkembangan asesori Nmax, mengantarkan SF untuk membeli satu asesoris yang sangat berguna untuk Nmax. Jok boncengan tambahan !


Jok ini diletakkan di atas tangki Nmax atau didepan jok utama. Fungsinya sebagai alas duduk anak.


 Sebelum ada jok tambahan , bagian atas tangki bensin memang menjadi singgasana sikecil, meski kalau jalan agak lama , dianya agak protes karena pantat panas. Belum lagi pandangannya lelalu terhadang. Kala ada polisi tidur, jidadnya sering kena cover stang Nmax. Setelah ada jok tambahan, si Kecil dah bisa lihat depan, jidad ga kejeduk cover stang dan lebih nyaman pastinya.

Sayang pengerjaannya terkesan asal-asalan  alias ga rapi. Kalau sedang ga diduduki jadi merusak pemandangan karena kukit jok mengkerut sana sini. 

Pengen nyari barangnya… ?cari saja di toko online trus ketik kata pencarian: jok boncengan Nmax , trus di sort yang paling murah dah… kwkqkwk

Bulan ber-beran terutama bulan Nopember dan Desember , musim yang kurang baik untuk melaut… SF yang rutin melaut sebulan sekali tentunya sakaw berat dipaksa cuti beberapa bulan. keinginan kuat tapi resiko besar karena baik ombak dan angin dilaut ga bersahabat. Bunda juga merasakan efeknya… rutinitas makan ikan laut segar jadi terganggu… coba beli ikan laut di supermarket besar tetep saja ikannya ga sesegar ikan laut hasil pancingan langsung.

Rekomendasi rekan,SF dikasih tau pemancingan Bakoel desa daerah dadap Tangerang, pemancingan specialist ikan payau dan ikan laut! berbekal Googlemap ,Senin kmaren SF putuskan ksono… karena ikan tambak dangkal , SF putuskan bawa piranti ringan saja… SF yang berencana casting sengaja cuma bawa umpan buatan, seperti minnow, crank bait dan popper.

Senin jam 6 berangkat dari Bekasi ga sampe 2 jam dah sampai lokasi.. keluar tol arah bandara langsung belok kekiri. Tinggal ikuti petunjuk google yang akurat.

4km terakhir kudu melewati jalan sempit yang cukup dilewati 1 mobil dan press berpapasan dengan 1 motor. Untung saat berangkat ga berpapasan dengan mobil lain. Tapi kalaupun papasan jangan kuatir… banyak area yang sengaja disiapkan tiap beberapa meter berupa daratan rata dan beberapa diantaranya disemen jadi aman bagi mobil untuk berpijak.


Sampai dibakoel desa parkir di sebelah papan berisi daftar harga… sempat termenung … mau mancing ikan apa yang worthed dengan harga segitu… muahallll bingitttsss . Harganya sekitar 2 X lipat harga ikan laut di pasaran…monggo listnya liat sendiri

Sayang sangat amat disayangkan… dengan harga segitu pemancingan ini melarang teknik CASTING….!!! dalam hati misuh2 khas Surabaya #@$%^&#^* !!!(sampe keluar semua dah literaturnya)!!!
SF agak protes masalah ini… Tapi pegawainya cuma bilang… ya namanya instruksi dari bos pak.. 

Ya wis dah SF mancing dengan mrengut…. ga seberapa lama umpan gratisan yang disediakan oleh pengelola dilahab seekor Mangrove Jack (yg disebut2 sebagai kakap merah oleh pengelola). Dikolam yang sama selama 3 jam SF berturut2 SF dapat tambahan 2 kakap merah 1 kgan(1 kakap sekitar 1,5 kg lepas karena kail patah!),  1 kerapu 1kg, seekor anakan baramundi/kakap putih 0,2 kg. SF berencana mengakhiri trip ini dengan memancing ikan di kolam 2kg keatas… penasaran sama tarikannya… 10 menit hook ikan besar, sayang rangkaian pancing langsung dibawa ikan ngumpet dibawah saung… akibatnya kail nyantol dan SF terpaksa memutus rangkaian pancing. 

10 menit berikutnya SF merasakan sensasi strike ikan yang cukup besar namun ikan tersebut bukanlah lawan tackle laut meski tergolong light tackle… (kekuatan pancing 15kgan) beberapa menit dah landed ikan kerapu 2kg lebih…Tersenyum penuh duka SF saat mendapatkannya, puas narik tapi mringis bayarnya….!!


Sebenarnya SF ingin merekomendasikan pemancingan bakoel desa kepada angler lain yang kangen sensasi tarikan ikan laut, tapi karena larangan casting SF jadi ogah…. sangat tidak worthed mengeluarkan uang ratusan ribu namun teknik mancingnya Ndak boleh casting pakai umpan buatan.

Alasannya pengelola sering menemukan ikan tewas mengambang dengan luka bagian tubuhnya… luka ini biasa diakibatkan oleh pemakaian lure dengan jumlah kail 2 biji atau lebih dengan 3 mata masing2nya…  

Saran nih… daripada melarang penggunaan teknik casting mending dibolehkan casting dengan catatan kail mata satu dan hanya boleh 1 kail pada tiap lure….!  

Monggo jika ada rekomendasi pemancingan ikan air laut (terutama kakap dan kerapu) yang boleh casting dan lebih terjangkau… pengen coba yang lain….

Setelah punya Taruna lantas ganti Ertiga SF merasakan perbedaan yang mencolok yakni gigi bawah ertiga nafasnya lebih panjang dibanding taruna  . Saat kmaren seharian berkesempatan jajal Proton Exora 2011 milik kerabat SF , lebih kaget lagi… gigi bawahnya sangat amat panjang. Beberapa kali SF sempat kecele, SF kira salah masuk gigi 4 setelah gigi 1… eh ternyata dah bener 2 , ini karena mobil ga mau melaju bahkan nglitik saat dipaksa akselerasi di gigi 2… jadi penggunaan gigi satu jadi sangat dominan diperkotaan, tapi akselerasi awal sedikit berat. Enaknya mesin ga terlalu sering meraung  dan terlalu sering pindah gigi kalau nyetirnya nyantai

Entah karena mobil dah berumur atau bawaan dari sononya. Kopling dan persenelengnya cukup keras bahkan lebih keras dibanding taruna 2003 milik SF dulu. Satu lagi yang menarik… tuas saklar lampu/sein dan wiper tidak seperti mobil jepang dimana wiper dikiri dan lampu/sein dikanan. Awal mau jalan langsung salah nyalain wiper padahal mau ngesein. :mrgreen:

Suara mesin terdengar sedikit mendengung masuk kabin, tapi masih ditolerir. Kenyamanan kabin cukup lumayan sih, AC juga cepet dingin. Tapi karena konsen SF terpecah pada setelan kopling yang sangat cekak (dilepas dikit mobil dah melaju, jadi beberapa mati mesin dah…bkwkwkw) jadi agak kurang perhatian pada kenyamanan. Tapi jelasnya anak dan istri merasa nyaman , sama kaya ertiga katanya.. shocknya juga empuk.

Posisi driving bisa dibilang mirip ertiga , lebih ke sedan dibanding MPV. Dan SF ga merasa sedang menaiki mobil yang LEBIH LEBAR dibanding Innova. (Gak percaya monggo googling dhewee ) pantes saja kemaren saat keluar rame-rame ga merasa dempet-dempetan. Dashboard lumayan lah… ga terlalu ketinggalan untuk ukuran mobil keluaran 2011. Electric mirror dah ada, power windows dan central lock jangan tanya…pasti ada lah…. 

pintu belakang dibuka keatas, persis ertiga, pegas penyangga sangat kuat menyangga pintu belakang sampai mentok. Ga seperti ertiga yang pegas pintunya sangat letoy ga sanggup menyangga penuh pintu ertiga.

Saat naik Innova , SF merasa kurang PD di kemacetan juga untuk nyelip. Begitu naik Exora nyaman- nyaman saja nyelip di kemacetan. Mungkin karena lebih rendah kali ya. 

Exora bisa jadi alternatif bagi yang ingin mobil 7 seater yang lega (bisa 8 seater kali ya 🙂 ) dengan harga yang lebih terjangkau dibanding Innova. 

80 juta untuk  exora keluaran 2011, beruntung kerabat SF ini dapat mobil yang kondisinya tergolong mulus dan terawat.

Diesel terkenal dengan mesin yang mengasilkan torsi besar dan irit, cocok untuk mobil yang biasa bawa beban berat seperti mobil niaga dan mobil penumpang. Dengan torsi besar , mobil berasa lebih santai menghela beban berat. Iritnya jelas… effisiensi diesel lebih baik dalam mengubah campuran solar + udara menjadi tenaga. Iritnya diesel nah ini yang dicari…. tapiiii.. mesin diesel modern seperti technologi yang akan dipakai ertiga ini butuh solar yang berkualitas…  harganya pertamina dex diatas pertamax 92.  Efek penggunaan solar murah silahkan baca disini . Jelasnya kudu ada penyesuaikan bagi ertiga diesel agar bisa menenggak solar murah.

Kasus di India, ertiga diesel menjadi mobil yang banyak direkomendasikan…lah solar disana jauh lebih murah dibanding bensinnya… bahkan disono ertiga diesel dibandingkan dengan innova diesel . Yang mengejutkan performa lebih baik ertiga begitu juga konsumsi bahan bakarnya…  nih contoh reviewnya


Nah kalau dibandingkan ertiga bensin kira-kira gimana ya…?

Ertiga diesel akan menawarkan keiritan lebih baik, mesin lebih bandel dan harusnya lebih hemat perawatannya, torsi lebih besar yang akan berpengaruh saat membawa beban berat, namun ada hal yang akan mengganjal penjualanannya… suzuki belum berpengalaman dengan mesin diesel, harga ertiga diesel lebih mahal (mengacu chev spin bisa selisih 25 jt antara mesin bensin dan dieselnya). Ertiga bensin juga bukan mobil yang terkenal boros… bahkan beberapa tahun belakangan jadi mobil teririt kelas MPV, performanya sedikit lebih baik dibanding diesel, getaran mesin bensin lebih kecil dibanding diesel . 

Akan jadi masalah lagi jika sampai ertiga diesel tidak direkomendasikan pakai solar murah… makin bimbang calon buyernya… suzuki kudu bikin penyesuaian disini… ataukah mungkin seperti spin diesel yang mesin sama dengan ertiga diesel namun di Indonesia power tersunat jadi 75 ps . (Ertiga diesel di India powernya 90 PS ) agar bisa telan solar murah?

Sekarang bagaimana jika SF yang ditanyai…. ? 

Bakal milih innova diesel modif alto… kwkwkwkwk… ngaco…! 😆 

sepertinya bakal tetep milih bensin… harga jelas lebih murah dibanding diesel dan dapat fitur sama pula.  Tingkat keborosan versi bensin masih ditolerir 🙂 ertiga SF klo ke Surabaya MID biasa kena sekitar 1:17 , performa lebih dari cukup, BBM premium sampai pertamax plus ga ada masalah,  suzuki terkenal murah perawatannya, dannn…. alasan sepele, nyonya ga suka bau hasil pembakaran solar.

Filter udara bawaan Nmax tidak bisa dicuci dan kudu diganti saat menginjak 12 ribu km. Punya SF sendiri dah 17 rb lupa ga diganti :mrgreen: . Berbekal pengalaman pasang Ferrox di Ninja 250, SF putuskan juga ganti filter udara Nmax dengan Ferrox.

Segera pesen ke om Kobayogas, harganya 390rb… mahal ya? Ntar dulu… klo hasilnya ga signifikan baru boleh komen mahalll….

Setelah barang nyampai langsung dipasang… guampang banget ga sampe 10 menit dah terpasang. Cuma modal obeng plus… tinggal copot 6 baut filter.

Kesannya gimana setelah terpasang? 

Seperti yang diduga sebelumnya… penggantian filter udara ini bikin motor terasa rilex. RPM cepat naik tanpa merasa motor “ngoyo”. Kesannya persis yang SF rasakan saat mengganti filter udara bawaan Ninja 250 dengan ferrox.  

Karakter Nmax yang terasa flat di putaran tengahnya beberapa saat tertolong oleh ferrox…delaynya lebih singkat untuk menuju RPM atas. 

SF yang keasyikan jajal ga terasa bikin pengendara Nmax di daerah kranji terpancing. SF berikan kesempatan dia menyalip dan langsung SF tempel… dalam posisi menanjak Nmax SF mampu semakin mendekat…. 

cukup dah… inget umur… 😆 kesimpulannya Nmax dengan pengendara beruang bisa mendekati Nmax  berpengendara “normal”.

Belum puas jajal perubahan performanya, langsung SF jajal bonceng berempat saat jemput Faiz… disini juga kerasa banget bedanya dibanding sebelumnya… motor lebih terasa rilex saat melaju dengan beban berat… akselerasi juga terasa lebih responsif…. 

Apa ga terlalu berlebihan nonjolin Ferrox ?  Mungkin kali ya…. :mrgreen:

 Lah wong Filter lawas Nmax SF dah parah kotornya…. kwkqkwkwq…. 

diganti filter OEM saja SF yakin performanya naik tapi mungkin ga sebaik ferrox… 

Jadi 390rb apakah cukup worthed ?   

Yuppp….!!! Performa meningkat (sepertinya BBM juga bisa ngirit) , dan barangnya bisa dipakai sampai bosen…..!! Tinggal cuci berkala kalau kotor.

Berbeda saat memilih Ponsel jaman dulu dimana SF lebih mengutamakan fitur dibandingkan keawetan baterai. Saat ini SF lebih memprioritaskan ketahanan baterai dibanding fitur. Maklum untuk masalah aplikasi cukup mudah  bagi ponsel jaman sekarang untuk download sendiri. 

Xiaomi redmi note 3 (minote3) yang jadi gadget SF sebelumnya memang cukup lumayan, namun ada beberapa kelemahan fatal minote3 yang bagi SF tak termaafkan…

1. Slot simcard hybrid yang sangat memuakkan!!! Slot 1 bisa menampung sim card micro. sedangkan slot 2  diperuntukkan untuk  nano sim card saja atau memory card saja…  sudah SF coba beberapa tutorial modif slot 2 agar bisa menampung simcard plus microSD bebarengan, namun gagal (sampai korban 2 simcard berisi paket internet)

2. Respon screen rotation sangat lambat bahkan beberapa kali ga merespon. 

3. SF beli versi 16 GB Internal memory . Awalnya SF pikir memory segini cukup karena SF tambah sendiri dengan micro SD 32GB. Namun ternyata internal memory 16GB ga cukup bagi SF… karena semua aplikasi terdownload pada internal memory dan ga ada opsi dipindah ke micro SD. Akhirnya sering dapat warning internal memory full. (gadget mania yang ngincer ponsel ini mending milih yang 32 GB)

Berhubung bundaFaiz juga kepengen HP baru, jadi SF berikan HP xiomi tersebut. Bunda jelasnya seneng dengan xiaomi… gaperlu pakai 2 simcard karena di rumah full wifi, ga suka tampilan landscape, dan ga pernah download aplikasi yang menguras memory… klop dah… bahagia dah Bunda dapet HP yang awet baterenya

Untuk penggantinya SF jelas pilih HP yang lebih Gokil ketahanan baterenya…. yup Asus Max….!!! Batere 5000 mAH (1000 mAH lebih dibanding minote3)


Tiga masalah utama minote3 diatas langsung terselesaikan…  

1. Ada 2 slot simcard dan 1 slot micro SD yang terpisah!

2. Rotasi layar ga pernah masalah

3. Memori internal 32 GB

Memang beberapa fitur berkurang , namun kebutuhan SF sudah terpenuhi lewat asus max…. ketambahan lagi bonus ketahanan batere lebih edan dibanding minote3.

Komparasi pemakaian harian xiaomi redmi note 3 vs asus max ntar nyusul ya…
Nb: semoga bulan depan lebih aktif ngeblog karena kesibukan mulai berkurang