rider

All posts tagged rider

Sebelumnya memang sering berpapasan atau menyalip rider cewek pengguna Nmax dijalan. Namun baru Jumat kemaren SF sengaja buntuti cewek rider Nmax dijalanan padat di jln Bekasi Timur.
Tiap Jumat pulang kerja jalanan memang terasa lebih padat. nampak sekali si mbak-mbak pengguna Nmax tersebut sedikit kesusahan menjinakkan Nmax. Nampak sedikit keraguan bermanuver di antar kendaraan. Tidak ada acara miringin motor untuk mempersempit radius putar… jelas hal ini karena bobot Nmax yang setara  motor sport.
Saat SF konfirm ke Bundafaiz yang seminggu sekali riding Nmax, pada kondisi macet merambat Nmax memang sedikit menyusahkan… apalagi untuk cewek bertinggi normal (160cm). Duduknya sedikit maju diujung jok, kudu sabar karena memang susah selap selip.

image

Jinjit balet... menyusahkan dikemacetan, namun setir tergolong ringan

Namun saat SF nanya enak mana pake Nmax atau spin (motor harian bunda sekarang)…
“Jelas enak Nmax!… meski besar dan berat namun setirnya enteng dan stabil”
Mungkin karena setangnya lebar kali jadi enteng….
Apa ninja gw jual ganti punya honda yang bakal keluarin motor selonjoran lokal? :mrgreen:

Masing-masing orang punya karakter berbeda, ada yang angin anginan ada yang konsisten ada juga perubahan kondisi yang bikin minat seseorang berubah.
Ini berlaku pada hobi. SF sendiri orangnya konsisten dari dulu suka yang namanya motor, ngegame, dan piara binatang. Kalau ada hobi baru yang menggoda gampang banget SF terjuni dan ingin totalitas… tapi waktu luang serta dana itu terbatas… jadinya ya yang memungkinkan saja yang dilakoni. Continue Reading

Macet yang tidak bisa diprediksi! itulah kondisi jalanan di Ibukota. Jalanan yang biasanya lenggang tiba-tiba macet total dengan penyebab yang sepele. Sudah diantisipasi berangkat lebih pagipun rasanya ga membantu, Tetap banyak yang telat masuk kantor, terutama pengendara mobil.

Saat macet, ketepatan waktu sampai ditempat kerja sangat diperlukan. Terlebih pekerja kantor seperti SF ini. Potongan gaji saat telat lumayan berat. Telat beberapa menit saja potongan gaji cukup buat sarapan beberapa hari. Belum lagi jika keterlambatan waktu diakumulasikan dalam setahun, melebihi beberapa jam tertentu tanpa alasan yang tepat akan mendapat sangsi dari instansi. Itulah sebabnya jam tangan mutlak diperlukan.

Untuk motor, jam tangan dianggap lebih praktis dibanding harus melihat jam di HP. Apalagi jika trayeknya sering macet, susah cari tempat untuk berhenti, nekat berhenti diklaksoni pengendara dibelakangnya. Apalagi kalau pengendaranya tipe pekerja yang “tepat Waktu” maksudnya nyampai kantor tepat 1 menit sebelum terlambat 😆 . eman berhenti sejenak untuk melirik jam di HP. Ingat melihat layar HP (apalagi SMSan) sambil mengemudi sangat berbahaya! Beruntunglah beberapa motor sudah ada jam digital menyatu pada speedometernya. Kalau mau modifikasi gampang sih sebenarnya. Bisa beli jam digital variasi atau paling simple dan murah… beli jam murahan dipinggir jalan/ dipasar malam. seharga 20rban lah. lepas gelangnya trus tempel dimotor pake double tape. maling pun ogah meliriknya 🙂 asal jangan tempelin Rolex di motor ya :mrgreen:

Untuk pengendara mobil juga demikian. Beberapa mobil memang menyediakan fitur penunjuk waktu di headunit atau di dashboard. kalau ga ada bisa beli produk multi fungsi seperti punya SF ini.

atau paling simple ya pake jam tangan, lebih praktis dan bisa dibawa kemanapun. Bagi pengendara mobil kegunaan penunjuk waktu lebih darurat lagi. Beberapa waktu lalu beberapa rekan pengendara mobil selamat dari jebakan macet dan sampai kantor tepat waktu. Pasalnya saat macet total karena ada truk kontainer mogok di daerah plumpang. Beberapa rekan memarkir mobilnya di warung makan/ perkantoran terdekat. Ada yang cari Ojek, dan ada juga yang nekat jalan ke Kantor (sekitar 2-3 Kman).

Tips bagi biker, terlebih bagi yang suka turing :

1. kedap air dan guncangan

2. gelang lebih baik stainles steel atau minimal karet, hindari kain atau kulit karena rentan jamuran jika sering kena air

3. punya fitur pendukung seperti auto light on (backlight otomatis nyala saat jam dihadapkan kemuka, Casio punya fitur ini)

4. fitur lain yang mungkin berguna bagi pengendara : kompas, alarm, stopwatch, dll

 

Bukannya promosi, setahu SF jam tangan yang memenuhi syarat diatas misalnya keluaran casio seperti seri edifice, protrek, Gshock.

edificeSF sendiri pengguna casio Edifice EFA121, Sukup puas dengan kinerja jam tangan ini, tapi ada rasa bosen juga. Pengen sih ganti seri casio lain seperti Protrek yang menggunakan tenaga matahari (Tought Solar). Enth kenapa SF sendiri suka model sporty analog+digital namun agak resmi menggunakan steel band (Gelang logam).. Seperti ini misalnya :

protrek titanium

tapi budgetnya kepake terus 🙂

 

.

Setelah dihinggapi perasaan ga nyaman riding motor selama 4 bulan ( apalagi riding si Bolot) hari ini akhirnya SF memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan fistula ani. Hal itu setelah berbagai pengobatan belum berhasil mengatasi penhakit ini, mulai dari konsumsi jinten hitam alias habbatussauda,pengobatan dari dokter,hingga konsumsi daun ungu.. tetep ga berhasil. Setelah googling sana-sini ternyata untuk sembuh total harus dilakukan operasi. Beda dengan wasir stadium 1 atau 2 yang masih bisa diatasi dengan pengobatan rutin.
Hasil googling juga mengantarkan SF pada klinik wasir safute , awalnya saya pikir dia ga bisa nangani fistula.. eh setelah konsultasi (gratisss lagi :D. ) ternyata bisa. Yang bikin SF tertarik adalah cepatnya proses operasi, biayanya yang lumayan terjangkau,serta tempatnya ga terlalu jauh dari rumah. Menurut pengakuan pasien pada blog klinik ini, rata-rata puas pada keramahan dokter serta proses penyembuhan penyakitnya. image

Proses operasi akhirnya dimulai.. Rasa sakit hanya terasa pas nempel jarum suntik di punggung telapak tangan kanan. JAM 10.30 WIB mulai dibius total sekitar jam 11.40 an SF tiba-tiba terbangun dan sedang diskusi dengan dokter soal motor. :mrgreen: Ternyata dokter anestesinya pengguna setia pulsar, dulu pemakai P180 sekarang P220 . Dokter ini juga sangat mengetahui dunia roda dua tanah air. Ngomong soal teralis, mesin satria yang harusnya untuk motor cowok, sampai keinginannya meminang N250 Fi. Baru kemudian SF nyadar… loh dok operasinya kapan? Dianya ketawa.. “sudah selesai” 😆 setengah ga percaya mendengar itu. Tapi memang rasanya benda mengganjal yang selama ini membuyarkan kenikmatan riding SF sudah ga ada. Dasar biker …abis operasi ketika pengaruh bius hilang dan SF sudah sadar betul, langsung pulang nyetir motor sendiri :mrgreen:. Padahal rencana semula setelah operasi,adik SF bawa motor dan SF naik taksi. Pas nyampai rumah pengaruh bius lokal mulai menghilang dan SF mulai merasa sedikit perih dan ngilu pasca operasi. Sakit pasca operasi jelasnya lebih berkurang dibanding saat menderita fistula ani. Nah seminggu ini diusahakan SF harus bedrest untuk penyembuhan optimal.

Menurut SF pengalaman menyaksikan kelakuan rekan semasa muda saat itu sedikit berbau show off alias pamer, maklum masih abg banget. Ingat betul saat itu turing bareng ke Malang. Ada dua orang boncengan motor bebek yang posisinya didepan SF. Di jalanan sepi tiba-tiba mereka berdua saling bertukar posisi saat motor dalam keadaan jalan!!!! Awal mulanya boncenger berusaha meraih grip gas, setelah laju motor bisa dipertahankan si rider setengah berdiri kesamping kiri sambil memegangi setir sebelah kiri, lantas siboncenger bergeser kedepan dengan mencondongkan badan kekanan, sedangkan si rider mundur dengan badan condong kekiri. Hadeww… kalau dipikir… begitu murahnya mereka menghargai nyawanya. Kalau ada cewek seksi nyebrang apa ga buyar konsennya tuh 🙂  . Fotonya mana??? Ya ndakk ada wong flashback memory kok :mrgreen:
kalo dipikir-pikir semasa muda memang kelakuan kita ngawur dan ga logis. Kebut-kebutan, modif aneh-aneh, kelakuan ga masuk akal yang tujuannya sekedar untuk pengakuan. Ga munafik juga sih….SF dulu juga tukang kebut yang ngawur. Ga terhitung lagi berapa kali jatuh… untung Allah SWT masih sayang. 
Kalau pengalamanmu gimana saat ABG ? Monggo share…

image

Jarang banget cewek yang tau seluk beluk motor, taunya jika motor sudah ga enak komplain ke lakinya :-). Karena itu SF berusaha bikin motor istri dalam kondisi prima. Mumpung seneng modif, sekalian saja motor dibikin lebih nyaman dan safety. Ban ganti tubeless dan setingkat lebih besar dari ukuran standarnya, pasang windshield agar melindungi sikecil dari terpaan angin dan debu, upgrade pengereman, dll

jangan abaikan juga perawatan rutin motor misalnya kapan saatnya ganti oli, servis, melumasi bagian2 penting (rantai, tuas rem, kabel rem, selongsong gas, dll) . Setidaknya itu dilakukan SF jika sempat.  Tapi seringkali untuk hal2 sepele seperti ganti oli, bohlam putus, bundafaiz bisa langsung kebengkel dengan sebelumnya SF pandu apa saja yang harus diganti biar ga ketipu bengkel. Maklum wanita rentan dikelabuhi saat betulin motor, meski ga semua bengkel demikian. Entah disuruh ganti parts yang ga perlu diganti, harga dimahalin dll. Masalahnya jadi lain jika bengkel bagus dan jujur. Biasanya rame dan antri,jadinya cewek males antri ditempat yang mayoritas cowok itu. So… kita lagi yang repot. :mrgreen:  ndak masalah asal istri senang, nyaman dan aman. 🙂

image

Semenjak SMA SF rutin membeli tabloid otomotif. Berbagai tabloid pernah SF beli.. sampai endingnya SF jarang beli lagi karena tabloid itu isinya modif-modif aneh mulai ceper, orbital wheel, hingga ban cacing. Sekali- sekali sih beli kalau headlinenya menarik 🙂 
Nah kesempatan memperluas dunia permotoran datang lagi pas awal kerja dan dikantor ada akses internet, disitulah SF mengenal yang namanya indomotoblog dan dunia perbloggeran. Tiada lagi beli tabloid  :mrgreen:  klo dipikir-pikir internet berpotensi mengurangi omzet tabloid otomotif ya. Googling informasi dari dunia maya, mantengin forum-forum roda dua dan ngubek-ngubek artikel blogger bisa mendapatkan informasi terfokus yang diinginkan. Beda jika beli tabloid otomotif… 🙂  tapi bukan berarti ga ada guna beli tabloid tersebut.. mereka punya jaringan luas dan modal yang kuat dibanding blogger, tentunya tabloid bisa memuat informasi lebih mendalam (jika artikelnya objektif.., :mrgreen: ), tabloid otomotif juga menjadi pilihan bagi rider yang ga punya akses internet…
image
Sedikit masukan bagi rekan-rekan pers hendaknya konsekwensi moral dalam menerbitkan artikel lebih diperhatikan. Hindari menulis artikel tentang racun-racun modif ga bener, karena banyak kaum labil yang membacanya. Dengan gaya bahasa tingkat tinggi didukung foto2 keren tentunya bikin abg ingin mempraktekkan pada tunggangannya.
Ceper.. ban cacing… dll ??? grow up Men !!!

image

Kemaren saat googling cari ilustrasi gambar ga sengaja nemu artikel mengenai biker tertua di Inggris (atau bahkan didunia ??? ) bernama Reg Scott yang bikin takjub. Kakek ini berusia 94 tahun, 74 tahun menjadi pengendara motor. Awalnya karena ga mampu beli mobil eh sekarang malah keterusan 🙂 , meski sekarang punya mobil tetap saja milih naik motor, seminggu bisa 4 kali riding motor. Mobil digunakan  khusus untuk cuaca buruk. 😛
Motor yang pernah jadi koleksinya yakni  Norton 16H 490cc, BMW Boxer 1000, Triumph Tigress 250, Honda Deauville 650, dua buah Honda CBS 600s, Honda 125 dan saat ini riding Honda  CBR 250. Meskipun sudah ga berani ngebut tapi kakek ini biasa riding hingga 60 mill/jam ( hampir 100 kpj dibilang ga ngebutt??? :mrgreen: )  doi terpaksa downgrade motor dengan power lebih kecil karena motor besar makin susah di tangani untuk rider seusia dia. Dia berniat tetap bermotor sampai ga mampu riding lagi !!! Jika dikira-kira Scott sudah menempuh 384,800 mill atau setara dengan mengelilingi dunia15 times!!!!
image

Salute dah sama kakek satu ini…. mencapai usia 80 an saja sudah sangat susah bagi kita, apalagi berusia 94 tahun dan masih sanggup riding sepeda motor!!!! Yang jelas kudu ekstra waspada… kecelakaan kecil saja bisa fatal akibatnya. Selain karena kondisi tulangnya yang rapuh, proses penyembuhan lukanya makin sulit.