Image!!! kekuatan lawan terberat….

Sudah kebiasaan bagi SF, selalu berusaha ngobrol dengan orang sekitar (klo pas mood ya… ). Saat ganti Jok Spin SF ngobrol dengan pengrajin Jok yang kebetulan motornya Yamaha Fino.

wpid-wp-1434289517478.jpeg

SF penasaran apakah sudah ada Nmax yang sudah ganti Jok model eksklusif yang sedang tren saat ini. Obrolan berlanjut.. dari alasan doi milih matic yamaha karena tarikan yang mantab sampai akhirnya berlanjut ngomongin sport 250 CC. Continue reading “Image!!! kekuatan lawan terberat….”

Pembatasan Jarak Tempuh Motor? *#*##^^#&^&*@!!!!!

Baca artikelnya mbah bons jadi ikutan mumet… ( baca : http://bonsaibiker.com/2015/06/03/jrak-tempuh-motor-segera-dibatasi-bijimana-menurut-agan-sekalian/ )

Ini pendapat SF:

Perbaiki dulu moda transportasi… ! tambah armada! murahin harganya…! emang rakyat kecil pengguna motor cukup duitnya buat beli tiket mudik…! sudah pernah beli tiket KA ekonomi saat lebaran belum? bagaimana beratnya perjuangan beli tiket KA…. ? Pernah desak-desakan rebutan bus di terminal?

Siapa sih dewan yang bikin sengsara rakyatnya sendiri, dengan menyetujui wacana ini?!

aturan ini sangat riskan menguntungkan beberapa pihak dalam mengeruk pundi uang…. dalam pelaksanaannya juga yakin bakal rancu… siapa berani nilang gerombolan moge yang dinaiki pejabat / orang ternama apalagi kalau pake pengawalan…. atau malah ada pasal pembatasan jarak tempuh tidak berlaku untuk moge? Bagaimana dengan motor luar kota yang dikirim lewat paket?*) apa jadi bahan “diskusi” oleh aparat dipinggir jalan?

Mbuh wis makin ga jelas… kagak enak jadi orang kecil… mending milih jadi orang kaya….! beli mobil… siapin duit banyak biar lancar kemana-mana….

bikin saja aturan dilarang miskin ….!

orang ga punya kok malah jadi sasaran “tembak” dijalanan.

*) diamputtt…. motorku ketiganya Plat L (Homebase Suroboyo) dinas sementara di Ibukota….  bakal sering “diskusi” dah kalau aturan ga jelas ini berlaku….

Yuk ikut tanda tangan digital petisi penolakan pembatasan motor lewat jalur protokol…

Sekedar turut forward kabar dari mas bro Arantan, untuk kebaikan pengguna roda dua di ibukota…. Langsung saja bro masuk link berikut
https://www.change.org/p/gubernur-dki-jakarta-pemprov-dki-jakarta-pemprov-dki-jakarta-hapuskan-larangan-sepeda-motor-hi-medan-merdeka-barat?recruiter=204942651&utm_source=share_petition&utm_medium=facebook&utm_campaign=share_facebook_responsive&utm_term=des-lg-no_src-no_msg&utm_content=rp_petition_fb_share_desc%3Acontrol

Tinggal isi nama, email, kode pos agar pemerintah tidak seenaknya merebut hak pengguna jalan khususnya roda dua.

Pemda Jakarta berulah… declare war terhadap pengendara roda 2 nih

image

Pembatasan beberapa ruas jalan protokol terhadap kendaraan roda dua benar-benar menghantam telak pengendara roda dua. Pengendara roda dipaksa naik angkutan umum yang konon digratiskan dengan jadwal tertentu dan kapasitas tertentu… 

Continue reading “Pemda Jakarta berulah… declare war terhadap pengendara roda 2 nih”

Efek positif dan negatif persaingan industri roda dua

image

Dulunya saat differensiasi begitu jelas antara honda dan merk lain.. honda seakan berada diatas angin karena terkenal motor-motornya awet dan irit, sedangkan lainnya berebut jual motor murah atau kenceng.
Ga salah jika motor dulu terutama honda yang duluan main di 4 tak terkenal punya mesin yang bandel… tapi sekarang apakah motor-motor sekarang seawet dulu? Ga jauh-jauh deh  contohnya motor SF sendiri saja daripada pake yg lain bisa bikin kobong 😛 .
image

GL Max dulu keluaran thn 95 (klo ga salah) sekitar 40-50 rb km baru ganti kamrat, lah tiger 2004 baru 10rb atau 20rb dah kendor minta ganti. Belum lagi katanya motor sekarang pake plat dan bodi yang lebih tipis. Itu salah satu efek negatif persaingan yang makin sengit di industri roda dua. Persaingan bikin biaya ditekan semaksimal mungkin untuk menekan harga. Namunnn… disamping itu persaingan sengit juga memicu peningkatan berbagai fitur agar produk memiliki nilai lebih dibanding kompetitor… dan ini terjadi disemua pabrikan roda dua.
So motor makin canggih dan makin kaya fitur tapi harga bisa ditekan… coba dilogika… apa yang dikorbankan? Jelasnya profit dan …… ( jawab sendiri) 🙂

Cukup ngenet aja dapet info apapun, masih perlukah tabloid otomotif?

image

Semenjak SMA SF rutin membeli tabloid otomotif. Berbagai tabloid pernah SF beli.. sampai endingnya SF jarang beli lagi karena tabloid itu isinya modif-modif aneh mulai ceper, orbital wheel, hingga ban cacing. Sekali- sekali sih beli kalau headlinenya menarik 🙂 
Nah kesempatan memperluas dunia permotoran datang lagi pas awal kerja dan dikantor ada akses internet, disitulah SF mengenal yang namanya indomotoblog dan dunia perbloggeran. Tiada lagi beli tabloid  :mrgreen:  klo dipikir-pikir internet berpotensi mengurangi omzet tabloid otomotif ya. Googling informasi dari dunia maya, mantengin forum-forum roda dua dan ngubek-ngubek artikel blogger bisa mendapatkan informasi terfokus yang diinginkan. Beda jika beli tabloid otomotif… 🙂  tapi bukan berarti ga ada guna beli tabloid tersebut.. mereka punya jaringan luas dan modal yang kuat dibanding blogger, tentunya tabloid bisa memuat informasi lebih mendalam (jika artikelnya objektif.., :mrgreen: ), tabloid otomotif juga menjadi pilihan bagi rider yang ga punya akses internet…
image
Sedikit masukan bagi rekan-rekan pers hendaknya konsekwensi moral dalam menerbitkan artikel lebih diperhatikan. Hindari menulis artikel tentang racun-racun modif ga bener, karena banyak kaum labil yang membacanya. Dengan gaya bahasa tingkat tinggi didukung foto2 keren tentunya bikin abg ingin mempraktekkan pada tunggangannya.
Ceper.. ban cacing… dll ??? grow up Men !!!

Apakah Yamaha Makin Terpuruk Akibat Serangan Honda?

image

Strategi Honda apa sih yang bikin Yamaha kelabakan? Untuk produk selevel, honda menambah fitur dan mengurangi harga! Seakan ingin menunjukkan bahwa produk pesaingnya overpress. Ga hanya sekali loh Honda melakukan ini. Just take a look : beat vs mio, blade vs jupiter, byson vs NMP dan terakhir xeon vs Vario 125. Jangan-jangan nantinya Vixion vs teralis juga demikian!? Tunggu tanggal mainnya 🙂
Adalagi keunggulan AHM, variannya komplit! Segmen apa yang dimiliki AHM namun ga dimiliki YIMM : 250 cc (CBR250), light sport fairing (CBR150) matic retro (scoopy), matic premium (PCX). Nah yang berani dilawan cuma si scoopy melalui Fino, yang lain  ga ada kabarnya. 🙁  Jika dalam 1-2 tahun ini ga ada kejutan signifikan dari YIMM, siap-siap saja deh kehilangan loyalis. Mbok yo sekali-sekali dengerin teriakan loyalismu, beri sesuatu yang melebihi ekspektasi, jangan cuma mikirin jualan quantity namun flagship dicuekin.
Logikanya mo nyerang balik AHM sih gampang, upgrade produkmu yang diserang dengan AHM dengan memberi fitur lebih dan harga lebih murah serta lengkapi varian produkmu. Klo ndak sanggup, yo wiss …terima apa adanya selalu jadi nomer dua dibawah bayang-bayang AHM.
Mana semangat Yamaha  dulu yang berani head to head dengan Honda. Kangennn rek….!

2011 tahun pertarungan 2 raksasa, diantara keberhasilan Honda dan Kemerosotan Yamaha

image

Patut diapresiasi usaha Honda ditahun 2011, malah boleh dikatakan seumur hidup baru kali ini Honda gila-gilaan strateginya untuk menyabet semua lawannya. Strateginya cukup ciamik! Palugada alias Apa yang lu mau gua ada! (Pinjem istilahnya TMC)  🙂 Mulai dari menggelontorkan produk- produk baru mulai motor bebek hingga sport versi internasional, menghapus image overpriced dengan menjual produknya lebih murah dari pesaing, iklan yang cenderu adem, dll dengan demikian penguasaan pasar honda semakin menguat dari bulan ke bulan selama 2011 ini. image
Bagaimana dengan Yamaha? Berbagai problem bikin pabrikan ini merosot penjualannya di 2011. Produk baru yang fenomenal hanyalah byson dan xeon, sedangkan lainnya ga banyak membantu. Liat saja new Scorpio hanya image miring yang beredar di kalangan biker : headlamp klingon, spesialis shock ambles, cc gedhe tenaga lemot dll. Faktor lain adalah MotoGP, nampaknya Yamaha membuat blunder disini. Meskipun mensponsori siaran langsung motoGP di salah satu TV swasta, namun dengan hengkangnya Rossi serta tidak berdayanya Lorenzo menghadapi Stoner bikin pamor Yamaha redup. Dengan motto yang cukup mengintimidasi “Yamaha semakin kedepan, yang lain makin ketinggalan” malah menjadi boomerang.
image
Bukan itu saja yang menyebabkan gagalnya Yamaha tahun ini, pucuk pimpinan marketingnya Bpk Paulus hijrah ke Suzuki. Komentar petinggi Yamaha juga ambil andil dalam menyakiti konsumennya seperti tidak ada rencana memasukkan R15 karena sudah banyak kemiripan dengan Vixion :(, serta tidak cocoknya motor reto matik masuk Indonesia. Coba liat iklannya Yamaha yang provokatif, MX lewat semua buyar, pake nyindir-nyindir produk sebelah lagi. Fazer yang sempat muncul isu dan spyshootnya hilang ditelan waktu.

image
R15 lenyap, Fazer pun menguap. So Andalan dikelas sport hanyalah Vixion. 
Bukannya saya FBH loh ya…. lah wong saya sering bikin artikel mencibir tiger kok 🙂 tapi Honda memang membuat banyak pilihan untuk konsumen, dan beberapa kali memanjakan pecintanya dengan menghadirkan motor yang kelebihannya tidak dimiliki kompetitor, sebut saja motor sport kenceng canggih ada, motor elegan ada, retro klasik ada, motor irit banyak, matic dan bebek semog ada, bebek cakram belakang murah laris. Pokoknya Pasar luas dan sempit semuanya dimasukin.
Yamaha kudu bangkit tahun depan, perbaiki dulu imagenya baru mikir gedhein untung! Bikin terobosan yang ga dapat prediksi, misal : byson bermesin 225 injeksi, bikin cakram belakang di bebeknya dan jual di bawah harga pesaingnya, masukkan Fazer 250, fino, dan R15 sebagai wujud permohonan maaf ke loyalisnya, trus iklannya diperbaiki jangan yang profokatif terus, eh ya tindak juga dealer-dealer nakal yang menolak atau mempersulit pembelian secara cash.
Semoga 2012 semakin cerah bagi dunia permotoran Indonesia.
Hidup jalanan macet ! :mrgreen:

YMKI, Produsen Motor Paling Berjasa di Indonesia

Teringat  tahun 1996 saat smartf41z baru akan dibelikan motor oleh Ortu. Saat itu yang diinginkan samrtf41z adalah motor yang digemari anak muda yakni motor laki semacam Suzuki RGR150cc, Yamaha RXZ 135cc, atau Honda Tiger. Apa daya Ortu punya budget terbatas dan mensyaratkan merknya harus Honda (seperti pemikiran orang tua dulu, beli motor merknya harus honda). Waktu itu adalah jaman kejayaan AHM karena satu-satunya produsen yang konsisten menjual motor 4 tak yang terkenal bandel dan irit. maka saat itu pilihan yg sesuai budget hanya GL Max. Mau ga mau harus saya terima, meski saat itu GL Max/Pro dicap sebagai motor om-om atau bapak-bapak. Sampai tahun 2005 SmartF41z baru mampu membeli motor sendiri, dan yang terbersit dalam benak hanya motor Honda Tiger yang saat itu terkenal superioritasnya. Sedangkan yamaha, suzuki dan kawasaki tetep saja belum mengembangkan produk 4 taknya. Smartf41z sendiri ga begitu suka dengan motor 2 tak.

Namun itu dulu…. beberapa saat kemudian YMKI ngamuk besar2an, sedangkan Honda masih terlena pada kekuasaannya. Bahkan beberapa tahun belakangan SmartF41z sempet kecewa  sama AHM.  Alasannya yakni stagnan dalam mengeluarkan produk, harga overpriced , mesinnya paling jadul dan lemot, cuma ahli bikin striping, dan cuma pinter ganti bodi. Yang saya inget saat itu honda cuma punya 3 basis mesin untuk supra/grand/revo 100cc dan GL series (125,160 dan 200cc), yang terbaru 125cc buat karisma/kirana.

YMKI bener2 memanfaatkan keterlenaan Honda ini. Yakni dengan mengeluarkan produk- produk yang Smartf41z rasa dalam kategori super karena bener2 membelokkan mindset konsumen roda dua khususnya pencinta honda. Produk yang saya maksud  berturut2 mulai Jupiter/ Vega series, Vixion, dan Mio. Tiga produk inilah yang berhasil dengan telak memborbardir pasar dan bener2 mengganggu sang penguasa pasar. Bahkan dalam 2 tahun terakhir hampir menggulingkan kekuasaan AHM didunia permotoran Indonesia dengan penguasaan Yamaha pada segmen matic dan motor sport, bahkan bebeknya pun mulai merongrong pangsa motor honda.

Efeknya sungguh luar biasa. AHM seperti Raksasa yang dibangunkan dari tidurnya dan segera membenahi lini produknya mulai dari supra 125, vario, beat,CS1, scoopy, techno , NMP, Spicy pun digelontorkan dan bahkan mendatangkan motor kelas dunia semacam PCX, CBR 250 dan 150. Hebatnya motor2 tersebut keluar dalam waktu yang berdekatan seolah2 AHM ingin menunjukkan kekuatan sebenarnya pada YMKI. Smartf41z pun sekarang mulai menaruh respect terhadap AHM karena benar2 memanjakan konsumen. Bagaimana tidak! AHM memberikan pilihan lengkap kepada konsumen dengan menawarkan hampir semua jenis motor yang memiliki keunggulan berbeda-beda. Ingin bebek irit ada Supra 125, ingin bebek kenceng ada CS1, ingin motor sport irit dan stylist ada New Megapro, ingin matic irit ada Beat, matic canggih ada Vario techno, matix lux ada PCX, ingin kenceng dan canggih ada CBR 250 dan 150. Bahkan Honda juga masih menawarkan konsumen yang ingin bernostalgia dengan motor sport classic yang ada sejak tahun 1994, yup…. honda tiger! “sang Legenda” yang cuma bisa ganti bodi. 🙂

Andaikan YMKI saat itu tidak habis2an mengeluarkan produk unggulan, bisa jadi AHM hanya bisa jadi tukang ganti striping dan ganti casing doang, bisa jadi Suzuki ga nyerobot GMnya YMKI untuk mulai lagi ikut meramaikan pertarungan, bisa jadi Bajaj dan TVS pun ga jual produknya dengan harga super murah, atau bisa jadi Kawasaki ga menciptakan pasar baru dengan memasukkan “mini moge” ninja 250.

Dengan persaingan yang semakin ketat konsumen pun diuntungkan. Karena produsen bakal berpikir ulang untuk keluarkan produk yang overpriced dan produk yang tidak berkualitas karena dijamin calon konsumen bakal lari ke tetangga sebelah. Meski kapasitas produk yang terbatas, masih besar harapan agar Yamaha kembali kejalur yang benar dengan mengeluarkan produk-produk “super” sesuai dengan keinginan konsumen setianya, jangan sampai loyalis pindah ke lain hati gara-gara ga ada yang bisa dibanggakan pada yamaha. YMKI, sadarlah kalau R15mu dan Fazermu ditunggu pecinta roda 2 Indonesia!

Sebagai blogger awam Smartf41z hanya bisa memberi masukan:

1. Bangun Sport bermesin Scorpio boreup 250 aka fazer, sukur-sukur injeksi, desain bodi cukuplah meniru byson, dan kalau bisa pakai kick stater dan standar tengah, agar menjadi satu- satunya motor sport 250cc yang cocok buat harian. Mending ciptakan lahan baru daripada ikut bersaing dengan AHM dan KMI dikelas 250cc.

2. R15 hendaknya diproduksi diIndonesia sehingga sanggup perang harga dengan CBR 150

3. Upgrade vixion dengan kaki2 lebar dan spedo digital. motor sport memang memberi kontribusi yang sedikit pada penjualan. Tapi ingat pencitraan produk sangat tergantung pada segmen ini, apalagi pada produk flagship. Sedangkan Yamaha saat ini tidak mempunyai produk flagship.

4. yang terpenting, bikin matic dan bebek yang irit untuk selamatkan langit Indonesia (dan kantong konsumen tentunya, he3…). Mengingat segmen matic dan bebek adalah penyangga tulang punggung perusahaan.

Sedangkan saran buat Honda biarlah tetap mempertahankan Tiger  biar FBY punya bahan untuk memborbardir FBH. he3…