rugi

All posts tagged rugi

Salah satu yang bikin pengguna Nmax terhadap Aerox adalah ban belakang yang diameternya lebih besar.

Apa sih keuntungan roda besar? Velg dan ban lebih besar artinya meningkatkan kemampuan motor  melahap kontur jalan ga rata, daya cengkeram roda juga bertambah.

 Iseng-iseng SF googling apakah bisa Nmax yang basis mesinnya sama dengan Aerox diganti velg 14″. Ternyata malah ketemu penjual velg lebar aftermarket untuk Nmax dengan diameter 14″…. monggo ubek2 saja toko online… gampang nemunya… 


wohhh… sempat kepikiran dan kebawa mimpi kalau Nmax bakal ganti sepatu baru yang lebih kekar… 

namanya mimpi logikanya disingkirin dulu…. 🙂

Nah begitu sadar SF berusaha memikirkan konsekwensinya jika velg dan ban bawaan Nmax diganti 

1. Beban motor jelas bertambah. lah velgnya tambah kekar, bannya juga lebih gambot…. belum lagi velg besar bikin rasio berubah. Nah mungkin bisa disiasati dengan penggantian roller agar laju Nmax tetap enteng. Ada resiko juga spedometer bakal ga akurat

2. Velg aftermarket kualitasnya belum teruji.

3. Ganti diameter velg otomatis ban lama kudu disingkirin costnya nambah.

4. Nmax telah didesain memakai velg 13″. Ada keraguan bagi SF, bisakah velg 14″ dengan ban yang lebih gambot muat di kolong Nmax tanpa ubahan . Let say produsen velg aftermarket sudah meresearchnya dan menjamin OK…. satu lagi yang bikin gamang…. Nmax SF telah memakai shock belakang yang jauh lebih empuk dibanding bawaan Nmax… sehingga jarak main shock bertambah artinya saat beban penuh dan kena polisi tidur apakah velg dan ban lebih besar ga gasruk spakbor… berarti soal ini kudu nunggu pengalaman pemakainya.

5. 1 lagi yang utama yang bikin SF langsung mengurungkan niat mengganti velg Nmax. Ketinggian motor akan bertambah… memang lebih OK buat jalan bergelombang dan polisi tidur… tapi menciptakan masalah baru… SF mungkin ga masalah ketinggian motor bertambah… lah nyonya kan juga sering pakai motor ini… sekarang saja Nmax dianggap sedikit ketinggian… lah kalau nambah tinggi bisa protes doi…. ! 

Jadi…disimpan erat erat gedhein velg Nmax…. 

Blogger yang tergabung dalam wordads tentunya ngeh akan hal ini… SF sendiri baru sadar saat awal bulan ini terima pencairan dana dari Paypal yang SF tarik dananya ke bank lokal…
Pencairan dollar ke rupiah per tanggal 1 oktober 2015 oleh paypal menggunakan rate Rp.14.236

image

Continue Reading

ertiga pasca mudik

Saat mudik kemaren barang-barang sengaja SF tempatkan diatap agar kabin mobil bisa dimaksimalkan untuk ruang istirahat. Penempatan barang di atap ertiga SF termasuk safety kok karena memakai roof rack + Roof bag. Jadi ga pakai barang yang diiket seadanya.

Ada beberapa hal yang ingin SF sampaikan dalam pemakaian roof bag :

– Pemasangan roof bag sangat mempengaruhi stabilitas dan performa mobil. hal ini sangat terasa pada kecepatan 100kpj mobil terasa sedikit bergoyang. lari mobil juga terasa berat serasa ada yang “nggandoli” alias menahan laju mobil. Pernah SF paksa lari hingga 120 kpj, gejala goyang makin berat, kecepatan mobil juga terasa sangat lamban naiknya

roof box

Continue Reading

image

Sebagai orang awam di dunia roda empat mitos mobil matic yang hinggap dalam pikiran adalah boros bensin, perawatan mahal, harga mobil barunya lebih mahan namun harga jual kembali jatuh…., berdasarkan artikel kemaren (cek disini) Continue Reading

SF –Smartf41z- Paling males kalo disuruh antri di Pom bensin. Begitu belok di POM dan ternyata antrinya panjang langsung deh bablas lagi. Untung saja SF saat akan isi bensin ga pernah mepet habis cadangan bensin di tanki paling tidak masih bisa dipake 1-2 hari kerja lagi. Yang bikin jengkel adalah sering kali petugas POM menganaktirikan pengemudi motor. Liat saja di tempat pengisian 2 jalur, sering kali petugas POMnya cuma seorang doank alias gantian kanan kiri. Makanya antrian terbagi 2, kalo gini sering bikin kecele konsumen saat dia mengira di urutan motor kelima sebenernya urutan 10. Padahal banyak petugas lain yang nganggur di tempat pengisian pertamax dan solar.

Kalo banyak pengemudi seperti ane yang males ngantri, coba hitung saja berapa potential loss yang didapet POM bensin itu. Harusnya pihak POM aware akan hal ini dan memberi pelatihan managemen antri seperti di bank-bank kalo ga ingin mengalami potential loss yang besar, misalnya petugas lebih disiagakan di jam-jam berangkat kerja, karena pada jam-jam segini pengemudi jarang yang bersedia antri. Begitu juga saat jam pulang kerja yang terjadi penumpukan yang luar biasa.  Kalo emang tenaga kerja ga mencukupi, bikin aja kaya di Surabaya/ Sidoarjo sistem pengisian Pom bensin self servis. didepan pompa bensin disediain 1 orang kasir yang menerima pembayaran dan menginput jumlah bensin yang akan diisi konsumen. Bisa jadi 1 orang menghandle 4 pompa (selang bensin) loh asal sistim antiannya rapih.