Scorpio Z malah sengaja diambleskan…

Minggu lalu saat jalan-jalan bersama bunda dan si kecil melihat penampakan agak ganjil dari sebuah Scorpio Z. Motor yang berjalan pelan tersebut tampak sangat rendah GC nya, awalnya SF pikir shock scorpio memang ambles jika dipakai boncengan.. tapi scorpio ini kok cepernya ekstreem banget ya. Karena penasaran SF sedikit melambat agar scorpio itu menyalip sambil SF ngasih kode bunda untuk motret motor tersebut…
image

Entah motor ini sengaja diceperkan atau ada accident (shock patah) sehingga terlihat sangat ceper, tapi SF sempat melihat posisi shock depan dinaikkan ekstreem sehingga bagian depan juga ceper.

Yang jelas miris liat motor ceper disiksa bawa beban berat. otomatis sepanjang jalan motor ini jadi pusat perhatian.
Punya motor kaya gini bakal menyusahkan mengingat diperkampungan Jakarta warganya pada masang polisi tidur ga pake aturan. Sudah tinggi… rapat lagi… belum lagi jalanan di Jakarta banyak bopengnya… bakal mubazir mesin 225ccnya, lah wong jalannya merambat..

Jangan lagi upgrade motor baru tapi performa malah downgrade

image

Beberapa kasus pembaharuan motor oleh pabrikan malah bikin blunder dengan ngemposnya tenaga (disamping modelnya yang ga sesuai selera pasar) , makin merana karena motor itu basisnya adalah motor lama yang hanya ganti kosmetik saja. Bukan hanya itu motor gen baru malah lebih berat. SF ambil contoh dari 2 pabrikan besar yakni Honda dan Yamaha. Yamaha punya scorpio yang awalnya digadang-gadang menggantikan nama besar RX -King, lambat laun model yang awalnya segaris dengan si Cobra bertransformasi jadi motor turing, tenaganya malah disunat dari. Yang awalnya 19ps jadi 18.2ps! Soal berat susah cari data sebanding nemunya diinternet scorpio lawas berat kosong 125 kg dan Scorpio baru berat isi 141kg. Penjualannya merana tetap ga bisa menyaingi tiger (yang sebenernya juga mulai ditinggalkan). Contoh kedua Honda punya tiger, generasi awal 1994 hingga sekarang hanya ganti kosmetik doank ,power turun dari 17.4 ps jadi 16.7 ps berat malah naik dari 125 kg jadi 138kg. Dari beberapa literatur yang SF dapat penurunan tenaga ini untuk mengejar efisiensi (misal perubahan ukuran spuyer yang lebih kecil) serta alat penekan polusi (catalyc converter). Harusnya update motor bikin motor makin mempunyai value lebih bukan malah bikin drop performa. Masak yang dipikirkan dari segi kosmetik doang!

image

Untuk bebek dan light sport dah betul tuh langkahnya, dari karbu naik jadi injeksi, dari injeksi di atur ulang hingga tenaga naik…. model direfresh, performa juga meningkat.. cocok kan?

image

masak untuk sport 200cc keatas tenaga malah disunat, padahal di segmen sport yang sempit ini besar juga power mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Jika mesin sudah dianggap ketinggalan lagi ga bisa upgrade lagi yo wiss ditinggalkan saja, ganti total sama yang baru