selip

All posts tagged selip

Seorang rekan pengguna Vario 110 , curhat kepada SF perihal motor yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Menurutnya motor yang belum menginjak 1000 km ini kurang nyaman untuk stop N Go di kemacetan. Pengakuan dia, muncul getaran serta motor terasa tersendat sendat saat mulai melaju dari posisi berhenti.

Motor sempat di claim garansi ke dealer resmi dan sektor CVT sudah diganti total, tapi enaknya hanya beberapa hari, selanjutnya muncul gejala sama.

Cvt vario

Continue Reading


Beberapa hari lalu seorang rekan kerja pengguna vario mengeluhkan motornya yang bergetar, dan kurang responsif di kemacetan. Kadang juga timbul gejala tersendat sendat saat merambat dikemacetan. SF saat itu menebak jeroan CVT yang jadi masalahnya. 

Benar juga, tadi pagi diparkiran rekan SF tersebut langsung menunjukkan kwitansi servis varionya yang dia simpan di bagasi motornya…

Total 570.000 . Namun saat dijajal gejala tersendat / tidak stabil masih terasa saat merambat. 

Balik ke bengkel , dan ganti sekalian roller dan mangkuknya seharga 180rban (ga ada dalam kwitansi). Penyakit variopun hilang dan lajunya seperti motor baru lagi . 


Lumayan juga jajannya untuk motor yang belum genap melaju 150.000 km… jalanan Jakarta yang kejam plus kekejaman tangan pengendara disinyalir penyumbang terbesar penurunan fungsi CVT kendaraaan.

Untung Nmax SF yang berumur 22.000 km belum pernah ada masalah. Padahal servis saja jarang . terakhir servis KM 10000, selanjutnya ga pernah servis. Tapi rutin ganti oli tiap 2000km. Dan sering sekali buat boncengan 4 :mrgreen:

Handling Nmax saat jalanan basah tetap terjaga dengan baik. diperkotaan, SF lebih Pede manuver menggunakan Nmax dibanding tiger maupun Ninja.
Penyebabnya Grip Nmax meski pakai ban bawaan sangat baik. Tidak mudah ngesot dan selip. Menikung lebih dalam juga lebih berani meski ya ga semiring saat jalanan kering. Saat remnya keterlaluan dan terjadi ngesot pun keseimbangan Nmax cukup baik.

image

Continue Reading

Senin saat pulang kerja kemaren, hujan turun sangat deras ditengah perjalanan… muka dan punggung tangan merasakan dasyatnya hujan. Sempat was-was akan terjadi banjir di perumahan yang SF tinggali…..
Benar saja genangan lumayan tinggi terhampar di harapan indah… saat naik tiger atau ninja genangan sebetis sepele saja dilewati… ternyata tidak buat Nmax…. meski mesin masih menyala namun CVT selip lumayan parah. Sekitar 200meter mendekat kerumah Nmax agak meraung agar bisa melaju.

image

Segini saja palingan dah nyerah si Nmax

Continue Reading

Secara tak sadar atau bahkan disengaja sering kali kita mengolesi rantai dengan oli secara  berlebihan. Setelah pelumasan tersebut percikan oli pada rantai riskan nempel pada ban. Fatal akibatnya jika ceroboh pasca pelumasan rantai… terutama saat tikungan kekiri. Ban belakang motor beresiko selip…
Kebiasaan SF saat melumasi rantai tiger, SF standar tengah si tiger , masukkan gigi 2 atau 3, saat roda berputar tersebut SF lumasi rantai secukupnya dan membiarkan beberapa saat agar oli merata dan ga nyiprat kemana-mana.

image

Ilistrasi nyolong

Continue Reading

Kejadiannya sudah lama mendera honda tiger SF. Saat itu gejala selip kopling terasa pada tiger padahal perasaan ga seberapa ganti kampas kopling. Sepulang kerja SF mampir di bengkel dikawasan ngagel Surabaya. Setelah ganti kampas kopling motor kembali bertenaga.
Tapi beberapa hari  kemudian kembali terasa gejala selip kopling… kontan SF segera mampir ke bengkel yang masang kampas kopling tiger kapan hari.
Continue Reading

Sejenak tertegun saat pukang kerja Jumat kemaren disalip oleh satria FU ban cacing, kalau modif ban tipis pada motor tunggangan memang sangat amat sering SF saksikan dijalanan. Tapi yang bikin lebih heran lagi modif cacingan ini ditambah cakram lebar di roda belakang. Sayang ga sempat SF abadikan karena tablet ada di tas,dan tas ada dalam box.

image

Gambar hasil googling

Pada motor standar kemampuan rem depan kudu lebih pakem dibanding rem belakang… cek semua motor yang memakai rem cakram depan. Kebanyakan belakang masih memakai tromol kan? Opo tumon kebalikannya rem belakang cakram depan tromol ? 🙂
Motor yang pake double disc juga begitu ukuran cakram depan biasanya lebih besar dibanding piringan cakram belakang. Bagi motor moge monggo perhatikan sektor depan memakai dua cakram sedangkan belakang cukup memakai cakram single dengan diameter lebih kecil.
Penggunaan rem depan berfungsi efektif dalam menghentikan laju motor ketika kecepatan tinggi. Kenapa begitu? Saat mengerem makin kencang kecepatan bobot motor akan berpindah kedepan sehingga roda belakang kehilangan traksi, ekstreemnya lihat moto gp saat hard breaking bahkan roda belakang sampai terangkat. Nah pada saat kecepatan rendah atau dikemacetan rem belakang akan maksimal penggunaannya, karena rem belakang ga nggandoli kemudi depan. Jadi saat pengereman menggunakan rem belakang kemudi depan bisa enteng berkelok-kelok dikemacetan dan bagian kemudi motor ga naik turun karena penggunaan rem depan berlebih. Coba kalau di kemacetan pake rem depan terus ya bisa nyundul-nyunduk saat gas rem – gas rem. Dikecepatan rendah pun daya pengereman ga perlu sekuat saat kecepatan tinggi. Itu sebabnya rem depan kemampuannya kudu lebih baik.
Jadi hati-hati saat upgrade rem belakang memakai piringan lebar, terlalu pakem bisa bikin ngesot. Beberapa pembaca pernah bilang ngesot karena skill saja belum mumpungi… hmm kalau panic brake sepertinya susah mengontrol akurat pengereman motor. Kecuali mungkin bagi yang sudah biasa maen di sirkuit…
saya orang umum, skil standar …kalau panic brake meski rem depan di prioritaskan masih sering selip roda belakangnya.

image

SF pikir problem pemasangan 6 per telah selesai, namun nyatanya tiger didera problem yang sama bahkan lebih parah. Selain selip dipagi hari, pada saat macet kopling jadi terlalu menggigit. Meski tuas kopling ditekan habis tetap sedikit nggigit. Saran bengkel per terlalu lunak dan minta diganti. Akhirnya SFputuskan memasang 4 per ori tiger dan 2 per bawaan dengan pemasangan di selang- seling. Hasilnya sedikit membantu, tapi tarikan kopling jadi berat.
Nah.. masalah kembali muncul 8 bulan setelah bongkar kopling terakhir yakni kopling kembali selip.

Sebelum bahas solusi, perlu SF share kenapa awalnya SF beli  rumah kopling 6 per? Karena keunggulannya yang ditawarkan tarikan kopling ringan namun akselerasi meningkat. Salahnya kopling set yang SF beli sebenerya untuk GL Pro. Untuk bisa dipasang di tiger kudu bubut penutup mangkok kopling agar ga mentok pompa oli, serta pompa oli juga harus diganjel ring.  kalau dengan cara kampas atau plat dikurangi hasilnya ga maksimal. Ya..kaya kasus SF ini…
Karena ga mau ribet dan diburu waktu SF putuskan pasang kembali rumah kopling 4 per bawaan tiger. Fyi, jeroan rumah kopling tiger aslinya memakai 4 kampas besar, 1 kampas kecil, sepasang judger spring (berfungsi sebagai pengalus saat pindah gigi) serta 4 plat kopling .

Untuk meningkatkan akselerasi, sekalian SF modif sedikit. Judger spring dilepas, kampas menggunakan 5 kampas kopling besar dan plat kopling menggunakan 5 plat (kebetulan 1 plat bawaan rumah kopling 6 per bisa dipakai). Intinya ganti judger spring dengan sebuah plat kopling. Hampir lupa….4 per kopling sekalian ganti baru karena usia sudah 8 tahun. Setelah terpasang, kendala selip kopling sembuh dan tarikan kopling ringan seperti standar. Bahkan akselerasi jauh lebih galak dibanding standar. Untuk ketahanan diharapkan lebih awet dibanding kondisi standar.

Kembali SF membahas penyakit yang sudah umum menimpa matik suzuki, yakni sektor CVT yang bergetar dan tersendat-sendat diputaran rendah. Beberapa waktu lalu SF bikin artikel soal solusinya. Karena pertimbangan efisiensi waktu dan jaminan jangka panjang SF memilih untuk mengganti kampas kopling dan mangkuknya. Setelah inden seminggu kedua barang itu bisa SF tebus dengan menguras isi dompet… harganya bikin sesek 400 rb!!! Wah motor berusia 23rb sudah ga karuan minta belanja. Berdasarkan saran montir dan setelah baca artikel dari blognya arantan, kampas dan mangkuk kopling ganti milik Hayate. Beda kampas milik spin dan hayate adalah kampas hayate lebih panjang sedangkan spin sedikit lebih lebar.
image
Singkat cerita kedua item tersebut dipasang pada bengkel umum karena saat itu bengkel resmi antri.
Nah sudah beberapa hari ini Spin diuji coba, seperti yang diharapkan gejala getar dan tersendat diputaran rendah sudah hilang. Awal pemakaian terasa sedikit selip, mungkin dikarenakan permukaan kampas dan mangkuk masih baru. Namun setelah 2 hari pemakaian gejala selip hilang dan motorpun normal kembali. Selama 23rb pemakaian, sektor cvt yang sudah diganti yakni belt,roller, per cvt, kampas dan mangkuk kopling. Tinggal tunggu kalau 20rb kumat lagi berarti memang ga bener cvt suzuki… semoga saja ga kumat biar ane ga anti matik suzuki.