share

All posts tagged share

Sebelumnya memang sering berpapasan atau menyalip rider cewek pengguna Nmax dijalan. Namun baru Jumat kemaren SF sengaja buntuti cewek rider Nmax dijalanan padat di jln Bekasi Timur.
Tiap Jumat pulang kerja jalanan memang terasa lebih padat. nampak sekali si mbak-mbak pengguna Nmax tersebut sedikit kesusahan menjinakkan Nmax. Nampak sedikit keraguan bermanuver di antar kendaraan. Tidak ada acara miringin motor untuk mempersempit radius putar… jelas hal ini karena bobot Nmax yang setara  motor sport.
Saat SF konfirm ke Bundafaiz yang seminggu sekali riding Nmax, pada kondisi macet merambat Nmax memang sedikit menyusahkan… apalagi untuk cewek bertinggi normal (160cm). Duduknya sedikit maju diujung jok, kudu sabar karena memang susah selap selip.

image

Jinjit balet... menyusahkan dikemacetan, namun setir tergolong ringan

Namun saat SF nanya enak mana pake Nmax atau spin (motor harian bunda sekarang)…
“Jelas enak Nmax!… meski besar dan berat namun setirnya enteng dan stabil”
Mungkin karena setangnya lebar kali jadi enteng….
Apa ninja gw jual ganti punya honda yang bakal keluarin motor selonjoran lokal? :mrgreen:

Kebetulan seminggu terakhir kawasan Jakarta Utara (Marunda,Cacing,Plumpang dan sekitarnya) terjadi kemacetan yang sangat parah. Setiap hari pasti ada rekan kerja yang telat masuk kerja… bahkan rekan kerja SF yang biasanya datang 1 jam sebelum jam masuk kerja saja bisa terlambat….Pimpinan tertinggi mau marahin anak buahnya di kantor ini juga ga bisa… lah dianya juga terlambat…kwqkkwqk

ilustrasi :3.bp.blogspot.com

Continue Reading

image

Mantab bener dah device satu ini. Ukuran compact, ringan, os update (ics), konektifitas terlengkap, dan bisa buat telpon lagi…. Kebetulan SF dapat “pinjaman” tabled ini selama sebulan kedepan. Berikut beberapa keunggulannya versi SF:
1. Harga : berkisar antara 3.675rb- 3.999rb. Cukup terjangkau untuk ukuran tabled.
2. Desain : Mungil dengan ukuran layar 7″ bisa masuk saku celana/jaket . Dengan posisi yang pas saat masuk saku celana ga terlalu mengganggu aktifitas seperti sholat maupun riding motor.
3. Koneksi Multimedia : cukup dibelikan USB OTG (100rban) dan multiport bisa baca usb, keyboard, mouse aktif bareng… fitur yang sangat luar biasa dan bermanfaat buat blogging¡ sementara ekternal hardisk belum sempet dijajal.

image

4. Bisa buat telpon. Bagi SF, tab 2 ini masih terjangkau dalam genggaman buat nelpon. Bisa pake mode normal, headset ataupun loudspeaker. Klo pakai loudspeaker kenceng amat :-). Dulunya SF yang terbiasa bawa 3 gadget (flexy,gsm,tablet) sekarang cukup bawa flexy dan tablet ini saja.

Dibalik keunggulannya, device ini juga memiliki kelemahan.
1. Layar cuma 7″ bikin kurang nyaman buat browsing. Untuk ngeklik link yang kecil/rapat sangat syusyyaahhh…. harus dizoom dulu. Layar kecil juga bikin tombol keyboard on screen makin mini, bikin seringkali salah ketik , apalagi jika penggunanya jarinya gedhe2 🙂 (jadi….mohon dimaklumi jika tulisan di blog SF sering mawut :mrgreen: )
2. Internet explorer bawaan sering susah pindah dari teb satu ke lain. Menutup tab juga terkadang susah. Scroll artikel  juga kadang sedikit lambat
3. Port koneksi tidak pakai USB universal namun port khusus samsung.

Overall SF cukup puas dengan galaxy tab 2 7″ ini. Terutama soal fleksibilitas dan konektivitas multimedianya.

Spec lengkapnya silahkan lihat disini

image

Kali ini SF ingin sharing penggunaan oli untuk ninja 250. Sebelumnya SF terbiasa menggunakan enduro racing dengan kekentalan SAE 10-40 namun karena kali ini stok enduro kosong, penjualnya nawarin Top 1 dengan kekentalan SAE 10-30. Seinget SF pernah baca dibuku panduan Ninja masih bisa pakai oli dengan kekentalan tersebut , SF putuskan untuk mencobanya. Karena SF ga bongkar filter oli kapasitas oli cukup 1.6 liter alias 2 botol kapasitas 800ml. Harganya klo ga salah 75 rb untuk 2 botolnya. Kesan pertama saat distater mesin terdengar sedikit kasar, namun beberapa saat kemudian suara halus kembali. Yang bikin beda akselerasi meningkat dibanding menggunakan enduro SAE 10-40. Awalnya puas pakai oli ini. Hari-hari berikutnya saat motor distater dipagi hari, suara kasar sedikit terdengar dan beberapa detik kemudian kembali senyap. Awalnya SF kuatir akan terjadi selip kopling karena oli terlalu encer, namun ternyata gejala itu ga terjadi tarikan tetep maknyusss.. 🙂 . Beberapa kali SF terjebak macet, dan terasa suhu mesin meningkat lebih dibanding menggunakan enduro racing (feeling saya sih…, 🙂  ) . Overall Top 1 SAE 10-30 cukup menambah galak akselerasi. Namun kedepannya mungkin SF mending balik lagi pakai oli SAE 10-40 karena ga perlu-perlu amat akselerasi dan pastinya bunyi mesin lebih alus. Meski dipedoman petunjuk ninja oli bisa dipake 10000 km tapi ngeri…!!! CMIIW Tetep saja tiap 1500 km atau kalau kalo khilaf 2000 km ganti oli biar mesin tetap fresh 🙂