Sharing perawatan pasca operasi filtula ani

Beberapa artikel sebelumnya SF membahas mengenai operasi pengangkatan fistula ani yang SF derita. Nah… kali ini SF akan berbagi sedikit mengenai perawatan pasca operasi. Jaringan fistula yang diambil oleh dokter bedah untuk kasus SF ga seberapa besar hanya sebesar ruas jari, kata dokter karena operasi segera dilakukan jadi jaringan yang diangkat ga banyak. SF menderita fistula ini memang hanya 4 bulan. 2 minggu sebelum operasi benjolan yang semula SF kira wasir pecah dan nanah ga bisa berhenti mengucur. karena saran bapak (yang pernah kena penyakit ini sebelumnya) dan hasil konsultasi dokter akhirnya SF putuskan segera operasi. Kasus yang dialami rekan SF dan bapak SF sendiri lebih berat karena jaringan yang diangkat hampir 10 cm. Pantas saja lah wong rekan SF dan bapak SF menderita fistula sudah bertahun-tahun.
Operasi pengangkatan fistula ini tidak sama dengan operasi lainnya, bekas operasi fistula ani tidak dijahit namun dibiarkan terbuka (bisa dibayangkan ngerinya kan) . Karena penanganan yang segera, fistula yang SF derita belum parah dan bersifat incomplete artinya hanya ada satu muara nanah di dekat anus alias ga sampai tembus kedalam saluran anus (fistula ani complete). Operasi yang dilakukan adalah mengangkat sumber fistula dan salurannya, untuk kasus fistula ani complete terpaksa saluran fistula luar dipotong hingga dinding saluran anus. Untuk SF jaringan yang diambil tidak sampai merobek saluran anus, jadi klo digambarkan luka operasi SF seperti goa sedalam 1 ruas jari.
Perawatan pasca operasi yang harus dilakukan adalah bersihkan luka dengan rivanol,mengganjal luka operasi dengan tampon alias kasa dibentuk bulat dan ditetesi obat merah. Dalam sehari proses ini diulang antara 4-5 kali. Tiap Sehabis BAB berendam 15 menit di cairan PK atau dettol. Diharuskan banyak makan pepaya, sayuran dan banyak minum, kalau perlu minum obat pelembut feses. Paket operasi di klinik wasir safute sudah termasuk obat-obatan, tempat berendam, dan konsultasi gratis seumur hidup 🙂
image

Berikut pengalaman yang akan saya share selama 11 hari pasca operasi :
Hari pertama : operasi jam 11.00 kira-kira jam 1 an SF pulang mengendarai motor (nyetir sendiri). Sampai rumah baru kerasa ga nyaman. Nyeri makin terasa. Malam hari tidur kurang nyenyak. Posisi tidur paling nyaman dengan berbaring, dengan kedua kaki sedikit ngangkang. Kalau digambarkan rasa sakit dan ga nyamannya masih dibawah rasa sakit dan ga nyaman sewaktu menderita fistula. Khusus untuk duduk memang pasca operasi rasanya lebih sakit.
Hari ke- 2 : BAB pertama, eng ingg enggg… ini yang terasa sedikit nyeri. Karena feses bergesekan dengan luka pasca operasi.. setelah itu rasa perih terus-terusan terasa namun masih batas toleransi. Tidur terasa kurang nyenyak. Duduk juga sangat ga nyaman. Disarankan banyak berbaring. Sakit akibat iritasi meningkat sampai hari ke 4. Duduk lama dan berdiri lama masih ga kuat.
Hari ke-4 : BAB masih jadi momok karena nyeri terasa. Sf memutuskan datang konsultasi ke dokter naik motor. Sensasi ridingnya : nyeri menahan sakit selama perjalanan 🙁 . Hasilnya overall luka membaik namun ada beberapa titik terjadi iritasi akibat gesekan luka operasi dengan feses saat bab (kesalahan SF fatal yakni makan mi instan beberapa kali selama 4 hari , bikin bab ga tuntas), dokter kembali memberi resep berupa salep dan obat minum untuk mengatasi iritasi. Hari-hari selanjutnya nyeri semakin berkurang.
Hari ke 6: Nyeri kembali terasa agak kuat sampai 2 hari , hal ini karena semua obat sudah habis. SF kembali konsultasi ke dokter lewat whatsapp kirimkan foto luka ferakhir… menurutnya kondisi luka membaik namun sepertinya ada iritasi. Dokter kembali menyarankan SF beli obat penahan nyeri, perawatan luka sedikit diubah dari semula tampon (ganjal kasa) yang diberi obat merah menjadi kasa plus salep faktu. Selanjutnya nyeri sedikit berkurang. Namun waktu bab dan setelah bab nyeri masih terasa.
Hari ke 8 : SF sudah berani riding kekantor sejauh total 40 km, pulangnya lebih terasa nyeri dan ga nyaman.
Hari ke 11 : Rasa nyeri berkurang, sudah kuat duduk lama namun perlu sesekali beristirahat (berbaring ), sudah kuat naik motor satu jam nonstop di kemacetan, sudah kuat kerja sehari penuh. Kondisi luka sudah mengalami penyempitan , hampir separuh dari kondisi semula. Namun sakit sewaktu BAB dan setelah BAB masih terasa.
Nah.. artikel selanjutnya akan SF share apa yang seharusnya boleh dan tidak boleh dilakukan pasca penyembuhan operasi.

Sharing penggunaan berbagai jenis led

image

Seperti yang diketahui lampu led memiliki keunggulan dibanding lampu pijar yakni lebih hemat listrik dan lebih awet secara teori. Kali ini SF ingin share berbagai tipe led model T10 (model tancap untuk sein,lampu kota, lampu spedo,dll) yang pernah SF beli.
Tipe pertama model led biasa (sebut saja begitu) -gambar no.4-
modelnya seperti kapsul bening . Harganya paling murah. Kalau di aMX kalau ga salah 3000 perak. Model ini paling mengecewakan. Selain ga terang daya tahannya payah… sekitar 1 bulan pemakaian dari 4 biji mati 2. Harga emang ga bisa bohong. Masalah usia pakai yang singkat SF rasa karena QC nya yang jelek… bukan karena sifat led itu sendiri.
Tipe kedua adalah led luxeon-gambar no.3-
Led ini sangat terang dan tersedia dalam watt yang cukup besar (untuk ukuran led) led yang berdaya 1 watt saja bisa mengalahkan terangnya bohlam pijar yang 5 watt lebih. Cirinya dibagian ujung led terdapat lensa cembung mini. Harganya sekitar 30 rb watt sepasang. Sayangnya dari 6 led yang SF beli 3 diantaranya mati karena pemakaian dalam jangka waktu 5 bulan. Satu mati karena terjatuh. Kelemahan lain cahayanya kurang menyebar.
Yang terakhir led model jagung… led ini berupa lampu led kotak kecil-kecil (seperti lampu led pada hp) yang disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai jagung. Beberapa hari lalu SF SF membeli bohlam ini kisaran 25 rb sepasang di AMX , ada 2 pilihan. Led 10 titik (gambar no.1)dan led 5 dengan ukuran led lebih besar (gambar no.2) , setelah di coba terangnya ga kalah dibanding led luxeon bahkan punya keunggulan cahaya yang lebih merata. Untuk ketahanan belum sempat nyoba lama. Namun pengalaman sebelumnya SF memakai led jagung untuk lampu rem tiger selama 3 tahunan sampai sekarang masih awet. Diantara led jagung 5 titik dibanding 10 titik , SF menyarankan 10 titik karena lebih terang.
Kesimpulannya…SF merekomendasikan led model jagung karena terangnya merata dan lebih awet.

image

Ojek pake argo, kreatif

image

Sebenernya hal ini bukan hal baru di Indonesia, kalau ga salah di Jogja sudah ada beberapa bulan silam. Nah untuk di Jabodetabek mungkin Taxijek yang pertama. Taxijek merupakan singkatan dari taksi ojek, Taksi roda dua alias motor. Selama ini pengguna ojek, apalagi yang jarang naik ojek pasti males jika harus nawar menawar, kalau harga ga cocok terpaksa pindah ke ojek lain. Nah Taxijek ini menawarkan sesuatu yang baru, ojek menggunakan argo! Nggak ada deh aktivitas tawar menawar. Sistem operasinya seperti  taxi pada umumnya hanya ratenya yang beda. Untuk sekali naik argo menunjukkan tarif minimal rp 4000, diatas 1 km argo bertambah Rp 1 setiap meternya atau Rp 1000 setiap satu km. Lewat 20 km nambah biaya rp 4500, lewat 25 km nambah lagi 4500 dan diatas 25-30 rb tentunya nambah biaya lagi rp 4500. Cukup murah bukan…. untuk menempuh jarak 20 km (jarak kantor SF ke Rumah) cukup dengan duit 4000 + 19000= 23 rb wuihh ga bisa bayangkan kalo naik taksi berapa ya. Sama seperti taxi, taxijek ini juga bisa dipesan lewat telepon   (021) 9444-0739 atau pin BB 2247AE73. Untuk kenyamanan penumpang taxijek dilengkapi juga mantel hujan serta plastik semacam shower cap agar kepala tidak bersentuhan langsung dengan helm.
Sayang Taxijek ini sementara cuma tersedia di Tangerang. Tapi jika memang menjanjikan, SF yakin bakal menjadi booming di kota-kota lain. Jika pengusaha taksi ojek ini cukup kreatif tentunya bisa meningkatkan jenis layanannya seperti paket abonemen maupun jasa antar paket.

Rumah kopling 6 per buat tiger ( part 2- kendala dan review penggunaan)

image

Kendala
Untuk dipasang di gl max dan pro mekanisme yang dijual ini tinggal pasang saja. Namun tidak jika dipasang ditiger, karena rumah kopling tetap pake bawaan tiger.
Sudah 3 kali SF bongkar pasang mekanisme kopling ini untuk hasil yang sempurna. Awalnya dari mekanisme 6 per 7 kampas tidak bisa masuk sepenuhnya ke rumah kopling tiger. Akhirnya plat gesek ( plat kopling) dikurangi satu. (Kampas tetep 7) Nah begitu terpasang hasilnya edian! Saat kopling dilepas motor langsung menghentak, pindah gigi seakan mau meloncat. Puas deh sama hasilnya!
Namun problem muncul keesokan harinya, tiba-tiba kopling tersasa selip pada rpm 6000 an, tarikan awal pun ga menghentak lagi. Tapi saat sudah jalan 2 km gejala selip hilang. Nah hari ke tiga pemakaian semakin parah. Akhirnya terpaksa ke bengkel lagi untuk bongkar kopling. Setelah dicek per bawan mocin ini menyusut, akhirnya terpaksa ganti per ori bawaan tiger 4 biji, sedang yang 2 tetep pake punya mocin dengan cara disilang. Hasilnya kopling jadi keras dan kopling tetep selip keesokan harinya namun dipakai beberapa saat normal lagi.
Terpaksa bongkar untuk kali ketiga, nah karena ga ingin salah pemasangan lagi ane segera telpon penjualnya yang ada di Jogja. Ternyata agar dapat masuk ke rumah kopling tiger bukan plat kopling yang dikurangi namun kampas koplingnya. Per pun bawaan mocin yang dipakai, sedangkan 3 plat gesek milik mocin ane ganti milik tiger karena lebih tebal. Selesai?! Ternyata belum! Kqkqq…. tarikan si tiger terlalu liar dan menghentak-hentak. Sangat tidak nyaman untuk diperkotaan yang penuh macet. Kalo di kota kecil mungkin masih mantab. Lah wong motor jadi galak dan tiap gigi sampai pindah ke gigi terakhir hentakannya masih kerasa. Tapi kalo di jalanan macet, motor terasa terlalu menghentak terus saat kopling dilepas. Jadi kaya naik kuda saja, nyundul-nyundul :mrgreen: Nah akhirnya salah satu kampas kopling Ane ganti dengan kampas kopling kecil bawaan tiger plus judder springnya. Ini hasil yang sempurna (cek lagi part 1 untuk detailnya)
image

Berikut user reviewnya
Awalnya ane pikir tarikan koplingnya bakal lebih keras namun ternyata meleset hampir ga ada beda dibanding kopling set bawaan tiger. Meskipun 6 per tapi lebih empuk dibanding per tiger.  kelebihannya adalah tekanan lebih merata ke seluruh permukaan kampas. Untuk tarikannya jelas meningkat dibanding kopling 4 per bawaan tiger. Tapi ga terlalu menghentak untuk menembus kemacetan, akselerasi untuk bermanufer terutama gigi rendah terasa peningkatannya gas ga perlu dipuntir tinggi untuk mengail tenaga. Bahkan iseng-iseng ngadu dengan vixion sampai gigi 4 sudah bisa nyalip (jalan agak sepi karena trafik dibelakang ane kejebak demo). Begitupula saat melewati tanjakan gejala drop terasa minim. Saat mesin panas gejala selip pun ga terasa, meski buat boncengan masih siap diajak akselerasi. Semoga saja awet mekanisme kopling 6 per dan 6 kampas ini karena ini alasan ane melengserkan mekanisme kopling bawaan tiger yang terkenal gampang selip.

Update terakhir, sekitar 8 bulan pemakaian. Kopling selip.terpaksa balik ke ori dengan sedikit penyesuaian agar makin menggigit cek di http://smartf41z.wordpress.com/2012/09/12/kopling-6-per-buat-tiger-bermasalah-balik-ke-ori/