shock

All posts tagged shock

­I

Sudah tau kan kerasnya shock nmax? Beberapa waktu lalu ngobrol dengan rekan SF sekantor. Dia sudah lumayan lama beli Nmax. Awalnya memang dia mengaku sok Nmax memang terlalu keras. Karena itu dia memutuskan untuk mengurangi tekanan angin pada ban belakangnya. Katanya lumayan mengurangi efek kerasnya shock. Saat SF tanya berapa konsumsi bensinnya “1:35” katanya.

Agak kaget juga dia saat menunjukkan foto foto bahwa konsumsi Nmax SF Continue Reading

Mobil yang berumur 4 tahun dengan jarak tempuh yang cuma 26rban ini. Hampir tidak mengalami kendala berarti…  kecuali brebet karena kabel digigit tikus, dan masalah terakhir kmaren masalah pintu belakang yang lemah per hidrolisnya. Saat handel pintu belakang di buka pintu ga mau naik…otomatis kalau keluar masukkan barang kudu disangga kepala… kalau ga gitu pintunya turun…

Ini yang ingin SF bahas hari ini… 

awalnya SF pergi ke 2 tempat servis shock mobil, karena SF pikir bisa di servis. Ternyata ga bisa… kudu ganti. 

SF segera meluncur ke toko sparepart terdekat… 


Pagi itu belum genap jam 8 hanya beberapa toko yang buka… SF coba mampir ke 1 toko yang kliatan kumplit… setelah nyocokin  pricelist suzuki (klo ga salah namanya balancer comp, back door). dia jawab 800 rban untuk yang ori…belum sempat SF konfirm  seller nambahi itu harga sebiji !… “sepasang kena 1,6 jt donk…! ” tanya SF terkaget… (bener juga SF cek di web eparts.suzuki.co.id @rp.842.700)

Sellernya mesem saja…. “iya pak masih saya diskon nanti… tapi sayang pake yang Ori.. mending pasang yang universal Taiwan.” Harga yang ditawarkan 230rb SEPASANG!!! huwik bagai langit dan bumi perbandingannya! Tapi katanya, kudu pasang dibengkel khusus karena ga PNP. SF serahin ke bengkel rekomendasi dia …. setelah nego harga per hidrolis pintu KW kena 220 dan ongkos pasang cuma 50rb!
Pengerjaannya gampang2 susah… karena dudukan beda dengan bawaan ertiga… gampang kalau tau caranya,susah kalau nebak nebak…. 🙂 

jadinya dudukan/braket besi hidrolis bawaan ertiga dicopot dan dipasang ke hidrolis baru

Setelah terpasang… pintu belakang langsung Njengat… ! 😆

Dari tampilan fisik dan ergonomi yang ditawarkan antara Nmax dan Aerox terlihat jelas strategi yamaha ingin nyemplung di dua segmen dengan 1 basis mesin. Daya tarik Nmax ada di desain elegan dan ergonomi yang ga bikin lelah  (kaki bisa selonjoran, posisi Handle Bar lebih tinggi). Sedang Aerox pada desain yang sangat sporty… perbedaan performa makin menguatkan Aerox diposisikan menempati segmen skutik sporty.


Ada beberapa hal yang mengganjal mengenai Aerox…. sebenernya bikin iri juga bagi biker pengguna Nmax. Hasil review blogger besar rata rata sepakat Shock bawaan Aerox lebih empuk dan nyaman dibanding Nmax… bahkan ada yang bilang bahkan jok ikutan lebih nyaman Aerox dibanding Nmax….lah piyeeee? Insinyure yamaha bikin SF mumet…

NMAX yang kudune model turing kenyamanannya diatas Aerox malah kebalikan…. Nmax shocknya super kueras bikin perut ketusuk tusuk saat lewat jalan bumpy. Ini dah dikomplain biker dalam bahkan sampai luar negeri …. awalnya Pihak yamaha ngeles… Nmax shocknya dibikin keras karena taglinenya sport matic….  berarti kalau Aerox lebih sporty shocknya dibikin mati aja sekalian yakkkk :p

Untung SF orangnya gampang move on… 🙂 ga perlu kirim karangan bunga ke pabrikan yamaha… daripada kudu ganti shock versi empuk di dealer yamaha harganya ratusan ribu, mending modif sendiri… cuma 50 rb dah sangat nyaman. Per doang ganti punya shogun. (Baca disini )

Tebakan SF, yamaha sengaja jor joran fitur Aerox dengan tujuan mengganggu pasar Vario series. Nmax yang sudah mulai mapan distagnankan dulu karena ga ada pesaingnya…. coba lihat saja kalau honda melokalkan skutik bongsor macam PCX atau Forzanya… pasti Nmax langsung berbenah. Fitur yang ada di Aerox kemungkinan di pakai Nmax juga. Misalnya Stop start system, Smart Key, dan colokan charger. Konyol juga kalau yamaha mempertahankan Shock Nmax yang keras… wajib diganti yang nyaman. 

Nmax wajib dibikin nyaman

Honda paling sekarang dah mesam mesem karena dah punya list kelemahan Nmax dan bocoran fitur Nmax masa depan dari Aerox…. gimana kalau honda keluarin matic gambot yang sudah punya fitur penangkal Nmax di masa depan. Bayangin Skutik selonjoran nyaman, spion keren nempel di jidad, lebih irit, keren, dll  trus harganya ga beda jauh dengan Nmax …. produsen bersaing konsumen makin diuntungkan… 🙂

Nmax mempunyai handling yang sangat bagus… dalam kondisi standar dulu pernah manasin R15 ditikungan flyover pulo gebang. Pernah juga SF gasrukkan dek bawah keaspal saking terlalu asiknya rebahan. Ini ridernya PSK loh (Pria diatas Seratus Kilo ) :mrgreen:


Semenjak ganti shock empuk SF mikir-mikir lagi berbuat khilaf seperti itu.. terakhir SF jajal di tikungan panjang  flyover ngurah rai (kearah walikota jaktim) SF paksa Nmax nikung kecepatan 90kpj . Ternyata manuver Nmax menjadi liar… bodi belakang goyang inul mengayun mentul mentul karena jalan yang sedikit bumpy pas sambungan jembatan. Sempat SF rasakan juga ban belakang sedikit bergeser… segera SF counter dan mengurangi kecepatan sambil dag dig dug… dulu pake orinya ga kaya gini padahal…. kapok dahhh… he3…. jalan nyantai saja menikmati nyamannya shok belakang modifan per shogun yang empuk mentul-mentul. 

Siapa yang ga kenal penyakit Nmax satu ini ? shock super duper keras…
Solusi paling simple sih dengan mengganti per Nmax dengan motor lain yang sama panjang…bisa dengan punya shogun 125 atau smash…nah karena SF sudah punya per shogun , SF sempatkan bongkaran shock hari minggu kemaren.
Karena ditakutkan bengkel khusus shock akan kesusahan bongkar shock Nmax, SF copot sendiri shock belakang Nmax.
Step by step sudah ada beberapa blog yang bahas. Coba saja kata kunci bongkar shock nmax di mesin pencari. SF ingin bahas dari sisi lain. Yakni kendala dan keuntungannya.
Kendala yang ingin SF share yakni :
1. Proses pelepasan/pengendoran spakbor belakang cukup susah meski spakbor cuma diikat 2 baut namun ada 3 pasang kancingan bodi yang terbuat dari plastik. Cara bukanya kalau area terbuka sih gampang…

image

Continue Reading

Awalnya SF cuek saja dengan respon pengendara lain di kemacetan atau di lampu merah. Saat jalan merambat SF sendiri lebih konsen dijalanan.

image

Tadi siang kebetulan riding agak jauh sekeluarga pake Nmax ke daerah tambun utara.  Posisi boncengan favorit yakni nafis di atas tangki bensin Nmax,  Faiz di jok depan,  SF sebagai pengemudi dan bundafaiz tentunya dibelakang. 
Kali ini bundafaiz yang laporan jika banyak mata yang melirik sambil tersenyum kearah nafis yang kedua tangannya berpegang erat pada bagasi depan… 
Akhirnya seorang pengendara mengacungkan jempol ke SF sambil ngajak ngobrol di pertigaan yang macet…  “Asyik mas cara boncengnya,  nyaman sepertinya”.  SF jelaskan memang si kecil berdua selalu berebut didepan.  Ga ada yang mau bonceng dibelakang sama bundanya.
Bapak tersebut juga komen “powernya juga kuat mas,  keliatan ga ngeden buat boncengan”.” Iya pak CCnya 150″ jawab SF.
Ternyata posisi bonceng kami menarik perhatian banyak orang…  Kerabat SF mengira si kecil kesakitan duduk diatas tangki bensin Nmax…  SF nanya sendiri ke sikecil,  adek gpp tuh..  Padahal barusan riding agak jauh (45menit/90menit Pp).  Dan tiap naik Nmax maunya selalu didepan…  Apa karena Nafis pake popok bayi sehingga empuk ya?

Sebenernya bukan menurunkan shock (wong batang shocknya malah naik 🙂 ) , yang bener tuh menurunkan posisi segitiga komstir …. tapi sudahlah (artikel ini dibikin dalam kondisi admin ngelu… :mrgreen: ). Menurunkan shock disatu sisi memang merubah tampilan motor sport makin gagah… kelihatan kepala motor makin nunduk berwibawa. Sektor belakang juga terdongkrak karena kemiringan motor berubah… pantat makin terlihat nungging *ehhh…
Tapi tanpa disadari menurunkan shock depan juga berakibat lain. Antara lain :
-handling makin lincah, beda dengan kondisi standar yang tinggi dimana motor lebih terasa berayun saat bermanuver
-distribusi bobot berubah. Roda depan mendapatkan grip lebih baik, sedangkan belakang sedikit berkurang.
-karena bobot motor bergeser kedepan, handling jadi lebih berat.
-shock terasa makin keras dan jarak main shock berkurang.
-motor makin bergaya sporty alias rider makin nunduk. Bikin lebih pegel pastinya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menurunkan shock depan
-perhatikan jarak main shock depan…. pastikan spakbor tidak membentur segitiga bawah atau plat nomor saat memendek maksimum… spakbor riskan pecah pastinya.
-memendekkan shock ekstrem, harus disertai pengerasan shock depan (jelas makin tak nyaman bro). Perhatikan jalur slang dan perkabelan… perbaiki jalur slang (rem, kopling) agar tidak tertekuk. Begitu juga kabel kelistrikan. Pastikan tidak terjepit.  Saran SF sih memendekkan shock jangan terlalu banyak… handling rusak dan ga nyaman bro
-coba mainkan setir mentok kekanan kekiri apakah terhalang sesuatu.
-pastikan penurunan shock kanan kiri benar2 imbang… karena sangat menentukan kestabilan.
-memendekkan shock=rider makin nunduk. Agar tidak nunduk kasih saja raiser stang (kalau bisa besi jangan diral) tujuan memendekkan motor didapat tanpa rider harus pegel.
-terlalu banyak menurunkan shock depan bikin standar samping tak berfungsi. Atau masih berfungsi namun motor terlalu tegak jadi rawan ambruk saat tersenggol.

Continue Reading