sim

All posts tagged sim

Awalnya SF ragu prosedur SIM online kudu register online dulu lewat internet atau langsung saja ke gerai SIM .SF jajal register online dah di http://korlantas.polri.go.id/en/services/driving-license-registration/
Eh tapi pilihan SIM keliling di deket kantor SF ga ada… ga jadi register dah… nekat saja ke SIM keliling terdekat.

image

Ternyata SIM luar kota Continue Reading

Ngurus perpanjangan SIM kali ini perlu meluangkan waktu lebih lama. Sebenarnya SF dah memprediksi ini… karena itu sebelum jam 8 (jam buka pelayanan sim keliling) SF dah stanby di seberang TMP kalibata. Apesnya hingga hampir jam 9 mobil sim keliling belum datang… akhirnya SF memutuskan pindah ke sim corner di honda dewi sartika.

image

Continue Reading

Hampir SETIAP HARI terutama berangkat kerja SF menyaksikan Pelajar SMA/SMP bermotor tanpa mempedulikan aturan: tanpa helm, tanpa spion, modif alay hingga bonceng bertiga.
Terlihat sekali mereka cuek sama aturan yang ada meski tujuannya baik untuk keselamatannya sendiri.

Sekedar berbagi: dulu jaman SMA, sangat jarang rekan-rekan yang memakai spion sepasang, biasanya Cuma sebiji. SF yang saat itu memakai spion lengkap malah diketawakan, kaya posisi orang lagi berdoa katanya. Hadewww……
Jadilah banyak motor sesat yang dipakai rekan-rekan SF… spion ga lengkap, ban cacing, motor ceper sampai bebek protolan bergaya racing
sumber : http://4.bp.blogspot.com
Menyalahkan sepenuhnya para pelajar itu sih ga bisa juga… Lingkungan, Orang Tua serta Ketegasan Aparat sangat berpengaruh.

Beberapakali menyaksikan Polisi disekitaran Yos Sudarso membiarkan pelanggaran ini. Akibatnya Ya pemakai jalan makin menyepelekan aturan berlalulintas…
Pemandangan yang ga kalah seringnya dipagi hari… Bapak nganter anaknya sekolah, si Bapak pake Helm eh anaknya ga pake helm…. Selama aman ga ditilang polisi ya tiap hari berlangsung seperti ini. Egois juga ya Bapake… pengen selamat sendiri, ntar klo kecelakaan sang anak lebih beresiko meregang nyawa kan!? Dari pada nyesel dibelakang hari mending jangan sepelekan deh aturan yang bertujuan untuk keselamatan diri. Itu satu hal… hal lainnya gimana? Bapake ngajari yang ga bener pada anaknya!

image

Yg ini lebih edan lagi

Anakku besok gedhe kalau ndableg ga mau taati aturan ya ga tak bolehin naik motor…. titik 🙂

image

Susahhhhh…. bukannya underestimate pabrikan lain ya, tapi regulasi yang bicara begitu. Dinegara maju seperti Jepang, Amerika dan negara-negara Eropa membatasi power motor kelas pemula. Coba kita intip aturan di Eropa pembagian SIM (driving license) untuk motor dibagi 4 kategori yakni :
1. Kelas AM(M,H) minimal usia 14-16 tahun, hanya boleh mengendarai moped sampai dengan 50cc
2. Kelas A1, minimal usia 16-18 tahun, hanya boleh mengendarai motor sampai dengan 125 cc maksimal power 11 kw.
3. Kelas A2, inilah SIM sesungguhnya karena memperbolehkan ridernya mengendarai motor di interstate (jalur luar kota) usia minimal 18 ( khusus Inggris 17 th), untuk 2 tahun pertama hanya boleh mengendarai motor maksimal 25 kw (33HP)
4. Kelas A, minimal 2 tahun ber SIM A2, Sim ini yang sama dengan SIMnya orang Indonesia, boleh naik motor apapun 🙂
Untuk naik kelas harus melalui tahapan diatas. Lebih mudah lagi jika sudah berusia 21, tinggal lulus tes dan langsung bisa langsung ke kelas A restricted(A2), atau usia diatas 23 agar bisa dapet SIM A unrestricted (dengan ujian tentunya). Nah nampaknya potensial buyer untuk kelas A2 cukup semarak, untuk itu pabrikan motor berlomba di segmen ini.
Kawasaki berusaha mencapai power maksimal yang diperbolehkan bermain di segmen ini dengan mengeluarkan N250 bertenaga 33 hp (injeksi), dan untuk differensiasi ada versi karbu 31 hp. Jika berharap ada motor 250cc bertenaga diatas ninja 250, ngimpiiiii namanya. Ndak mungkin lah pabrikan mempersempit pasarnya sendiri, emang cuma mau jual di Indonesia sajah… 🙂  . Ini juga sebabnya 250 cc 4 silinder hilang dari muka bumi. Masak motor tenaga 45hp rela disunat jadi 33 hp agar bisa masuk kelas A2, atau mau bermain dikelas A ? Nanggung powernya, sudah gitu harganya ga jauh beda dengan motor 600 cc siapa yang mau beli!?
Untuk merontokkan dominasi N250 ini jelas ga bisa bermain power, cara smart dilakukan Honda melalui CBR250 dengan torsi yang lebih besar dan bobot ringan, belum lagi kelebihan tehnologinya. Jika Yamaha ingin masuk dikelas premium 250 cc ini harusnya ga mau kalah, ikuti regulasi motor bertenaga 33 hp, namun bobot diringankan (pake rangka deltabox), torsi dinaikkan serta visual dan tehnologi ditonjolkan bisa bikin CBR 250 dan N 250 klepek-klepek….
image

waduh si bolot entar jadi paling jadul yahhh :mrgreen: disaster bagi kawasaki jika ga melakukan upgrade pada N250 ini

image

Kelas 2 SMA klo ga salah umur saya masih 16 thn adalah saat pertama punya SIM A/C, saat itu ane ingat betul belum punya KTP namun berupa surat keterangan dari kecamatan setempat, ga lama setelah itu ortu menghadiahi SF muda sebuah GL Max neotech 125. Wow suatu moment yang tak dapat dilupakan, bahkan menurut SF merupakan sebuah batu loncatan besar dari bocah menjadi ABG 🙂  kemana-mana ga tergantung ortu, malah sudah bisa nganter ortu bepergian, pengen pergi kerumah temen tinggal genjot (maklum belum ada electric stater), pura2 pinjem buku ke cewek idaman, tinggal wusss, bener-bener merasa menjadi  “sesuatu” saat itu .
Saat kena operasi lalulintas dimana temen sekolah lain yang ga punya SIM pada masuk gang kecil atau langsung balik arah, SF malah seneng…. akhirnya SIM ku ada gunanya….! :mrgreen: Tapi saat itupula jiwa muda bergejolak, gampang terpengaruh racun modif, labil dijalan, sering kebut-kebutan, bahkan saat akselerasi awal sengaja disentak biar ban depan wheelie (sekarang jelas ga bisa, lah wong bobotnya sudah berkali lipat), tak terhitung berapa kali SF kecelakaan. ha3… 😆

masa muda penuh kenangan dan pembelajaran, ambil hikmah yang baik, tinggalkan yang buruk. Tapi jangan hapus memori itu supaya kita bisa mengajari bagaimana seharusnya yang benar pada anak kita kelak. (Meski SF pernah jadi ga bener :mrgreen: ), mending jadi mantan orang bejad, daripada mantan orang bener

image

Sudah dua kali SF melewati razia polisi saat ada dinas luar. Dan anehnya saat banyak motor diminta minggir malah tiger ane disuruh jalan terus. Kemungkinan razia tersebut sebagai shock theraphy pelaksanaan aturan lampu motor harus nyala saat berkendara. Merurut rekan ane yang udah hafal banget kondisi lalu lintas Jakarta mengatakan bahwa razia biasanya dilakukan bukan saat jam sibuk antara jam 9 sampai 11 pagi atau jam 1 sampai jam 4 sore. Asalkan kelengkapan motor lengkap dan lampu selalu nyala ga perlu kuatir. Tapi namanya lupa gimana lagi :mrgreen: Kadang saat dilampu merah yang durasinya 2 menit lebih, ane mematikan lampu dan mesin motor ( lumayan hemat bensin dan aki) nah kadang saat dah jalan lupa nyalakan lampu :mrgreen:, begitupula kalau pas macet puarrah… ane swicth lampu utama ke lampu kota agar aki ga tekor. Maklum tiger dan ninja kelistrikannya ambil langsung dari aki. Razia semacam ini memang perlu dilakukan untuk shock theraphy bagi pengendara yang sudah menganggap melanggar aturan adalah kebiasaan. Contohnya saja spion ditekuk, lampu rem putih, masuk jalur busway dll.