Nmax versi baru tertangkap ditest dijalanan…. Nmax non sporty kah?

Alasan pihak soal kerasnya shock Nmax bisa dibaca diblognya TMC (baca disini ) . Intinya konsep Nmax adalah sport matic jadi shock memang dibikin tidak terlalu lembut. Nah coba bandingkan sama Ninja 250 milik SF sangat jauh … ninja adalah motor lebih sporti , lebih kencang yang harusnya butuh kestabilan lebih tinggi… nyatanya shocknya jauuhhh lebih nyaman dibanding Nmax….

berarti statement yamaha…… ? (mboghhh terusno dhewe… )

kembali di judul… diblognya macantua terlihat penampakan Nmax baru sedang dites…

Continue reading “Nmax versi baru tertangkap ditest dijalanan…. Nmax non sporty kah?”

Salah satu kelebihan motor 2 silinder adalah suara moge, kawasaki mengabaikannya, yamaha menangkap peluang

Ga salah parts aftermarket Ninja 250 yang satu ini jadi favorit . Knalpot!!! Yup….. kawasaki salah langkah dengan membikin suara knalpot ninja 250 terlalu lembut… bahkan nyaris tak terdengar malah. Ga percoyo?monggo bandingkan suara ninja 250 dengan motor dengan CC lebih kecil… jauh kalem ninja ….. Continue reading “Salah satu kelebihan motor 2 silinder adalah suara moge, kawasaki mengabaikannya, yamaha menangkap peluang”

Telat nyadar… yang SF buntuti itu ternyata Ninja 250 mono!

Penampakan Ninja 250 SL mono

Dari BKT SF belok ke jembatan darurat masuk harapan indah. Setelah beberapa saat memacu tiger dengan kecepatan sedang pandangan SF terpaku pada sosok motor yg awalnya SF pikir N250 …. bukan motornya yang SF perhatikan tapi malah knalpotnya… 😆  dalam hati SF weh ninja ganti knalpot custom tapi malah ga ada bunyinya 🙂  perlahan SF menyalipnya.. sambil tetap mengira itu N250fi… Continue reading “Telat nyadar… yang SF buntuti itu ternyata Ninja 250 mono!”

Lah…lah… sport fairing honda diangkut pickup di kawasan kelapa gading

Yup.. kejadian siang ini SF melihat dengan mata kepala sendiri penampakan sport fairing honda  diangkut pickup dikawasan kelapa gading barat. Saat itu SF dinas luar bersama beberapa rekan naik kijang innova dari bunderan bulevard kearah yos sudarso/sunter sekitar pukul 12.30 siang. Kondisi trafic saat itu padat merayap. Berbeda dengan kondisi arah sebaliknya yang tergolong lancar. Dan tiba2 SF melihat sesosok motor fairing berwarna putih diangkut dengan pickup dari arah berlawanan(arah sunter ke bunderan bulevard kelapa gading), karena jalur tersebut tergolong lancar penampakan motor itu langsung hilang dari pandangan sebelum SF sempat keluarkan tablet dari tas. Continue reading “Lah…lah… sport fairing honda diangkut pickup di kawasan kelapa gading”

Sssttt…. tiger bakal pake mesin CBR 250

Barusan SF bertamu dirumah tetangga… ga disangka tetangga SF ini bekerja di perakitan honda… tampaknya cukup senior sih.. lah rumah mapan, punya mobil  dan beberapa motor yang jelas merknya honda. Continue reading “Sssttt…. tiger bakal pake mesin CBR 250”

TVS 250cc akankah fenomenal atau kurang beruntung seperti minerva megelli

image

Minerva SF nampaknya mengalami keterpurukan di kelas 250 CC. Selama diJakarta 4 tahunan saya cuma sempet lihat motor ini 3 unit berkendara dijalanan. Lain halnya dengan fairing 150cc yang sering SF lihat sliweran. SF saja sama sekali ga ada minat.. kesampingkan modelnya yang garang atau image pabriknya yang kurang bersinar, tapi dari riding positionnya saja sudah terbayang… motor ini bener-bener megeli alias bikin capek… lah nunduk abiesss :mrgreen:
Gimana dengan TVS…yang kabarkan ikut nhemplung dikelas 250cc ini. sebenernya kiprah TVS juga kurang bersinar di Indonesia. Bulan Maret lalu hanya bisa jualan 1057 unit dalam sebulan. Nah gimana jika TVS masukkan RTR 250 Di Indonesia apakah bernasib seperti minerva dengan varian 250ccnya ?… jawabnya tergantung … bisa jadi pilihan bagi penyuka motor CC gedhe di Indonesia dengan budget mepet. Syaratnya desain keren,tenaganya beneran sampai 30 Hp, ergonomi cukup sport turing ga nunduk dan yang pasti harga harus murah…

image
Sumber : P2R

Aftersales TVS sepertinya lebih kuat dibanding minerva (cmiiw) apalagi TVS punya pabrik di Indonesia. Untuk kelas 250 cc terbilang unik… kalau harga terlalu tinggi akan merambah pangsa premium jelas para konsumennya lebih matang pertimbangannya… ada yang namanya prides disini tentu lebih begengsi dan konsumen lebih ga kuatir jika beli motor yang lebih terjamin seperti CBR 250 atau N250. Otomatis harga kudu di set sekurah mungkin, Ini sebuah tantangan bagi TVS bisakah bikin motor sport fairing 250cc berkualitas dengan harga murah?
Sebab rasanya susah jika TVS main dikelas yang sama dengan CBR dan penguasa pasar Ninja 250. Tentunya TVS mengincar konsumen dibawahnya… dengan bocoran info RTR 250 yang bertenaga 30hp (diatas CBR 250?!) Bermesin 1 silinder, jelasnya berkompresi suangat besar… minumnya minimal kudu pertamax kan? Mesin kompresi gila ini hanya dibekali oil cooler, beda dengan yg lain yang kengandalkan radiator. Pembeli motor berbudget terbatas tentunya berpikir ulang memberi minum motor ini sehari-harinya. Sudah hampir dipastikan borosnya diatas motor harian lainnya ditambah kudu pertamax bahan bakarnya.

image
Sumber : tmcblog.com

Bersediakah TVS berupaya total dengan meningkatkan promo,meluaskan jaringan sales dan aftersales, dll untuk menyambut motor yang pasarnya paling sempit di segmen sport ini ? hampir mustahil… memang sih Pabrikan TVS di Indonesia ga hanya melayani motor di Indonesia namun juga untuk ekspor. Jika produk 250cc TVS ini cukup fenomenal dan diterima di dunia internasional, pabrik di Indonesia bakal makin meluas dan mungkin jaringan Sales dan aftersales TVS bakal ditingkatkan di Indonesia… itu kalau RTR 250 ini diproduksi di Indonesia loh. Tapi semua baru wacana…. masih lama rasanya mengharapkan kehadiran motor ini. Klo sekarang yang pasti-pasti saja dah 🙂

Suzuki Ga niat balik ke motoGP, Dorna : mending ga usah!

Begitulah respon Dorna-penyelenggara Motogp- terhadap niat balik suzuki di motoGP 2012. Pabrikan Jepang tersebut dikabarkan ingin mencoba kemampuannya di MotoGP 2014, jika memang ga bisa tampil kompetitif di musim tersebut, maka berhenti mengikuti gelaran selanjutnya. Pantes saja Dorna ga menyetujui niat balik suzuki , seharusnya batas minimal keikutsertaan di moto GP adalah 3 tahun. Suzuki sendiri gamang ikut full 3 tahun karena keadaan perekonomian yang belum stabil.  (sumber:otomotifnet.com) Waduh bakal tetep gitu-gitu saja persaingan di motogp…

Padahal menurut bocoran cycleworld suzuki sudah mempersiapkan motor prototype yang ditengarai bermesin inline four layaknya M1, piranti standar yang dipake di motogp juga terpasang seperti kaliper brembo, carbon discs, suspensi Öhlins, plus bodi carbon-fiber.

Coba kalau produknya di Indonesia laris manis bisa tetep ikutan motogp disokong suzuki Indonesia :mrgreen:

Ga kaget jika desain Next Tiger Segaris dengan CB150

Kenapa begitu? Itu salah satu kebiasaan honda ! Cek desain CBR 250 vs CBR 150, honda tiger generasi pertama dengan megapro generasi pertama, tiger revo awal dengan megapro primus, belum lagi ada yang bilang PCX denvan spacy :mrgreen:

Jadi ga beran jika nantinya New Tiger bakal mempunyai desain segaris dengan CB150 alias si Teralis. Bedanya jelas di mesin lebih besar (sekali lagi cocoknya mesin CBR 250!!! :muekso poll  🙂 ), sekalian saja rangka CBR 250 diboyong, bodi versi teralis yang dikekarkan ala moge, fitur lebih kaya, dan Ban wajib lebih berotot ! Minimal ukuran velg belakang 3.5″ dan ban Tubeless 130 wajib menemani. Passs kan CB150 ambil mesin CBR150, new tiger ambil mesin CBR250 sedangkan rupa yang mirip juga ga salah kan ? lah wong kakak beradik 🙂 

Rupanya saat artikel ini dibuat seorang pengunjung warung mengamini dengan mengirim link dari dapur pacu http://www.dapurpacu.com/sosok-honda-cb250r-hadir-di-jmcs-2012/

Vixion segera launch… Teralis kudu buruan dibocorin

Pengguna vixion yang menunda pembelian vixion versi baru tentunya sangat ga sabar melihat penampakan fisik asli new vixion (soale ga fotogenik kalo di potho… 🙂  ) . Nah untuk sedikit merusak moment Yamaha ini, honda harusnya segera kesih bocoran resmi ke publik mengenai penampakan asli si Teralis (teaser) supaya calon peminang new vixion pada galau dan juga mencegah penunggu setia teralis ga pindah kelain hati… klo kelamaen (apalagi jika mundur mass prodnya sampe Desember) bisa berkurang daya gedornya.

image

Mungkinkah honda keder sama new vixion sehingga ga berani munculkan spy shootnya? Apakah mesin CBR 150 rakitan lokal ada masalah sehingga kemungkinan mundur produksinya (vendor ga siap cuma jadi tameng?) Atau sengaja menunggu penampakan vixion sehingga bisa memukul telak dengan mengeluarkan senjata rahasia sehingga teralis punya “value” lebih. atau… semua itu cuma sayembara 😀 Tiba-tiba teralis mak Bendunduk… nyalip vixion ditikungan akhir.. seperti kasus bison yang kesalip NMP . Cuma AHM saja yang tau :). Lah wong SF pernah ngobrol sama mantan orang dalem AHM (barusan cabut dari AHM) info ga berhasil ditembus padahal doi sangat dekat dengan sumber info.

image

Spyshot muncul duluan enaknya bisa tau respon masyarakat… masukan masyarakat bisa jadi pertimbangan merevisi produknya agak makin sempurna.
Jangan-jangan Honda takabur :mrgreen:  beranggapan teralis jauh mengunguli lawannya.
Mbuhh kahh…. dienteni saja… tapi jangan berharap terlalu muluk… diatas langit masih ada langit. Kalo terlalu kueren entar susah bikin kakaknya (next tiger) lebih keren lagi. He3…

Honda Megapro pakai spakbor + lampu rem byson

image

Modifikasi memang tak mengenal batas… beberapa hari lalu  jjs sama bundafaiz disalip oleh yamaha byson, saat berada dibelakang motor ini baru tersadar. Motor ini bukan byson namun  megapro lama yang pake spakbor plus lampu rem byson! Nah bunda segera ane suruh potret tuh motor. Jepret…jepret… dari 4 kali ngeshoot pake hp hanya 2 gambar yang bisa dilihat :mrgreen: maklum Bunda bukan fotografer pro. Ubahan ini membuat buntut megapro lawas tampak lebih manis, apalagi disertai penggemukan kaki-kaki. Cukup kreatif juga modifikasi rider megapro ini , berani tampil beda dengan thinking out of the box.! Meski ke seluruhan dimensi megapro masih tampak kurang kekar tapi lumayan kok.

image

saat pemilik byson memodif motornya dengan memindah lampu rem ke posisi atas, rider megapro ini malah sebaliknya. 🙂