Pusingnya jadi Suzuki jualan motor apapun kurang laku. Peningkatan aftersales semoga cukup membantu

image
Pic:tokekmeong.wordpress.com

Mungkin puyeng juga ya jadi pihak SIS (Suzuki Indomobil Sales)… segala upaya dikerahkan tetep gagal juga memperbaiki performa penjualan motornya… mulai isu internal diskriminasi lini roda duanya dibanding roda empat, hingga masalah aftersales kurang bagus menjadi penghalangnya.. aftersales yang SF maksud yakni penyebaran parts kurang merata, harga parts mahal, hingga terjunnya harga jual kembali motor suzuki bikin konsumen agak gamang beli motor suzuki. Continue reading “Pusingnya jadi Suzuki jualan motor apapun kurang laku. Peningkatan aftersales semoga cukup membantu”

Respect the classic

image

Aura motor classic memang tak lekang oleh waktu. Terbukti saat ini motor dan mobil klasik masih banyak peminatnya. Motor baru retro classic pun juga menjadi tren. Nah saat pasang kopling set 6 per tiger beberapa hari lalu, bengkel langganan SF kedatangan satu pengendara motor C-70 yang mencari parts untuk motornya. Tapi doi nampaknya ga menemukan yang dia cari dan langsung cabut. Beruntung SF masih sempet nyolong fotonya . 🙂 honda C70 ini terlihat rapi kinclong dan terawat. Sekilas melihat blok mesinnya sudah memakai bloknya honda grand atau supra. Footstep boncenger memakai diral/aluminium. Lihat kaki depannya cakram pun menempel manis! Keranjang didepan serta spion bundar berlapis chrome menguatkan sisi klasik motor ini.

image

Saat pemiliknya cabut dari bengkel terdengar motor dinyalakan menggunakan electric stater. Hmm… disinyalir mesin sudah pake jeroannya honda grand/supra, termasuk transmisinya sudah 4 speed. Menurut pendapat salah seorang rekan pengguna motor klasik, merupakan suatu kepuasan tersendiri riding motor klasik yang terlihat terawat, ga malu harus jejer dengan motor baru. Bahkan merasa bangga telah berhasil membangun motor tuanya menjadi muda kembali. Apalagi larinya juga ga memalukan ( bahkan bisa lebih kenceng dari motor baru 🙂 ) Restorasi motor tua perlu upaya ekstra dibandingkan modifikasi motor baru. Kendala utamanya yakni susah mencari parts originalnya, bahkan seringkali sampai hunting ke pelosok daerah. Respect the classic broww!

Spin…. Malangnya Nasibmu

Kira-kira sebulan lalu bundaf41z dapet musibah, bunda mengalami kecelakaan ringan saat mengendarai spin dan alhamdulillah ga mengalami cedera sedikitpun. Spin yang dipakai nyonya lumayan agak parah yakni bodi depan pecah, spion kanan patah, dan sein sebelah kanan pecah. Nah saat hunting di dealer suzuki dewisartika keesokan harinya, hanya 1 barang yang saya temui yakni sein kanan. Itupun ga bisa beli mikanya doank tapi kumplit plus reflektornya. Nah untuk spionnya malah disaranin oleh dealer pakai punya satria atau skywave, sedangkan bodinya depan disuruh inden. Wah heran juga ane. Bukannya spin adalah andalan maticnya suzuki dalam hal penjualan, tapi kok distribusi sparepartnya ga merata.

Suziku yang malang

Nah pengalaman lainnya saat setahun silam saat kampas kopling selip iseng-iseng ane tanya di suzuki dewisartika, eh barangnya ga ada dan disarankan inden harganya seingat ane 350rban, karena ga bisa ditebus sepatu kampasnya namun harus ganti satu set sama rumah koplingnya. Hwadalah… untung ada bengkel pinggir jalan yang menawarkan alternatif pantek pakai kampas mobil. Mikir juga gimana yah nasib pemilik FXR dan thunder 250 pastinya mereka kesusahan nyari sparepart. Pantesan aja Suzuki tenggelam beberapa tahun terakhir. Suku cadang ga merata, harga sparepart mahal dan harus beli set-setan, dan produkpun ga berkembang. Jangan-jangan ntar GW250 yang masuk sini jadi ga laku gara-gara aftersalesnya. Hope suzuki come back to the right track!!! GPL yaaa…. munculin light sport bermesin satria, munculin GW250, tapi sebelumnya perbaiki dulu aftersalesmu