Ban Lebar pakai Ban Dalam?Pikir Ulang Deh

Sehubungan dengan artikel ban vixion beberapa waktu lalu, SF terinspirasi bikin artikel karena komen beberapa pengunjung yang menyarankan agar memakai ban dalam pada ban ukuran lebar.
Sempat beberapa saat SF memakai  ban dalam untuk tiger SF waktu itu tiger masih memakai velg ori dibalut ban tubeles ukuran 120/80-18 (sekitar 7 thn lalu). Problem menyerang saat tiger kena plat sehingga ban berlubang memanjang dan tidak bisa ditambal menggunakan tambalan tubeless.
Continue reading “Ban Lebar pakai Ban Dalam?Pikir Ulang Deh”

Saking mangkelnya , sampai rela dorong motor lebih jauh

Menyambung soal pengalaman temen yang di bully tukang tambal ban beberapa waktu lalu. Kali ini Bro Donny kembali cerita saat jaman motornya masih pakai  ban dalam. Rutenya kali ini dari gedung stovia kearah jln. Kwintang (lewat RS Gatoto Subroto) . Beberapa kali Bro Donny menyaksikan korban ranjau paku, bahkan pernah menyaksikan 3 motor berderet didorong empunya karena ban bocor. Nah kali ini Bro Donny jadi korbannya… doi rupanya mengamati tukang tambal daerah situ. Yang paling laris di dekat gereja kwintang… feeling bro Donny sih tukang tambal ini ga bener alias komplotan penebar ranjau paku.
Saat melewati tambal ban itu kontan si tukang tambal teriak-teriak ” Tambal ban sini bang! “…. beberapa kali teriakan tukang tambal ini diabaikan bro Donny. Nampak agak jengkel juga tukang tambal ini dicuekin :p

image

Untung beberapa meter dari situ ( jembatan Aryaduta)  ada tukang tambal ban lain yang diyakini lebih profesional/jujur dibanding tambal ban sebelumnya. Loh kok bisa menyimpulkan hal itu ? “karena kompresornya lebih guedhe” kilah bro Donny  :mrgreen:
Meski apes kena ranjau paku Bro Donny masuh bisa senyum penuh kemenangan “Yang penting saya puas bikin penipu itu ga berhasil mengeruk keuntungan dari saya..Meskipun sebenernya capek juga dorong motornya” lanjut Bro Donny  :mrgreen: