temlar

All posts tagged temlar

Tiger yang niatnya dilestarikan, mulai ngambek nyari perhatian. Suara kasar mesinnya makin terdengar jelas saat mesin panas terlebih saat menembus kemacetan. Tenaga jadi terasa ngedrop , bahkan tak jarang ngelitik. Padahal BBm dah pake pertamax.

Karena itu SF putuskan konsultasi sama temen yang sempat cari ilmu permesinan keluar negeri, sobat ini berusaha melokalisir permasalahan….

Kamrat jelas bukan karena barusan ganti kamrat asli Jepun yang harganya  3x ahm. Gejalanya juga beda dengan perkamratan. 

SF menjelaskan kepada sobat SF, mengenai kondisi saat bongkar mesin terakhir… Saat itu mekanik menjelaskan jika kondisi noken dan templar sedikit tergores tapi sudah dihaluskan dan masih bisa dipasang. Itu dia masalahnya… Sambut sobat SF ini…. noken dan temlar yang aus meski sudah dihaluskan tak akan bertahan lama …. Justru mempercepat keausannya. Ada lapisan penguat yang terkikis… Mending segera diganti agar mesin kembali alus dan performa ga ngedrop…

Saran sobat SF ini, bisa diganti noken/cam aftermarket yang sudah dijual satu set dengan temlar model roller… Mengurangi berisik dan sedikit meningkatkan tenaga karena profil cam sedikit berbeda  dengan ori…. Keawetannya katanya sebelas dua belas dengan yang ori.

Walahh jadi tertarik nih…. Nunggu komen dari pengunjung warung … Sapa tau ada yang pengalaman pakai temlar model roller plus noken yang telah didesain khusus…..

image

Kira-kira seminggu kemaren salah seorang sahabat SF (thanks to Mas Gio) mengirimi foto mengejutkan sepasang RRA (Roller Rocker Arm) rontok setelah dipakai beberapa hari pada jupiter z yang sedang dioprek. Untuk mendapatkan informasi detail ini SF rela interlokal ke kota Malang tempat kediaman sobat SF ini 😆
Jupiter Z ini memang sudah mengalami modifikasi dibeberapa bagian untuk meningkatkan performanya diantaranya kapasitas sudah bengkak menjadi 125 cc, serta noken as pun custom alias bikinan sendiri. Padahal menurut sobat SF ini ukuran lift noken ini ga seberapa tinggi. Saat payung klep terbuka maksimal diukur hanya setinggi 6.8 mm, bahkan mio yang pernah doi garap saja angkatan payung 8mm lebih masih sanggup kok.
Selepas itu empunya motor sudah ga berani lagi memasang part aftermarket pada tunggangannya, sebagai gantinya doi memilih RRA OEM milik honda blade. Memang agak ribet masangnya karena harus dimodif dulu agar bisa terpasang pada Jupiter, namun kekuatannya lebih baik dari produk plug and play aftermarket. Mekaniknya menjelaskan masalah jebolnya sepasang RRA tersebut disinyalir karena kualitas bahannya yang kurang baik  bukan karena settingan mesinnya, buktinya setelah dipasang RRA milik honda blade dengan settingan yang sama persis dengan sebelumnya tidak mengalami kendala apapun. Padahal RRA yang jebol tersebut disinyalir import dari Thailand loh…. Nah entah bagaimana kekuatan RRA plug N play untuk motor lain. Silahkan kalau mau menambahkan pengalaman memakai RRA atau ninggalin jejak 🙂