Adu kebut jarak pendek, volume oli pun dikurangi

image

Saat baca artikel dari motor plus mengenai dropnya tenaga hingga 2 dk jika volume oli motor berlebih. Jadi inget trik yang dipakai rekan SF saat adu balap liar (pengalaman masa lalu nih… 🙂 ). Doi sengaja mengurangi volume motornya agar larinya makin enteng. image Teorinya sih jika volume oli berkurang bagian kruk as yang terendam oli makin sedikit, dan makin banyak ruang kosong didalam bak mesin. Nah hal ini mengakibatkan kruk as, komponen gir dan komponen lainnya lebih enteng berkitir karena mengaduk oli yang lebih sedikit. Tapi harus waspada, jika volume oli terlalu sedikit pompa oli tidak dapat mensupply oli. Efeknya bisa fatal!, komponen blok mesin atas bisa-bisa jebol.
Untuk ngetes batas minimal volume mesin, rekan SF ini membuka baut setelan klep, jika ada semburan oli berarti oli sudah melumasi bagian atas blok. Ritual ini selalu dilakukan oleh rekan SF khusus untuk adu drag jarak pendek. Selama ini sih aman-aman saja dan terbukti mampu meningkatkan tenaga. Tapi jangan coba-coba lakukan ini pada motor harian, resiko mesin jebol sangat besar!

Saatnya membangkitkan trend knalpot racing silent sport!

image

Sekitar 3 atau 4 tahunan lalu SF kesengsem sama terobosan nob1 yang menciptakan knalpot racing dengan tipe silent sport. Desainnya ciamik, warna hitam dan lubang keluaran ga berada ditengah penampang knalpot melainkan di ujung atas penampang knalpot, disepanjang silencer tabung dilengkapi heat cover sebagai pengaman. Enaknya knalpot model ini ga perlu lagi pakai glaswoll, karena masih memakai sistem sekat. Suaranya cukup adem bahkan lebih halus dibanding knalpot standard tiger namun karakter suara berubah menjadi seperti suara vixion. Performa jga lumayan meningkat, apalagi kalau jetting disesuaikan.
Beda dengan knalpot racing dual tone sekarang yang memakai sistem freeflow (sarangan). Meskipun memakai db killer tetep saja suaranya ga sehalus knalpot silent sport murni. Dalam jangka panjang suaranya dipastikan juga berubah karena terbakarnya atau mampatnya glasswoll. Sayangnya knalpot nob1 silent sport ini terpaksa SF lengserkan karena diserang karat yang cukup mengganggu di lehernya. Cat didaerah silencernya juga banyak yang terkelupas. Terpaksa deh balik lagi ke penggunaan knalpot standar, selain juga biar irit. 🙂
Nah prospek knalpot model ini tentunya cukup menjanjikan kedepannya. Selain kadar suaranya yang sama seperti knalpot standar (aman dari aturan kebisingan) juga dapat meningkatkan performa motor, tendangan balik keruang bakar juga masih terjaga bikin mesin ga cepet jebol dan terutama ga ribet pake glasswoll segala. Kenapa ga dihidupkan lagi tren knalpot ini, tentunya dengan bahan dan desain yang lebih bagus.
SF pernah liat desain yang ciamik untuk motor matic merknya pasword (kurang tau pake sistem sekat ato murni freeflow yang di tambah dbkiller), tapi sayang masih pakai sistem cat yang disinyalir ga bakal awet pada bagian lehernya.

image