Spareparts racing aftermarket malah bikin motor injeksi irit? Ternyata ini rahasianya

Dari punya GL max, tiger, ninja 250 hingga Nmax, ga ada yang luput dari penggunaan parts racing. Awalnya emang buat kebut-kebutan, lambat laun bergeser. Sekarang buat alternatif penggantian part original dengan berbagai pertimbangan (mis fungsionalitas, model, ketahanan). Jaman motor masih karbu, penggantian parts racing kerasa banget bikin motor boros. Padahal simple saja perubahannya knalpot, filter dan spuyer.

Semenjak pegang Nmax penggantian parts original menggunakan parts racing malah bikin motor irit dan ngibrit…. kok bisa?

Setengah ga percaya….dengan gaya riding yang sama , Nmax yang sudah berumur 4 tahun kondisinya sekarang lebih irit dari standar.

Coba intip dulu artikel 4 tahun lalu saat motor masih standar.

http://smartf41z.com/2015/10/05/perbandingan-konsumsi-bensin-nmax-saat-ngebut-dan-santai/

1 liter bensin dengan gaya ecodrive cuma dapet 42,9 km

Intip artikel selanjutnya …

http://smartf41z.com/2019/02/19/nmax-terbukti-tetap-prima-usia-hampir-3-tahun-makin-irit-inilah-rahasianya/

kali ini motor sudah dioprek dengan penggunaan roller CLD yang 11 gram (turun 2 gram dibanding ori), dan per ganda TDR 1000 rpm. Konsumsi bensin 1 liter dapat meraih 46,2km. Nah meningkat dibanding standar kan?

Kondisi terkini Nmax hampir sama dengan kondisi diatas, hanya knalpot standar sudah ganti knalpot racing RCB1 silent series. Bagaimana hasilnya?

Bikin terkejut sodara… ini posisi Senin pagi saat berangkat kerja

1 liter bisa mendapatkan 49,7 km!!! Aseli SF saja bingung. Penggunaan parts racing yang tepat pada Nmax ga bikin motor tambah boros… !!! Ini pengalaman pribadi loh ya … rute sama harapan indah – kalibata, bensin sama-sama shell super, malah kondisi sekarang pakai ban lebih gambot ukuran 140, gaya riding ecoride yang sekarang jadi kebiasaan . Kira-kira penjelasannya bagaimana ya?

1. Nmax motor injeksi tipe close loop. Artinya semprotan bensin tergantung sensor O2 (di blok mensin dekat pangkal knalpot. ). Sensor ini memberikan informasi kondisi hasil pembakaran, selanjutnya informasi akan diolah ECU yang akan memerintahkan penambahan/pengurangan debit BBM

2. Pemilihan parts racing yang tepat disesuaikan dengan kondisi (rute, bobot pengendara, dll) .

Bobot roller lebih ringan bikin beban mesin lebih ringan di putaran bawah cocok buat perkotaan yang jarang melaju di kecepatan tinggi. Roller 11 gram mampu bikin motor melaju efisien di kecepatan sampai dengan 50-60 km (indikator exo bisa di 4-5 bar) . Per ganda 1000 rpm mengurangi delay antara putaran mesin dengan perputaran mekanisme cvt. Yang terakhir adalah penggantian knalpot racing dan filter replacement bikin torsi dan power naik. Torsi ini yang memegang peranan penting mesin saat menggendong bobot motor dan pengendara saat melaju. Torsi naik artinya ga perlu putar gas dalam untuk bikin melaju motor sesuai kecepatan yang diinginkan. Power naik sih cuma bonus saja bagi SF karena ngefeknya di putaran atas.

3. Gaya riding.

Percuma saja kalau hal 1 dan 2 diatas terpenuhi tapi gaya riding jadi secara psikologi berubah . Gara- gara motor performanya lebih responsif jadinya sering maksa nyalip, gampang panas disalip rider lain. Coba belajar sabar. Efeknya motor bisa jadi lebih irit kok… 😊

Monggo dijajal saja dan buktikan racikan SF diatas tapi khusus rute perkotaan yaaa…

Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax

Artikel ini kelanjutan dari artikel Sebelumnya mengenai review knalpot aftermarket Rob1 untuk Nmax. Jika sebelumnya bahas dari sisi performa (artikelnya silahkan klik Disini ) , kali ini SF bahas perihal suaranya. Tentunya penasaran kan dengan suara anti tilang yang diklaim oleh produsen.

Seperti yang saya tulis diartikel sebelumnya, alasan penggantian knalpot standar adalah karena adanya penyok dileher knalpot, yang mempengaruhi performa motor.

Usia motor yang 4 tahun juga bikin kondisi leher knalpot berkarat parah. Alih-alih ganti leher knalpot, SF putuskan ganti sekalian saja fullset. Setelah berkonsultasi dengan grup Nmax di FB, suara Rob1 silent series yang paling adem alias volume yang paling rendah. Video yang SF lihat di youtube, si pembuat video juga mengklaim knalpot ini anti tilang (ada video pengukuran volume knalpot dengan dbmeter). Karena itulah SF beli knalpot Rob1 ini.

Diartikel sebelumnya yang saya share di FB juga ada pertanyaan dari sobat SF, ” apa benar-benar silent?” Ini yang akan SF bahas.

“Tidak Juga”

Continue reading “Review Suara Knalpot ROB1 Silent Series untuk Nmax”

Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.

Akhirnya setelah beberapa bulan menahan godaan, tak tahan juga SF ganti knalpot bawaan Nmax dengan knalpot aftermarket Silent Series bermerk ROB1 (dulu namanya RCB1). Penyebabnya bukan hal yang sepele. Leher knalpot Nmax penyok kena poldur saat boncengan ekstreem 😇

Leher knalpot Nmax, full karat dan penyok setelah 4 tahun

Bukan hal yang mudah menentukan knalpot incaran. Ada beberapa merk yang menawarkan harga lebih murah. Tapi review di internet kurang detail. Nah sialnya pihal RCB1 punya trik jitu. Bikin video pengukuran dyno dan pengukuran volume knalpot…. coba.. apa ga sialan tuhhhh… !!!

Continue reading “Impresi penggantian knalpot silent series Rob1 pada Nmax. Terkesima dengan performanya, tapi tetep irit Juga loh.”

Mobil matic lebih boros dibanding manual, kini tinggal mitos

Mengejutkan hasil yang dishare otomotifnet. Ertiga matic ternyata lebih irit dibanding manual. Baik untuk dalam maupun luar kota. Dalkot manual 1:12 kmpl dan matic 1:12.3 kmpl, Lukot manual 1:16.5 kmpl dan matic 1:19.3 kmpl. 


Meski secara performa ertiga manual unggul,untuk mobil keluarga rasanya matic cukup menggiurkan dengn kepraktisannya dalam kota.


SF sendiri saat itu milih manual karena prioritas luar kota yang rutenya banyak dilalui truk jadi perlu tenaga instan saat menyalipnya. Tapi seringkali galau pengen yang matic saat diperkotaan… 😆

Kalau untuk motor , saat ini bisa dikatakan manual/semi manual masih lebih irit dibanding matic. Kedepannya ? Who khows…. 🙂

Sumber pengetesan : http://otomotifnet.com/Mobil/Test/Mana-Lebih-Kencang-Dan-Hemat-Suzuki-Ertiga-Bensin-Vs-Diesel-Hybrid

Ferrox untuk Nmax, cukup lumayan peningkatan performanya

Filter udara bawaan Nmax tidak bisa dicuci dan kudu diganti saat menginjak 12 ribu km. Punya SF sendiri dah 17 rb lupa ga diganti :mrgreen: . Berbekal pengalaman pasang Ferrox di Ninja 250, SF putuskan juga ganti filter udara Nmax dengan Ferrox.

Segera pesen ke om Kobayogas, harganya 390rb… mahal ya? Ntar dulu… klo hasilnya ga signifikan baru boleh komen mahalll….

Setelah barang nyampai langsung dipasang… guampang banget ga sampe 10 menit dah terpasang. Cuma modal obeng plus… tinggal copot 6 baut filter.

Kesannya gimana setelah terpasang? 

Seperti yang diduga sebelumnya… penggantian filter udara ini bikin motor terasa rilex. RPM cepat naik tanpa merasa motor “ngoyo”. Kesannya persis yang SF rasakan saat mengganti filter udara bawaan Ninja 250 dengan ferrox.  

Karakter Nmax yang terasa flat di putaran tengahnya beberapa saat tertolong oleh ferrox…delaynya lebih singkat untuk menuju RPM atas. 

SF yang keasyikan jajal ga terasa bikin pengendara Nmax di daerah kranji terpancing. SF berikan kesempatan dia menyalip dan langsung SF tempel… dalam posisi menanjak Nmax SF mampu semakin mendekat…. 

cukup dah… inget umur… 😆 kesimpulannya Nmax dengan pengendara beruang bisa mendekati Nmax  berpengendara “normal”.

Belum puas jajal perubahan performanya, langsung SF jajal bonceng berempat saat jemput Faiz… disini juga kerasa banget bedanya dibanding sebelumnya… motor lebih terasa rilex saat melaju dengan beban berat… akselerasi juga terasa lebih responsif…. 

Apa ga terlalu berlebihan nonjolin Ferrox ?  Mungkin kali ya…. :mrgreen:

 Lah wong Filter lawas Nmax SF dah parah kotornya…. kwkqkwkwq…. 

diganti filter OEM saja SF yakin performanya naik tapi mungkin ga sebaik ferrox… 

Jadi 390rb apakah cukup worthed ?   

Yuppp….!!! Performa meningkat (sepertinya BBM juga bisa ngirit) , dan barangnya bisa dipakai sampai bosen…..!! Tinggal cuci berkala kalau kotor.

Sepertinya Ninja 250 kudu berkaca pada masa lampau

Ninja 250  yang dulu superior karena mesin 2 silindernya yang powerfull, saat ini menjadi underdog dari sisi performa dibanding R25 dan CBR 250. 

Menyerah bukan opsi bagi kawasaki menghadapi persaingan di kelas 250cc. Untuk urusan mesin sebenernya bukan perkara susah bagi pabrikan yang dalam beberapa tahun terakhir berjaya di kelas supersport dan superbike ini. 

Ninja 2 silinder jadoel keluaran lama saja powernya mendekati 40Hp.  (Baca artikelnya disini ). Ninja 250 saibgannya dulu motor 250 cc 4 silinder lohhh….

 Jaman dulu tantangan ga seberat sekarang…  aturan soal kandungan gas hasil pembakaran dan tingkat kebisingan mungkin ga seketat sekarang. Tapi perlu diingat , jaman sekarang tehnologi dah maju… injeksi, komputer, metalurgi, dll…. 

masa kawasaki ga sanggup melawan jagoan honda dan kawasaki…. 

Mau pasarnya digerogoti terus?

Pengalaman rekan yang memperdalam ilmu tenaga dalam

Rekan SF, sebut saja Agus ini minta tak disebutkan nama perguruannya…
pernah ikut di dua perguruan tenaga dalam.
dasarnya pelatihannya hampir sama yakni manajemen pernafasan dan peningkatan stamina.

image

Continue reading “Pengalaman rekan yang memperdalam ilmu tenaga dalam”

Knalpot custom Ninja terpasang di Tiger… suara jadi kaya standar tapi lebih powerfull

Pas banget… karakter seperti inilah yang SF inginkan untuk tiger… suara tetap ngebas alus seperti ori namun sedikit terdengar bunyi prek/pecah… jadi karakter suara mendekati suara scorpio namun ada nuansa ngebas seperti tiger lawas (suara menyusul)

image

Tenaga meningkat, terasa pada akselerasi. Kecepatan atas belum sempet jajal … tapi harusnya juga meningkat… lari 100kpj saja motor terasa lebih rileks.

image

Knalpot pesanan khusus (bersekat/sarang tawon) yang awalnya buat Ninja SF lalu pasang ke tiger karena ninjanya pakai replika GSX (agar lebih keluar bunyi multi silindernya)… hasilnya seperti report diatas….
Tenaga diatas silincer ori dan silincer ninja 250 dan suara tetap sehalus ori

image

Nb: sory baru ngeblog lagi, weekend kemaren mancing di muara

image

Solusi motor karbu ngelitik, bisa diborosin atau pake oktan lebih tinggi

Masih ingat tiger SF yang kerasa ngelitik dan kurang tenaga semenjak mengiritkan kucuran bensin (baca disini ), sebelum SF kembalikan settingan karbu agar lebih boros, SF memutuskan untuk memakai pertamax pada tiger lawas SF.

image

Continue reading “Solusi motor karbu ngelitik, bisa diborosin atau pake oktan lebih tinggi”

Riset baru pengrajin knalpot lokal. Knalpot custom sekat plus catalyc converter

image
SF bersama bewok punggawa stanlee motomuffler

Produsen knalpot lokal langganan SF ini memang yahuud…. kali ini stanlee mencoba bredel knalpot freeflow Ninja 250 milik SF untuk diubah menjadi sistem sekat dengan penambahan Catalyc converter …
SF awalnya mengembalikan silincer milik si Bolot kepada Stanlee dengan tujuan utama untuk mereduksi suaranya agar lebih kalem… apakah knalpot replika gsx tersebut berisik….? sebenarnya kagak sih tapi SF pengen merubah karakter suara plus mempertahankan suara agar ga berubah seumur hidup :).. stay calm alias tetep kalem 🙂 .

image

Continue reading “Riset baru pengrajin knalpot lokal. Knalpot custom sekat plus catalyc converter”