testride

All posts tagged testride

Artikel IWB beberapa waktu lalu yang menyebutkan kecepatan CB150R melampaui 140kpj sepertinya sangat mungkin tercapai, pasalnya saat diuji oleh detikoto motor ini bisa meraih 120kpj dengan trek terbatas, kondisi hujan dan baru dipakai gigi 5 ! ulasan lain oleh kompas juga dapat dibaca disini.

gambar dari detikoto.com


bayangkan jika sudah masuk gigi 6 disinyalir makin melayang (soale bannya kurang kekar 🙂 ) jangan bandingkan sama tiger loh ya… bener bisa raih 120 kpj di gigi 5 tapi masuk gigi 6 ogah nambah :mrgreen:
Kalau CB150R SF yakin bisa nambah mengingat powernya justru keluar diputaran atas (17PS di 10.000RPM ! ) . untuk pecinta motor ngacir dengan budget terbatas sepertinya CB150R layak diperhitungkan. tapi ingat kompresi tinggi 11:1 jangan dipaksa nenggak premium terus-terusan loh. Kalau dah gini ya jangan harap motor irit (mau irit ya bebek to 🙂 ) secara power dan torsi keluar di RPM lebih tinggi dibanding motor pada umumnya jadi untuk mendapat tenaga yang diharapkan kudu puntir gas lebih dalam.

Spesifikasi

Panjang X lebar X tinggi : 2.008 x 719 x 1.061 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.288 mm
Jarak terendah ke tanah : 148 mm
Berat kosong : 129 kg
Tipe rangka : Diamond Steel (Truss Frame)
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal (Sistem Suspensi Prol-Link)
Ukuran ban depan : 80/90 17M/C 44P (Tubeless)
Ukuran ban belakang : 100/80 17M/C 52P (Tubeless)
Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
Kapasitas tangki bahan bakar : 12 liter
Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
Volume langkah : 149,48 cm
Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
Kopling Otomatis : –
Gigi Transmsi : 6-Kecepatan
Pola Pengoperan Gigi : 1 N 2 3 4 5 6
Starter : Pedal & Elektrik
Aki : MF 12 V 5 Ah
Busi : –
Sistem Pengapian : Full Transistorized

image

Apes.. Sabtu-sabtu harusnya bisa ngumpul sama keluarga malah ada surat tugas dari kantor. Kebetulan teman kantor yang baru beli vartech125 juga dapat penugasan yang sama, jadinya kesempatan bagi SF nyoba motornya. Kesan pertama nyemplak motor ini …. ngangkang!!! Jika dalam posisi sedikit mundur (kebiasaan SF naik matic posisi duduk agak mundur) kaki SF dengan tinggi 174 cm ga menapak sempurna.. motornya orang eropa kali ya :mrgreen: . Sayangnya jok yang lega ga diimbangi dengan bahan yang nyaman, Jok terasa sangat keras!! Untung SF dah biasa naik Ninja.
seperti blogger lain SF takjub sama bunyi stater yang ualusss.. sampe SF restart ulang sambil membungkukkan badan untuk mendengar jelas suara stater. Senyapp…. 🙂  Selanjutnya gas dipelintir dan suara khas motor Eropa yang kata warung DoHC rata2 ngorok terdengar seiring bukaan gas. Tapi suara ini sangat-sangat ga mengganggu (Ga usah digembar gembor lagi , biasa sajahhh… :mrgreen: ). Mampir dulu di depan PGC, janjian dengan rekan lain penunggang mio yang ga hapal rute.

1vartech dengan total bobot penumpang hampir 160kg, 1 mio dengan bobot penumbang ga sampe 60 kg lanjut melaju ke area kemanggisan.. jalanan cukup lenggang ga terasa kecepatan sudah 80kpj, ga ada tanda motor teriak dan getaran mesin terasa halus. Sedangkan si mio terdengar suara mesinnya sedikit teriak. Akselerasi memang ga terlalu istimewa namun tenaga pada kecepatan 80kpj terasa masih ngisi… SF coba mainkan gas motor masih berespon bagus pada kecepatan itu. Shockbreaker cukup lumayan meredam jalan bumpy disepanjang Gatsu… hati2 banyak pasir bekas perbaikan jalan yang ga dibersihkan penggarapnya 👿
Tiba-tiba ada moment mendebarkan… mobil sedan tua didepan tanpa lampu rem tiba2 berhenti mendadak. SF yang pas dibelakangnya ga sempet ngerem langsung saja bermanuver kekanan… ngepress baget…!!! Ujung sepatu boncenger sampai nyenggol ujung bemper! Ngeri pokoknya…. Rekan SF pengendara mio dan beberapa pengendara motor dibelakang SF juga nampaknya kaget dengan mobil sedan yang kemungkinan mogok ini. Pengakuan rekan penunggang mio dia sampai ngepot-ngepot ga karuan dan berhenti pas mepet dibelakang bemper mobil… begitu pula pengendara lain… untung ga ada yang celaka. Sesampai tempat tugas motor segera diparkir , hati2 boncenger belakang yang memakai celana panjang agak kendor, rawan nyantol di standar tengah saat turun dari motor. Jok dibuka dengan tombol disamping kunci kontak, helm flipup milik SF yang termasuk gambot masuk sempurna dalam bagasi tengah.
image

Pas pulang, kembali SF didepan… nah perjalanan kali ini sedikit berbeda dibanding saat berangkat. Kondisi lalin lebih padat. Disini baru terasa…. vartech sangat tidak nyaman buat boncengan dikemacetan. Titik berat yang tinggi dibanding matic lain bikin motor melawan saat menikung patah dan selip-selip. Bagi rider mungil dan rider cewek pada umumnya hati-hati deh.. sangat menyulitkan mengambil beberapa manuver yang memerlukan tumpuan kaki. Motor juga terasa kurang stabil untuk kecepatan rendah..si ownernya juga mengamini. Apalagi buat boncengan katanya… “puegel banget jika riding dibawah 40 kpj, motor seakan minta diseimbangkan terus. Berbeda jika dipakai sendiri, lebih nurut” soal konsumsi bahan bakar cukup ngirit kok.Saat berangkat kami mengisi shell super rp 20.000 (petunjuk bensin 2 bar menjadi 6bar)  saat sampai rumah petunjuk bensin menunjukan berkurang 2 bar. Menurut dia untuk kalau buat boncengan masih bisa 1:40 . Masuk lingkungan kampung SF ada sedikit hal yang bikin ga nyaman… motor yang nampaknya tinggi ini ternyata gasruk saat melewati polisi tidur. Menurut empunya memang ada bagian bodi sedikit menonjol dibawah namun agak lentur, selain sebagai peringatan terhadap polisi tidur juga untuk melindungi agar polisi tidur tidak langsung menggesek rangka atau mesin.
image

Overall Motor ini lumayan nyaman buat rider bongsor, nyaman untuk kecepatan menengah -atas,cukup irit dan bertenaga. Namun perlu pertimbangkan ulang jika rider kurang tinggi serta rute selalu macet.