Tiger

All posts tagged Tiger

Sempat terpuaskan dengan spion keluaran aspira mini namun kacanya seperti ori (cembung) yang SF beli secara online, setelah beberapa kali pakai ternyata sedikit mengecewakan karena letoy untuk kecepatan tinggi (klik disini ).

SF putuskan cari lagi secara online. Kali ini pencarian SF terhenti dilapak dengan judul spion Scoopy standar honda… dari judulnya SF pikir barangnya  ori atau persis ori … judulnya saja standar.

Liat garis asbes gelombang, nampak lurus =kaca datar

Setelah barang sampai, segera SF pasang di tiger… ternyata sedikit mengecewakan. Cerminnya cenderung datar / kurang cembung…  jadinya view di cermin tampak besar… area cakupannya cermin jadi lebih sedikit/sempit. 

Sempat SF bandingkan dengan Ori scoopy, ternyata memang beda…. yang ori lebih cembung

Nampak garis vertikal bayangan gedung lebih melengkung = kaca cembung

Jiahhh… kudu ganti lagi yang ori… 

9 tahun SF pakai lampu H4 pada tiger (reflektor 7″ autopall punya jimmy). Baru kmaren bohlamnya putus. Ada keuntungan penggunaan reflektor dan lampu mobil untuk motor.

1. Jauh lebih terang. 

Mengingat lampu mobil berdaya 60/55watt, dibanding orinya 36,5/35watt. Karena itu, SF ganti lampu kota dan lampu rem pake led agar ga tekor

2. Jangkauan luas
Saat lampu ori hanya sanggup menyinari 1 jalur/1 ruas jalan, lampu mobil sanggup 1,5-2 jalur/ruas jalan. Jadinya saat turing melewati hutan/pegujungan yang minim penerangan sangat membantu. 

3. Fokus dan tidak menyilaukan

Cahaya padat bertumpu pada fokusnya… sangat minim kebocoran cahaya diluar fokus. Karena itu ga bikin pengendara lawan arah silau

Kalau honda tiger lawas, tinggal belikan reflektor dalam dengan punya jimmy ukuran 7″. Sedangkan ring luar pake punya ori tiger… trus jangan lupa pasabg relay biar maknyusss….Monggo dijajal … 

Baru tersadar lampu utama tiger modif  H4 60/55watt , yang menemani SF bertahun tahun akhirnya menyerah mati saat berangkat kerja. Masih sukur lampu jauh kasih idup jadi aman dari tilang polisi. 

Untung lampu motor laki non fairing cukup mudah diatur ketinggian pancaran lampunya. Bahkan SF ga perlu turun dari motor untuk mengatur lampu tiger ini… tinggal mbungkuk dikit pas di lampu merah dan batok lampu tinggal dipaksa nunduk saja pakai kedua tangan… kebetulan SF ada dibelakang mobil jadi bisa mengira-ngira ketinggian yang pas.
Aman dari tilang dan sinarnya ga mengganggu pengendara lain… coba bayangkan gimana rasanya kena sentrong lampu jauh 60Watt. 

Niatnya SF ganti pakai H4 milik vixion yang cuma 35watt… dah jarang turing jadi ga perlu terang buanget.

Sayangnya banyak rider yang cuek dan malas mengatur ketinggian pancaran lampunya… buktinya dijalan sering kali SF silau kena pancaran lampu motor dari arah berlawanan… atau jangan-jangan kasusnya sama kaya SF dimana lampu dekatnya mati jadi pakai lampu jauh….?

Dah penyakit AHM kalau jadi follower … untung saja produknya menawarkan sesuatu yang lebih dibanding kompetitor jadi masih laku. Beat, CB150 dan CBR150 contohnya. 

Sayang beribu sayang Tiger yang dulu jadi kebanggaan AHM malah di suntik mati. 

Yamaha India segera menelorkan sport 1 silinder 250cc. Tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengikutinya. Pasar ini masih cukup menjanjikan, tentunya penghobi motor akan berminat dengan motor CC gedhe minim perawatan yang ga ribet untuk harian…

Moment ini sepertinya cocok bagi AHM untuk menghidupkan kembali si tiger… pake mesin CBR 250 1 silinder kalau ingin terlihat superior, atau memakai mesin CB twister versi 250cc yang jadi seteru fazer 250. 

Kemunculan yamaha FZ250 di India, sedikit menguntungkan AHM . Spek dan desain akan segera terpapar. Jadi kalau FZ250 di hidupkan di Indonesia , AHM ga start dari 0. Biasa lah… tinggal kasih value lebih, trus harga di kurangi, desain dibagusin, kasih nama tiger 250 dah…

Akan lebih seru lagi jika Yamaha bikin kejutan dengan menanamkan sesuatu yg tak terduga oleh AHM….

Produsen bersaing jor joran… konsumen diuntungkan :p

Spion yang dipakai tiger SF sebenernya masih dapat diandalkan… kacanya yang super cembung sangat luas jangkauannya… sayang tangkainya kurang panjang dikit… ditambah lagi tangkai chrome kualitas kw sekian dah burem. SF terpaksa hunting gantinya. Pencarian SF terhenti saat melihat merk Aspira yang terkenal bikin parts setara ori menawarkan spion cembung dengan tangkai pendek… harganya kok murah pas dengan selera murahan SF … :mrgreen: cuma rp 28.500 di toko online…(ada juga untuk merk lain)  ga pikir panjang langsung SF sikat barangnya.

Besoknya nyampai rumah langsung SF pasang… panjangnya passss…. sedikit sekali lebih pendek dari ujung setang, pandangan ke belakang ga tertutup lengan SF alias masih nongol keluar dari lengan SF…

Kaca cerminnya cembung… nah kaca kaya gini kudunya jadi standar spion… banyak SF jumpai spion mahal dengan kaca cermin datar….dodol banget produsennya!!! Jangkauan Viewnya terbatas banget 👿

Semoga saja awet spion ini…

Tiger sebenarnya sudah punya filter bensin yang menyatu pada kran bensin. Biar bensin lebih murni bebas air dan kotoran, SF putuskan untuk memasang filter tambahan .

Dulu SF dah pernah pasang ( cek artikel lawasnya disini ). 

Filter ini ternyata kurang ampuh

Tapi filter yang biasa digunakan di motor bebek tersebut kurang efektif menyaring kotoran dan air. Buktinya di penampungan karburator, masih terdapat air dan kotoran

SF putuskan untuk ganti yang lebih baik. Setelah konsultasi dengan owner formula motor dikawasan harapan indah, SF memilih filter yang dianjurkan. Filter ori punya Scorpio seharga 50rb. Modelnya menggantung, inlet dan outlet berada diatas.

Model seperti ini bikin air dan kotoran ngendap di bawah, ga ngikut ke karbu dah…. 

Untuk memperkuat sambungan bisa memakai klem khusus atau cable tie. Monggo dijajal

Alkisah seorang rekan… terpaksa melepas sekringnya karena sering bermasalah kelistrikannya … lainiiii… kelistrikan bermasalah malah lepas sekring… :mrgreen: (hayo sapa pelakunya ngaku….!!! 😆 ). Cara bypass tanpa sekring gampang sih… tinggal sambungkan 2 kabelnya…


Hal ini sangat amat berbahaya dan akibatnya bisa fatal jika terjadi arus pendek terjadi karena merusak perkabelan… kabel bisa leleh. Bukan hanya kabel yang korslet, panasnya bisa melelehkan kabel lain. Arus pendek/korslet ini baru brenti saat kabel yang korslet putus terbakar atau aki jebolll…. parahnya motor bisa terbakar!!! SF pernah memperingatkan pengguna tiger dilampu merah yang dibawah joknya keluar asap…untung ketahuan… 

Sekring putus adalah tanda jika adanya hubungan arus pendek (korslet). Membypass kabel sekring sebelum menemukan sumber masalah tentunya sangat fatal. 

Sebenernya SF juga pernah melakukan pada tiger sih… gara2 konektor sekring bermasalah ga sempurna menjepit sekring model tabung, jadinya kelistrikan on off…. SF bypass saja dengan menyambung 2 kutup penjapit sekring tapi bukan saat ada korslet loh 🙂

Share pengalaman selama jadi penunggang Tiger dan GLmax. Saat stasioner di lampu merah RPM kadang naik sendiri tanpa sebab trus turun perlahan bahkan kadang sampai mati mesin. Apa ya kira-kira sebabnya… ini dia pokok masalahnya 

1. Manifol bocor

Manifol adalah karet penghubung antara karburator dan mesin. Kalau bocor, campuran udara dan bahan bakar jadi ga ideal… ada udara tak dikehendaki nyusup dari tempat yang bocor.

2. Spul pengapian tidak sehat

Tanda spull pengapian hampir koit adalah motor susah distater, RPM naik turun saat stasioner, dan brebet ditempat tertentu. Kalau sudah gini mending ganti spulnya . Pengalaman gulung spull umurnya ga panjang.

3. Skep karbu terkikis

GL max SF dulu pakai karbu imitasi punya GL Pro. Kualitas skep yang kurang bagus, bikin mudah aus/terkikis. Ngowos dah saat stasioner.

Semoga berguna infonya

Kelemahan tiger salah satunya pada mekanisme kamrat yang gampang lemah… Bukan hanya rantai kamratnya namun juga LATnya alias tensioner penonjokknya yang gampang lemah. 

Kali ini SF ingin bahas LATnya. Seringkali LAT yang menggunakan pegas model gulungan lempengan baja ini ga kuat mendorong batang penonjoknya keluar, akibatnya kamrat kendor dan muncul bunyi berisik. Penonjok ya ga memanjang maksimal ini sebagai akibat pernya telah lemah.

Untuk membantu kerja LAT agar bisa lebih memanjang sehingga lebih menekan kamrat cukup mudah kok… Kendorin saja baut pemegang LAT diblok mesin pake kunci L (ada 2 biji atas bawah) sehingga LAT terdorong keluar sekitar 2 mili. Saat dikendorin itu, penonjok tensioner pada LAT yang ga tertahan lidah tensioner akan ikutan memanjang 2mm. 

Nah bagaimana jika saat baut pemegang  LAT tersebut sudah di kendorin namun LATnya ga terdorong keluar meski dah digetok getok…. Berarti masalahnya bukan pada LATnya… Tapi kamrat (rantai keteng) anda sudah molor dan harus diganti atau bisa juga lidah tensioner dah tergerus parah. 

:Mrgreen:

Tiger yang niatnya dilestarikan, mulai ngambek nyari perhatian. Suara kasar mesinnya makin terdengar jelas saat mesin panas terlebih saat menembus kemacetan. Tenaga jadi terasa ngedrop , bahkan tak jarang ngelitik. Padahal BBm dah pake pertamax.

Karena itu SF putuskan konsultasi sama temen yang sempat cari ilmu permesinan keluar negeri, sobat ini berusaha melokalisir permasalahan….

Kamrat jelas bukan karena barusan ganti kamrat asli Jepun yang harganya  3x ahm. Gejalanya juga beda dengan perkamratan. 

SF menjelaskan kepada sobat SF, mengenai kondisi saat bongkar mesin terakhir… Saat itu mekanik menjelaskan jika kondisi noken dan templar sedikit tergores tapi sudah dihaluskan dan masih bisa dipasang. Itu dia masalahnya… Sambut sobat SF ini…. noken dan temlar yang aus meski sudah dihaluskan tak akan bertahan lama …. Justru mempercepat keausannya. Ada lapisan penguat yang terkikis… Mending segera diganti agar mesin kembali alus dan performa ga ngedrop…

Saran sobat SF ini, bisa diganti noken/cam aftermarket yang sudah dijual satu set dengan temlar model roller… Mengurangi berisik dan sedikit meningkatkan tenaga karena profil cam sedikit berbeda  dengan ori…. Keawetannya katanya sebelas dua belas dengan yang ori.

Walahh jadi tertarik nih…. Nunggu komen dari pengunjung warung … Sapa tau ada yang pengalaman pakai temlar model roller plus noken yang telah didesain khusus…..