tinggi

All posts tagged tinggi

Windshield pertama Nmax beli karena khilaf. Windshield sangat tinggi dan warnanya hitam. Kalau siang sih ga masalah, tapi begitu malam dan apalagi hujan windshield malah menghalangi pandangan. Ganti yang bening dan lebih pendek… Sebenarnya ga ada masalah dengan windshield ini. Namun setelah pemasangan alarm BRT yang mengharuskan bongkar pasang windshield, jadi Β timbul masalah. Mur windshield yang nempel pada dudukan di balik tameng depan doll. Saat berusaha membetulkan sendiri dirumah malah bencana. Windshield retak dibagian lubang bautnya (ngrapetin sambil gemes, begitu dah jadinya πŸ˜‚ )

Beberapa minggu pake orinya dah… Tapi bosen juga ya…. Manfaat windshield yang melindungi tubuh pengendara dari angin jadi ilang gara2 windshield ori kekecilan.

Awalnya SF tertarik windshield asesori resmi yamaha… Tapi kok harganya nggilani.

Akhirnya cari yang lain di tokopedia…. Searchnya pake cara biasanya… Masukkan kata kunci, filter daerah Jabotabek (agar bisa ojek online langsung nyampai), lalu di sort harga yang terendah … πŸ˜‡. Nemu dah windshield yang dimaksud. Nama sellernya my istana motor. Jangan kuatir ini bukan endorse , SF beli kok, bukan gratisan apalagi bonusan.

Awalnya ga berharap banyak, minimal sama kaya Windshield sebelumnya. Saat barang sampai , ga sabar SF langsung bongkar tuh barang. Packing Std cukup rapi dan ga kuatir baret saat pengiriman.

Windshield siap pasang. Sudah lengkap dengan spacer, ring karet, dan baut

Continue Reading


Setelah 2 tahun bergumul harian dengan Nmax…plus beberapa bulan ini kondisi lalin Jakarta ga karuan jadinya Tiger dan Ninja 250 terlupakan… cuma dipanasi thok…

Pas puasaan gini kok beberapa hari malah Lalin lancar… akhirnya tiger keluar kandang… 2 hari dah merasa keanehan di tiger… mesin brebet di RPM menengah pasca ganti Noken plus RRA BRT, dan paling mengganggu Setang bawaan tiger ga balance kanan kirinya…. he3…. baru nyadar beberapa tahun karena dah biasa pake Nmax .

Singkat cerita SF giring tiger ke bengkel deket rumah… minta ganti stang tiger Revo yang lebih tinggi dibanding tiger lama… raiser yang dulu dah nemplok di tiger dipertahankan…. hasilnya….. NYESELLLL POLLLL !!!  Continue Reading

Sebenernya bukan salah produsennya sih tapi karena SF salah pilih model saja… Model windshield yang terpasang pada Nmax ternyata bikin masalah lain.

yang pertama karena lekukan bodi gitar di tengah windshield bikin windshield goyang saat melewati jalan rusak, bodi gitar tersebut juga bikin windshield melengkung pada kecepatan 80kpj keatas.

windshield

yang kedua ketinggian Windshield dan penampang atas windshield. bagian ini mempengaruhi kemana angin dibiaskan oleh windshield. windshield SF ini ketinggiannya hampir sejajar kepala, ditambah lagi bagian atas windshiel terdapat cekungan, kemungkinan angin jadi terkumpul pada cekungan diatas windshield… nyoba riding sekitar 60 KPJ tanpa helm diarea perumahan tamparan angin sangat terasa di kepala. Riding diatas 80 kpj bisa menggoyahkan helm yang ga ditutup visornya… selain itu hembusan angin terasa lebih keras.

Secara model sih terlihat OK namun secara fungsi ternyata sedikit meleset….

image

Seperti rencana SF.  Inceran modif utama untuk si Emak (Nmax)  adalah pemasangan windshield tinggi. mengingat Nmax sekarang jadi kendaraan utama menggantikan si tiger yang sudah uzur jadi kudu di modif nyaman.

Continue Reading

image

Header asli ertiga 4-1

Langsung terasa bedanya….!  Penggunaan header 4-2-1 buat ertiga menggantikan header ertiga bawaan 4-1 dengan catalyc converter bikin power mobil lebih keluar duluan…  Hal ini juga diamini ipar SF (yang justru jam terbang pake ertiga lebih tinggi dibanding SF) “wah kalau kaya gini tanjakan curam dengan kondisi penumpang penuh ga bakal jiper” katanya.  Perbedaan karakter terutama sekali terasa si rpm bawah (sebelum 4rb rpm).  Pedal gas cukup sedikit di tekan sudah cukup untuk bikin mobil melaju. Sangat bisa diandalkan untuk nyalip angkot yang seenaknya ngetem.  Sepertinya peak power dan torsi bergeser pada RPM lebih rendah.  

image

Aftermarket 4-2-1

Continue Reading

image

Mesem SF baca stiker ini di kaca belakang mobil Jeep… You can go faster but I can go anywhere artinya kamu bisa melaju lebih cepat tapi aku bisa pergi kemanapun. Sebagai sesama pengguna SUV (njawil mas Bons) tentunya SF mengamini hal ini, bahkan langsung mempraktekkan di salah satu ruas jalan yang ancur. SF memang baru pindah di harapan indah jadi ga hafal kondisi jalan. Saat akan melewati kubangan di salah satu ruas jalan menuju pusat onderdil Harapan Indah nampak kendaraan didepan berusaha menghindari genangan ini. Dengan PDnya SF ajak si Tarubiru sedikit main air… begitu menjejakkan roda ke genangan air langsung bless masuk agak dalem… ga sampai setengah lingkar roda namun tergolong cukup dalam. Mobilpun bergoyang ga karuan karena dasar kubangan ini nampaknya ancur ga rata (bukan mobil bergoyang ditempat sepi loh ya). Ga disangka sedan di belakang ikutan… terang saja langsung masuk jebakan betmen itu. Dari spion SF intip genangan air menyentuh bibir bemper depan sedan mungil tersebut… he3… mobil-mobil dibelakangnya jelas ga mengikuti kami dan memilih memakan jalur berlawanan demi menghindari jebakan betmen ini nampaknya mereka hapal rute ini πŸ™‚ Ini enaknya mobil SUV yang groundclearancenya tinggi PD melibas jalan ga rata, banjir dan tanjakan meski ga selincah dan sekencang sedan πŸ™‚

You can go faster but I can go anywhere

Stiker diatas nampaknya cocok ditempel ke motor adventure ya πŸ™‚

image

Apes.. Sabtu-sabtu harusnya bisa ngumpul sama keluarga malah ada surat tugas dari kantor. Kebetulan teman kantor yang baru beli vartech125 juga dapat penugasan yang sama, jadinya kesempatan bagi SF nyoba motornya. Kesan pertama nyemplak motor ini …. ngangkang!!! Jika dalam posisi sedikit mundur (kebiasaan SF naik matic posisi duduk agak mundur) kaki SF dengan tinggi 174 cm ga menapak sempurna.. motornya orang eropa kali ya :mrgreen: . Sayangnya jok yang lega ga diimbangi dengan bahan yang nyaman, Jok terasa sangat keras!! Untung SF dah biasa naik Ninja.
seperti blogger lain SF takjub sama bunyi stater yang ualusss.. sampe SF restart ulang sambil membungkukkan badan untuk mendengar jelas suara stater. Senyapp…. πŸ™‚Β  Selanjutnya gas dipelintir dan suara khas motor Eropa yang kata warung DoHC rata2 ngorok terdengar seiring bukaan gas. Tapi suara ini sangat-sangat ga mengganggu (Ga usah digembar gembor lagi , biasa sajahhh… :mrgreen: ). Mampir dulu di depan PGC, janjian dengan rekan lain penunggang mio yang ga hapal rute.

1vartech dengan total bobot penumpang hampir 160kg, 1 mio dengan bobot penumbang ga sampe 60 kg lanjut melaju ke area kemanggisan.. jalanan cukup lenggang ga terasa kecepatan sudah 80kpj, ga ada tanda motor teriak dan getaran mesin terasa halus. Sedangkan si mio terdengar suara mesinnya sedikit teriak. Akselerasi memang ga terlalu istimewa namun tenaga pada kecepatan 80kpj terasa masih ngisi… SF coba mainkan gas motor masih berespon bagus pada kecepatan itu. Shockbreaker cukup lumayan meredam jalan bumpy disepanjang Gatsu… hati2 banyak pasir bekas perbaikan jalan yang ga dibersihkan penggarapnya πŸ‘Ώ
Tiba-tiba ada moment mendebarkan… mobil sedan tua didepan tanpa lampu rem tiba2 berhenti mendadak. SF yang pas dibelakangnya ga sempet ngerem langsung saja bermanuver kekanan… ngepress baget…!!! Ujung sepatu boncenger sampai nyenggol ujung bemper! Ngeri pokoknya…. Rekan SF pengendara mio dan beberapa pengendara motor dibelakang SF juga nampaknya kaget dengan mobil sedan yang kemungkinan mogok ini. Pengakuan rekan penunggang mio dia sampai ngepot-ngepot ga karuan dan berhenti pas mepet dibelakang bemper mobil… begitu pula pengendara lain… untung ga ada yang celaka. Sesampai tempat tugas motor segera diparkir , hati2 boncenger belakang yang memakai celana panjang agak kendor, rawan nyantol di standar tengah saat turun dari motor. Jok dibuka dengan tombol disamping kunci kontak, helm flipup milik SF yang termasuk gambot masuk sempurna dalam bagasi tengah.
image

Pas pulang, kembali SF didepan… nah perjalanan kali ini sedikit berbeda dibanding saat berangkat. Kondisi lalin lebih padat. Disini baru terasa…. vartech sangat tidak nyaman buat boncengan dikemacetan. Titik berat yang tinggi dibanding matic lain bikin motor melawan saat menikung patah dan selip-selip. Bagi rider mungil dan rider cewek pada umumnya hati-hati deh.. sangat menyulitkan mengambil beberapa manuver yang memerlukan tumpuan kaki. Motor juga terasa kurang stabil untuk kecepatan rendah..si ownernya juga mengamini. Apalagi buat boncengan katanya… “puegel banget jika riding dibawah 40 kpj, motor seakan minta diseimbangkan terus. Berbeda jika dipakai sendiri, lebih nurut” soal konsumsi bahan bakar cukup ngirit kok.Saat berangkat kami mengisi shell super rp 20.000 (petunjuk bensin 2 bar menjadi 6bar)Β  saat sampai rumah petunjuk bensin menunjukan berkurang 2 bar. Menurut dia untuk kalau buat boncengan masih bisa 1:40 . Masuk lingkungan kampung SF ada sedikit hal yang bikin ga nyaman… motor yang nampaknya tinggi ini ternyata gasruk saat melewati polisi tidur. Menurut empunya memang ada bagian bodi sedikit menonjol dibawah namun agak lentur, selain sebagai peringatan terhadap polisi tidur juga untuk melindungi agar polisi tidur tidak langsung menggesek rangka atau mesin.
image

Overall Motor ini lumayan nyaman buat rider bongsor, nyaman untuk kecepatan menengah -atas,cukup irit dan bertenaga. Namun perlu pertimbangkan ulang jika rider kurang tinggi serta rute selalu macet.

Banyak pengguna motor sport yang ganti diameter motornya dengan diameter yang lebih kecil namun lebih lebar ukurannya. Sama halnya dengan Tiger 2004 milik SF. Niat awal sih pengen cari velg lebar ukuran 18″ namun susah cari dipasaran saat itu (ga tau sekarang) karena velg semakin gedhe semakin gampang melewati lubang. Akhirnya SF memutuskan ganti velg 17″ palang 3 merk Sprint.

Meski kata orang velg ini ringkih dan ane menyaksikan sendiri rekan ane pecah velgnya gara-gara menghajar lubang saat turing, namun penjualnya meyakinkan kalau velg palang tiga adalah generasi terbaru (kira-kira 3,5 tahun lalu) dan materialnya beda dengan yang palang 5 sebelumnya. Ga nyesel beli velg ini, udah 3thn masih kokoh meski sempet melahap rute harian 80 km. Back to title. pergantian velg ke diameter lebih kecil ada konsekwensinya yakni

1. Rasio gir bakal terasa makin besar. akibatnya tarikan makin mantab namun top speed berkurang. Solusinya gir belakang dikecilin 2 mata atau gir depan naikin 1 mata.

2. Jalan ga rata makin terasa dibanding velg 18″ solusinya pake ban gambot.

3. Spedometer jadi kurang akurat. Sempat ane bandingkan saat menempuh rute kerja, biasanya pake ring 18″ jarak yang ditempuh 78km, jika pake ring 17″ jadi 80an km. Solusinya ganti Koso RX02 dan dikalibrasi ulang (he3… mekso!)

4. Buritan makin rendah, solusinya anting shock ganti yang lebih tinggi. Ato ganti shock sekalian kalo ada budget lebih.

Namun yang wajib dilakukan saat ganti velg 17″ cuma ganti banΒ  πŸ™‚ yang lain mah sunnah aja