top speed

All posts tagged top speed

Nmax servis ke bengkel resmi

Nmax sowan ke bengkel resmi

*

Servis Mendekati 25 ribu KM performa Nmax memang terasa sedikit menurun. sudah kepikiran servis 25rb saat ganti V belt sekalian saja upgrade performa Nmax agar entengan dikit.

Ini dia detail upgrade saat servis Nmax:

  1. Roller Mio M3 (12 Gram turun 1 gram dari bawaan Nmax)
  2. Per Vario 150 (Per lebih panjang 4,8cm dan lebih keras)
  3. Filter Aftermarket Ferrox
  4. Setting CO+8

Paket Upgrade Nmax, Roller Mio M3 12 gr, CVT Vario 150, Ferrox

Gimana impresinya?

Continue Reading

Liburan kmaren SF ada agenda trip mancing ke karawang. Tapi karena pesertanya banyak jadi terpaksa SF ngalah bermotor, mobilnya ga cukup… pake ertiga sayang melewati jalanan offroad beberapa km :mrgreen:

SF selalu penasaran gimana rasanya skutik buat turing … Nmax jadi pilihan untuk turing boncengan dengan seorang rekan biker. 

139,4kmMeski hanya turing pendek 70km, cukup untuk mengetahui karakter Nmax untuk turing. Rute turing kali ini berangkat dari harapan indah bekasi menuju ke pantai tanjung pakis , karawang. Jarak 70km , kondisi malam hari, boncengan dan barang bawaan penuh(tas penuh alat2 pancing 2 buah, tas joran, dan ikan hasil tangkapan plus es batu 10kgan saat pulangnya). Ini kesan positif dan negatif Nmax untuk turing full loaded…

1. Posisi pengendara cukup nyaman… berkendara 2 jam lebih tengah malam  ga ada rasa pegal yang berarti! 

2. Lain halnya dengan boncenger… saat balik pulang, SF yang awalnya nyetir karena masih sore… setelah maghriban SF terpaksa menyerah… kalah menghadapi sinar lampu dari arah berlawanan, maklum SF rider berkacamata. Silaunya ga tahan… Saat itu balik agak sorean jadi jalanan masih ramai. hanya 1 jam dibonceng, tapi pantat bagian belakang sudah panas dan mati rasa… posisi footstep juga kurang nyaman . Terlalu tinggi dan terlalu maju posisinya. Sepertinya sektor jok perlu dimodif biar nyaman.

3. Performa Nmax untuk turing cukup mumpungi…. mesin 155cc terasa responsif untuk menyalip. Meski buat boncengan, dan beban penuh. Bukan hal susah menyentuh 100kpj. Sangat mungkin bisa lebih jika saja mental SF ga ciut…. maklum jalan pedesaan. Performa rem dan grip ban top markotop susah disaingi motor lain. Beberapa kali SF ngerem mendadak karena lubang jalanan, dan ga ada gejala selip atau handling goyang. Ini kelebihan telak yang dimiliki Nmax. 

4.  Cukup disayangkan ukuran roda 13 inchi.. jadinya sensitif terhadap lubang jalanan. Jadinya pengendara kudu lebih waspada
5. Untung Shock Nmax telah SF modif pernya dengan punya shogun (baca ulasan lengkap disini ). luar biasa efeknya… goncangan jalan sempurna diredam shock. Sayang SF ga pernah jajal shock ori buat turing boncengan. Jadi ga bisa bandingkan. 

6. Shock modifan yang empuk jadi masalah saat melahap jalan rusak… beneran jalan rusak bejad ­čść lah wong rekan SF pake kia Sportage saja sampai gasruk saat lewat jalan rusak. 3 km memasuki area pantai Pakis karawang kondisi jalan memang parah… jalanan didominasi tanah bercampur batu dengan kontur ga rata. Kalau jalanan mulus bisa dikatakan Nmax rajanya karena nyamannya, handing dan performa mumpungi. Kalau jalanan rusak Nmax jadi Cemen! Susah ngikuti motor lain. Beberapa kali Nmax gasruk tanah bergelombang. Pergantian per empuk plus beban berat bikin ketinggian motor berkurang. 

Gara gara jalan becek dan rusak ini pula, 2 kali SF hampir jatuh karena ban masuk tanah becek berlumpur, sama sekali ga ada grip pada ban depan maupun belakang… terpaksa SF dan boncenger beberapa kali menjejakkan kaki untuk menjaga keseimbangan dan sekaligus mendorong motor. Nmax adalah motor priyayi … ga cocok becek becekan main lumpur.

7.  Lampu utama cukup terang. Jangkauan lampu jauhnya juga luar biasa… terang dan mumpungi. Tapi itu pas cuaca cerah , mungkin agak berbeda jika saat itu hujan turun. Lampu utama led berwarna putih konon lebih susah nembus hujan.

8. Ruang dek depan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang bawaan, sayang ga ada cantolan barang dibagian ini. SF pasang sendiri dah… (baca disini ) ikan hasil mancing plus es batu sekitar 10kgan bisa SF taruh disini dengan posisi bertumpu diatas dek/tangki bensin. Cantolan barang berfungsi untuk menjaga barang bawaan agar tidak jatuh

Sengaja SF bikin resiprokal antara kelebihan dan kelemahan Nmax, agar pembaca memahami tiap motor diciptakan sesuai  habitatnya, enak diaspal belum tentu enak di jalan rusak. modifikasi pun ada konsekwensi positif dan negatifnya… 

Jadi kesimpulannya bagaimana? 

Nmax sudah cukup nyaman untuk turing, namun perlu sedikit ubahan agar makin menambah kenyamanan boncenger… penebalan busa jok dan penggantian shock lebih empuk jelas signifikan menambah kenyamanan. Dan yang paling utama : motor matic diameter rodanya kecil, jelas ga sestabil dibanding motor sport. Konsekwensinya pengendara motor matic harus super waspada terhadap kondisi permukaan jalan…

Bagaimana kesan rekan SF pengguna scoopy yang baru kali ini nyobain Nmax buat turing, bagaimana pula konsumsi bensin untuk turing beban berat?… arrikel terpisah ya… 

 

 

Filter udara bawaan Nmax tidak bisa dicuci dan kudu diganti saat menginjak 12 ribu km. Punya SF sendiri dah 17 rb lupa ga diganti :mrgreen: . Berbekal pengalaman pasang Ferrox di Ninja 250, SF putuskan juga ganti filter udara Nmax dengan Ferrox.

Segera pesen ke om Kobayogas, harganya 390rb… mahal ya? Ntar dulu… klo hasilnya ga signifikan baru boleh komen mahalll….

Setelah barang nyampai langsung dipasang… guampang banget ga sampe 10 menit dah terpasang. Cuma modal obeng plus… tinggal copot 6 baut filter.

Kesannya gimana setelah terpasang? 

Seperti yang diduga sebelumnya… penggantian filter udara ini bikin motor terasa rilex. RPM cepat naik tanpa merasa motor “ngoyo”. Kesannya persis yang SF rasakan saat mengganti filter udara bawaan Ninja 250 dengan ferrox.  

Karakter Nmax yang terasa flat di putaran tengahnya beberapa saat tertolong oleh ferrox…delaynya lebih singkat untuk menuju RPM atas. 

SF yang keasyikan jajal ga terasa bikin pengendara Nmax di daerah kranji terpancing. SF berikan kesempatan dia menyalip dan langsung SF tempel… dalam posisi menanjak Nmax SF mampu semakin mendekat…. 

cukup dah… inget umur… ­čść kesimpulannya Nmax dengan pengendara beruang bisa mendekati Nmax  berpengendara “normal”.

Belum puas jajal perubahan performanya, langsung SF jajal bonceng berempat saat jemput Faiz… disini juga kerasa banget bedanya dibanding sebelumnya… motor lebih terasa rilex saat melaju dengan beban berat… akselerasi juga terasa lebih responsif…. 

Apa ga terlalu berlebihan nonjolin Ferrox ?  Mungkin kali ya…. :mrgreen:

 Lah wong Filter lawas Nmax SF dah parah kotornya…. kwkqkwkwq…. 

diganti filter OEM saja SF yakin performanya naik tapi mungkin ga sebaik ferrox… 

Jadi 390rb apakah cukup worthed ?   

Yuppp….!!! Performa meningkat (sepertinya BBM juga bisa ngirit) , dan barangnya bisa dipakai sampai bosen…..!! Tinggal cuci berkala kalau kotor.

Sebulan lalu SF memutuskan beli noken as plus RRA BRT untuk diaplikasikan ke tiger. Di tokopedia SF dapatkan seharga 550 rb dari seller penjual sliderules racing. Ada 4 pilihan S-1 (perkotaan) , S-2 (turing), T-1 (speed turing) dan T-2 (top speed). Sebelumnya SF konsulkan dengan seorang rekan yang berkecimpung di dunia balap. Menurutnya mending lake S-1 saja untuk motor harian, ga seberapa boros dan performa juga sudah diatas standardnya.

Baru Sabtu seminggu lalu barang baru sempat terpasang pada tiger. Pemasangan ini bersifat PNP karena memang tipe ini dikhususkan untuk tiger. hari Rabu kmaren baru sempat dijajal dengan rute 50kman. Sayang saat percobaan pertama ada masalah terhadap tensioner keteng tiger SF yang sedikit melemah, jadi timbul suara berisik .

 SF ga bisa membandingkan dengan noken dan temlar ori, karena punya SF dah di gosok gosok ga jelas untuk menghilangkan baret :mrgreen:  

Berikut impresinya 

1. Power RPM bawah ga ada yang spesial… Biasa saja. Enaknya motor jadi ramah dan ga liar untuk diperkotaan.

2. Butuh power lebih, puntir saja gasnya…RPM 4000 keatas baru dah terasa padatnya tenaga. Rpm terasa cepat naik.

3. Mesin seakan melaju lebih effortless alias lebih rilex dan ga ngoyo… Suara knalpot malah terdengar lebih mendem (kalem).

4. Getaran motor tereduksi , sayang SF sedikit terganggu suara kamrat. Jadi agak kurang bisa menganalisa efek halusnya suara mesin. 

Bengkel sebenarnya sudah mengingatkan mengenai LAT (tensioner kamrat) yang mulai melemah, tapi SF sengaja ga mau ganti LAT model ori. Rencana SF ganti LAT dengan model per spiral yang konon lebih bisa diandalkan dibanding LAT dengan per model gulungan plat tipis. 
Bukan bermaksud promo (toh BRT ga ngasih apa2 ke SF, noken saja beli pake duit dhewe ­čść ). Noken S-1 pas banget untuk perkotaan. Mesin yang terasa rileks melaju di RPM menengah atas juga bikin pas untuk turing. Untuk ketahanan embuh…. Jelasnya untuk tiger SF bisa sangat awet…. Lah pakenya aja Seminggu pisan :mrgreen: 
Nanti SF share lagi lah perpaduan LAT model Per spiral dengan noken BRT ini. 

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue Reading

Survey dilakukan terhadap 3000an responden yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia dengan jumlah pertanyaan 109 item. Survey ini digagas oleh otomotifnet (Otomotif Group, Kompas Gramedia). Survey dilakukan atas indeks kepuasan berkendara dan indeks tingkat emosi berkendara
Berikut ini daftar pemuncak di setiap kategori seperti yang dilansir metrotvnews
City hatchback: Honda Brio (53,26%)
Double cabin: Nissan Navara (49,93%)
Full cedan: Toyota Camry (54,97%)
High SUV bensin: Nissan X-Trail (56,86%)
LCGC: Toyota Agya (59,81%)
Low MPV: Suzuki Ertiga (70,89%)
Mid sedan: Honda Civic (50,15%)
Mid SUV bensin: Hyundai Tucson (55,14%)
Mid SUV diesel: Mitsubishi Pajero Sport (67,54%)
Mid hatchback 1500cc: Honda Jazz (62,82%)
Mid MPV: Toyota Kijang Innova (67,05%)
Small hatchback: Kia Rio (54,85%)
Small sedan: Toyota Vios (53.55%)
Small SUV: Daihatsu Terios (53,61%)
Small van: Daihatsu Luxio (57,21%)
Sport: Honda CR-Z (69,16%)
Untuk kategori merk, Nissan jadi jawara diikuti tipis oleh Suzuki yang mengejutkan lebih membahagiakan dibanding merk lain

image

Continue Reading

Bukan top speed yang SF ingin share karena ga sempet jajal. Komparasi dengan motor lain yang akan SF bahas.
Ada 3 motor yang SF jadikan pembanding. Blade, supra125 dan MX135.
Untuk blade dan supra 125 boleh dibilang Nmax dengan mudah meninggalkannya. Untuk MX135 ini baru berimbang.

image

Continue Reading

Pas banget… karakter seperti inilah yang SF inginkan untuk tiger… suara tetap ngebas alus seperti ori namun sedikit terdengar bunyi prek/pecah… jadi karakter suara mendekati suara scorpio namun ada nuansa ngebas seperti tiger lawas (suara menyusul)

image

Tenaga meningkat, terasa pada akselerasi. Kecepatan atas belum sempet jajal … tapi harusnya juga meningkat… lari 100kpj saja motor terasa lebih rileks.

image

Knalpot pesanan khusus (bersekat/sarang tawon) yang awalnya buat Ninja SF lalu pasang ke tiger karena ninjanya pakai replika GSX (agar lebih keluar bunyi multi silindernya)… hasilnya seperti report diatas….
Tenaga diatas silincer ori dan silincer ninja 250 dan suara tetap sehalus ori

image

Nb: sory baru ngeblog lagi, weekend kemaren mancing di muara

image

wpid-20150503_214209.jpg

Masih terkait dengan artikel SF beberapa hari lalu soal penggantian header ertiga menjadi 4-2-1 (baca disini ) ternyata feeling SF yang merasakan tenaga lebih keluar di RPM bawah juga diamini oleh penghobi roda 4 yang tergabung pada forum pada www.modifikasi.com.

wpid-img_20150504_075617-1-picsay.jpg

bahkan ada juga user Lancer yang mengukur performa mobilnya pada mesin dyno… Berikut hasilnya :

header : 4-2-1 menghasilkan torsi  154 lb/ft @ 4000 rpm dan power 127 hp @ 4000 rpm
sedangkan header : 4-1 menghasilkan torsi 115 lb/ft @ 5400 rpm dan power 138 hp @ 6800 rpm Continue Reading

Selisih performa ninja 300 dibanding 250 pada dyno test hampir 10hp (cek artikel lalu, baca disini ) sepertinya  mampu menyihir para penyuka kecepatan. Silahkan saja cek di internet berapa banyak pengguna Ninja 250 yang mengoprek motornya dengan modal jutaan rupiah agar performanya naik. image Continue Reading