traksi

All posts tagged traksi

Awal SF mengenal motoGP adalah saat eranya Mick Doohan… SF muda begitu mengidolakan dia… aksi menikungnya itu yang bikin jantung berdegub kencang… ban belakang bisa ngepot kemana-mana… aksi ini yang kondang dengan nama rear wheel steering.
Saat mengerem, melahap tikungan maupun keluar tikungan roda belakang jarang linear dengan roda depan karena posisinya hampir selalu lebih keluar dibanding roda depan.

image

Continue Reading

Menarik juga ulasan motorplus berikut ini :

Secara umum ada tiga bagian elektronik utama yang berkaitan dengan sensor di motor sekelas RC213V. Tiga sensor ini terdiri dari sensor torsi, sensor traksi, dan sensor pengereman. Nah, sensor torsilah yang dikurangi perannya oleh Marc. Ini yang enggak dilakukan pembalap lain saat ini.
Keuntungan menurunkan peran sensor torsi, paling jelas saat menikung. Seandainya membiarkan sensor torsi bekerja 100% bekerja di RC213V yang dipakai Marc, pasti tidak akan mungkin terlihat Marc masih bisa sesekali melakukan rear wheel stering alias manuver dengan roda belakang sliding.

image

Continue Reading

Penggunaan Ban Matic diluar Negeri dan di Indonesia.

Kalo diluar negeri khususnya Eropa, matic terkenal dengan motor urban atau city ride yang hanya direkomendasikan untuk menempuh rute jarak pendek di perkotaan(kalo di  Indonesia maticpun udah dipake lintas propinsi 🙂  ). Makanya ban yang digunakan punya diameter yang kecil 12” atau 14”. Tapi menurut ane, ban ukuran ini kurang cocok untuk kondisi jalan di Indonesia yang semi ofroad . Semakin kecil diameter ban, semakin terasa pula menerjang lubang dijalan dibanding ban berukuran diameter yang lebih besar. Untuk daya cengkeram diaspal juga kurang dibanding dengan ban yang berdiameter lebih besar. Pengalaman smartf41z rute harian selalu melewati jalan yang ada bekas galian pipa ledeng kira-kira sebesar 12cman dan selebar ruas jalan (udah setaun ini ga ditutup), saat naik tiger yang udah ganti ring 17 ga seberapa terasa, namun saat naik matic lubang menganga ini sangat terasa, bahkan sampai bunyi jedugh disektor belakang.

Matic yang pake ukuran diameter ban paling besar 16” adalah suzuki skywave (dulu ada juga Yamaha Nouvo), sebetulnya motor ini paling cocok untuk kondisi Indonesia, sayang suzuki agak bermasalah di sparepartnya terutama sektor CVTnya yang mahal. Lagian Skywave deknya juga ga rata, menyalahi pakem matic yang bisa ngangkut barang banyak. He3…

Untuk mensiasati matic yang pake ban 14” otomatis dengan memperbesar ukuran ban agar ga mudah terperosok ke lubang. Disarankan yang punya profil paling tinggi. Ukuran jangan terlalu extreem sampai harus mundurin mesin dan pasang velg mobil, kasian V-beltnya dan mesinnya 🙂  . Roda belakang pakai ban ukuran 110/80 atau 100/80 udah agak mendingan daripada ukuran standarnya. Untuk depan bisa pakai ukuran 90/90. Spin Bundaf41z ban belakang pas pake ukuran 100/80 hasilnya udah lumayan menghantam jalan keriting  ga seberapa terasa bagi rider dan boncenger.

Mio dan spin sih sebenarnya bisa pake ban 110/80 namun mepet banget dengan shockbreaker, mending 100/80 ja deh ga seberapa ngedonat

Spin pake ban gambot, dapet dari google

Mio pun masuk ban ukuran 110/80