ulasan

All posts tagged ulasan

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue Reading

Seperti sebelum sebelumnya, prioritas SF dalam membeli HP adalah baterai monsternya. Pilihan ada pada Asus Max Pro, atau Xiaomi Mi Max 3. Setelah baca review sana sini SF putuskan ambil Xiaomi Mi Max 3. Simak saja alasannya

Keraguan awal adalah soal layarnya yang 6,9″ apakah nyaman buat browsing, ngegame, dan nemenin aktivitas mancing?

Continue Reading

left :kenzi marine, right :Penn Fathom

Penn punya reputasi bagus dikalangan angler, produk ini terkenal daya tahannya. di kelas overhead Peen Fathom masuk jajaran medium. kebetulan kali ini SF berkesempatan menikmati reel ini. Sebagai pembanding ada Kenzi Marine seri KZ300. Reel ini menggebrak pasar Indonesia dengan harga super miringnya. Oke mari bikin perbandingan serta review kedua reel ini.

Continue Reading

Overhead reel keunggulannya jauh melebihi spinning reel. yang bikin OH kalah dari spinning reel adalah  OH reel susah untuk dibuat melempar umpan dengan jarak jauh.

secara umum Reel OH dilihat dari jenis pengatur drag/ remnya ada 2 jenis. stardrag dan leverdrag. mari bahas satu satu, kebetulan nih SF pernah punya kedua jenis ini. meski ga semerk dan beda rasio, tapi sedikit banyak bisa jadi gambaran.

 

Stardrag reel

 

Penn fathom, Kenzi marine

Continue Reading

dulunya SF cukup ogah pake jam tangan. karena kulit tangan suka gatel dan risih. Sekarang malah demen pakai jam. ketertarikan SF soal Smart watch berawal dari keinginan bunda punya jam gaul. SF belikan untuk Bunda Xiaomi Amazfit BIP warna orange. Proses cari amazfit itu yang bikin SF googling sana sini tentang smartwatch. Akhirnya SF bikin artikel ini agar pembaca terbuka wawasannya dan terfokus pencariannya

Continue Reading

zeneos Nmax belakang

SF beli sepaket ban zeneos milano depan belakang dah beberapa waktu lalu . mumpung ada promo dari salah satu toko online. Zeneos yang SF beli ukurannya setingkat diatas ban standar Nmax. depan jadi 120/70 belakang 140/70 . Sempat mau ambil yang 150/70 buat belakang, tapi ga jadi…. Bunda pasti ngomel karena makin jinjit… beresiko juga kalau dipake nyonya bonceng 2 bocah Continue Reading

Maxtron wireless bluetooth

Awalnya SF punya sebiji headset murmer keluaran maxtron entah apa tipenya… dah lama banget belinya…  Headset ini punya suara yang lumayan enak , tapi jelas ga bisa dibandingkan dengan headset ternama.

Bagi telinga SF yang ga seberapa bawel cukup bisa diandalkan untuk memutar segala jenis lagu. Yang SF suka adalah baterainya yang cukup awet. Sekali isi full bisa dipakai seharian di kantor. Sayang colokan USBnya masih model lama dengan lubang yang agak besar dibanding model sekarang. Jadi kudu nyiapkan kabel charger khusus. Kelebihan lainnya yakni tombol kontrol yang komplit :volume up/down, play/pause yang sekaligus tombol power dan pairing(jika ditahan),ff,rwd,back,next.

Continue Reading

Pulang kerja Jumat kmaren ada yang aneh dari penampakan Speedometer Nmax. Keluar kedipan V-belt pada MID.. tandanya V-belt sudah minta diganti. Intip odometer… eh ya dah lewat 25 rb KM. 🙂 Pantes….
Memang beberapa minggu terakhir kondisi Nmax dirasa ada sedikit penurunan.  Terutama akselerasinya… agak selip di putaran bawah-menengah. Apalagi kalau macet parah, gejala selipnya makin terasa. Meski ga parah banget ya…. artinya motor masih bisa melaju namun rpm awalnya kudu dinaikin dikit 🙂
Konsumsi BBM terasa agak sedikit boros dari. Biasanya kalau eco riding bisa hampir menyentuh 1:45 dalam kondisi lumayan lancar, sekarang palingan 1:40 kmpl.
Handling ga ada perubahan… tetep nyaman. Berarti kaki-kaki masih prima. Cuma rem agak kurang pakem dibanding dulunya. Sepertinya kaliper dan master remnya dah mulai seret… kudu di bersihkan.
Ban belakang jelasnya sudah SF ganti sebelum 15.000 km, nah di 25.000km ban depan mulai menipis namun masih bisa dipertahankan. Wajar sih Nmax agak boros soal ban. Selain diameter velg 13″ karet bundar Nmax menganut medium compound, ga seperti umumnya motor dimana ban bawaan tipe hard. Karena ini pula daya cengkram ban Nmax sangat yahud…. lebih PD mereng-mereng sampai dek gasruk aspal 😆
Kondisi mesin masih prima. Maklum SF biasa ganti oli tiap 2000km mendahului anjuran 4000km dari pabrikan. 
Selama pemakaian dari baru hingga 25.000 km bagaimana kesan mengendarai Nmax?
– Performa mantab, bensin irit, nyaman meski kudu sedikit dimodif. Pokoknya Motor recomended dengan beberapa catatan kecil.
– Catatan kecil yang SF maksud adalah soal kenyamanan. Shock terlalu keras… langsung SF ganti dengan Per Shogun. Jok ori sebenernya cukupan jika dipakai sendiri…mengakomodasi kebutuhan pengendara cari ergonomi yang pas menyesuaikan posisi kaki yang bisa nekuk atau selonjoran. Sayang untuk boncengan jok terasa keras bagi boncenger, jadinya diganti biar lebih nyaman.
– Untuk menembus kemacetan memang Nmax kurang lincah, tapi asal sabar dan pintar cari celah, Nmax ga bikin pegel buat kemacetan kok.
– Grip ban super, handling mantap, rem pakem.
Intinya puas dan sama sekali ga ada penyesalan… sekarang pun jika disuruh beli motor baru tetep milih Nmax. Dah cinta gitu loh… klo suruh nyari pendamping ya paling cari sodaranya yang berbasis sama yang kudunya juga bebas masalah si Aerox.
Parts apa saja yang kudu diganti karena termakan usia pada km 25.000?
Nyambung lagi artikel selanjutnya yakkkk….
Jelasnya kudu bobol tabungan… :mrgreen:
Kali ini SF bakal ulas efek dari antena modem dalam meningkatkan kecepatan internet XL Go.
Kelemahan modem MiFI huawei slim2 yang di bundling dengan paket internet XL Go 90Gb 90Hari adalah kemampuan menangkap signalnya lemah. Kebetulan Dikantor SF kawasan kalibata signal yang didapat di dalam gedung lantai 4 terkadang cuma dapat 1 bar 4G bahkan sering tanpa sebab pindah ke 3G full bar. Padahal kalau di HP signal 4G manteng di kisaran 3 Bar. Untuk mensiasatinya SF memasangkan MiFI ini dengan antena modem,dengan harapan signal operator yang ditangkap jadi lebih baik sehingga kecepatan internetnya naik.
Ada 2 macam antena yang SF beli. 2 biji antena portabel yang mudah dibawa kemana-mana seharga @20rb, dan sebiji antena spiral (2 spiral) dengan kabel 3 meter seharga 69rban. Untuk pengetesan SF lakukan sebayak 3 X running speed test.
Woke mulai saja

Continue Reading

Turing ke Karawang beberapa waktu lalu menyisakan ketidakpuasan terhadap Jok Nmax terutama bagian boncenger yang sangat tidak nyaman. Untuk itu SF iseng-iseng googling di toko online alternatif pengganti jok Nmax.

Nemulah salah satu seller di bekasi namanya Arif Firman (Arif Jok). Di BL, maupun Toped bro Arif ini memerkan beberapa karya Jok Custom untuk Nmax. SF cari lebih lanjut di google dan menemukan nomer HP sang Juragan Jok (Arif Jok 082310246045). Singkat cerita setelah konsultasi lewat WA, Bro Arif menjamin jika produknya bikin nyaman untuk pengendara maupun boncenger.

Langsung SF deal barang tersebut… awalnya milih warna hitam polos atau hitam silver… tapi ternyata kudu inden dulu… yang ready dan siap kirim hanya warna Hitam corak putih. Menurutnya , warna ini justru lebih cocok untuk Nmax putih… yo wis lah SF langsung TT dan barang di kirim sore harinya dengan ojek online. Begitu barang dateng langsung di observasi… Perbandingannya dengan jok ori  seperti langit dan bumi… jok custom lebih lebar, lebih tebal, lebih “wah” :p

Padahal jok ini di jajaran produk Arif Firman harganya paling murah… yang lebih mahal lebih ngeriii desainnya! Ada yang sampai double sandaran depan belakang… SF sengaja cari yang simple dan ga terlalu banyak jahitan… takutnya rembes pas hujan.

Bagaimana review barangnya? pengerjaan cukup rapi… busa diteken teken empukk , tebel… bahan jangan tanya… MB tech gitu loh. Jahitan double dengan warna kontras makin mempermanis tampilan. 

Selanjutnya proses pemasangan ke Nmax.

Prosesnya sendiri cepet dan mudah .Lepas jok aslinya dulu. Jangan ngaku biker kalau kerjaan gini aja ga bisa… wong tinggal lepas 3 mur dengan kunci 10 di bagian bawah ujung depan jok. 

Proses bongkar pasang  cuma 10 menit ga ada kesusahan sama sekali… 

Setelah terpasang… langsung bikin  pangling karena motor terlihat “beda”. Awalnya SF sempat menganggap jok ini sedikit berlebihan, lekukannya, tonjolannya , warnanya, tapi lama-lama kok keliatan  “wah” ya…. Bunda SF setuju… Nmax makin cakep… apalagi klo motornya dicuci …. :mrgreen: 

Jok baru ini terlihat lebih daripada sekedar jok yang hanya untuk diduduki. Jok ini mempercantik tampilan motor, mempermewah, memperkuat karakter elegan Nmax, dan menjadikan Pengendara layaknya Raja… Ini singgasana!!! “lebay… ! 😆

View paling cakep menurut SF adalah bagian depan dan samping…  

Nmax yang terlihat terlalu simpel, jadi terlihat cakep setelah pasang jok baru.

Kalau view dari belakang,SF sedikit kurang suka….  

Punuk dibagian tengah terlihat terlalu menonjol/lebar, lebarnya bahkan hampir menyamai lebar tameng depan Nmax. Punuk ini ternyata justru menjadi bagian yang paling penting… sebagai penahan/sandaran pengendara, dan memperluas kontak antara jok dan pantat pengendara. Makin luas kontak, makin berkurang tekanan pada pantat.

Ga perlu jajal… orang yang melihatnya saja bakal yakin kalau Jok ini bakal nyaman dinaiki…. 

Soal review pemakaian nyusul yakkk… masih dibiasakan dulu singgasana barunya…

Soal harga monggo googling sendiri di BL ato Toped atau konsul langsung ke nomer telp. diatas… jelasnya harga segitu sangat worthed dengan kualitas yang diberikan.

Sebenarnya bisa saja lebih murah jika kita mau bawa sendiri joknya ke pengrajin Jok terdekat… tapi berdasarkan pengalaman, hasilnya tidak menjamin bakal bagus. Pengrajin Jok tradisional dalam merubah bentuk jok biasanya memakai cara tambal sulam sana sini menggunakan spons lalu dialusin/dibentuk. Kualitas spons sangat mungkin beda dengan bawaan Nmax. Kalau merubah bentuk sederhana mungkin ga masalah… tapi kalau extreem seperti jok custom diatas ya susah dan riskan meleset hasilnya. 

Ada cara lain, yakni beli spons cetakan custom (ada juga loh yang jual busa custom di toko online)  , baru deh dibawa ke tukang Jok untuk pemasangan kulitnya. Enaknya cara ini lekukannya bisa diatur ulang disesuaikan postur pengendara… karena SF lagi males riwa riwi , jadinya pesen saja yang dah jadi 🙂 ga beresiko dan jelas kualitasnya…  🙂

Nb : foto sengaja diambil pas malem biar motor SF ga kliatan kotornya :mrgreen: 

Baca juga :

http://smartf41z.com/2017/04/25/nmax-buat-turing-makin-kerasa-kelebihannya-tapi-kerasa-juga-kelemahannya/
http://smartf41z.com/2017/04/28/tiger-vs-nmax-untuk-turing/
http://smartf41z.com/2017/04/27/bagaimana-kesan-pengguna-scoopy-saat-pertama-kali-jajal-nmax/
http://smartf41z.com/2017/04/29/ternyata-sudah-ada-velg-aftermarket-nmax-diameter-14-pertimbangkan-dulu-untung-ruginya/