Review Ban SB117 untuk Nmax, Ban Segala Kondisi yang Mantab

Sudah beberapa minggu ini Nmax SF ganti ban belakang. Mengingat rute SF kadang mengharuskan Nmax keluar jalan aspal untuk menghindari kemacetan. SF putuskan ban All Terrain. Pilihan yang ada dipasaran adalah Swallow SB117. Ban Swallow ini sempat SF blacklist, karena dulu saat pasang di tiger tipe Xworm terasa licin saat jalan basah. Ternyata…. SB117 ini performanya melebihi ekspektasi.

Ukuran yang SF pilih adalah 140/70-13. Penampilan sekilas SB117 di Nmax bikin Nmax kelihatan gahar. Motor elegan kok pasang ban semi offroad. Ilang elegannya. hallah…. :Lol . Ketinggian motor/ ground clearance jelas naik dibanding ban standar. Lumayan berguna melahap polisi tidur atau jalan ga rata.

Continue reading “Review Ban SB117 untuk Nmax, Ban Segala Kondisi yang Mantab”

Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang

Panduan memilih drum elektrik yang harus mendekati fitur drum akustik. “Kenapa ribet amat, ga beli sekalian saja drum akustik…!?” Mungkin begitu pertanyaan beberapa pembaca. Drum akustik suara alat musiknya paten ga bisa diubah jenisnya, suaranya kuenceng nembus kemana-mana dan dimensi besar, susah dibawa kemana2. Paham kan… Baca lagi ya asyiknya drum elektrik di artikel kemaren

Nah kali ini SF akan bahas panduan memilih drum elektrik paling tidak fiturnya menyamai drum akustik. Ini untuk keperluan lebih dari sekedar cari keringat. Tapi dah menuju ke next level . Si Faiz kan dah SF sekolahkan di Yamaha Music School (Max & Jeanny) harapan indah-Bekasi . Sayang kalau terlambat perkembangannya gara-gara alat drumnya.

Eh ya bagi yang masih bingung drum elektrik sama akustik. Ini singkatnya : Drum akustik dipukul langsung bunyi, sedangkan drum elektrik kudu pake speaker. :Lol:

DTX400, drum elektrik entry level dari yamaha

Karena kesalahan SF membeli drum elektrik entry level, kini SF kudu merogoh kocek lebih dalam dibanding beli baru dengan spec yang mumpungi. Karena itu SF share tips memilih drum elektrik.

Continue reading “Panduan memilih drum elektrik. Harus mendekati drum akustik agar bisa buat jangka panjang”

Review Xiaomi Mi Max 3, Monster yang bermata jahat

Seperti sebelum sebelumnya, prioritas SF dalam membeli HP adalah baterai monsternya. Pilihan ada pada Asus Max Pro, atau Xiaomi Mi Max 3. Setelah baca review sana sini SF putuskan ambil Xiaomi Mi Max 3. Simak saja alasannya

Keraguan awal adalah soal layarnya yang 6,9″ apakah nyaman buat browsing, ngegame, dan nemenin aktivitas mancing?

Continue reading “Review Xiaomi Mi Max 3, Monster yang bermata jahat”

Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?

left :kenzi marine, right :Penn Fathom

Penn punya reputasi bagus dikalangan angler, produk ini terkenal daya tahannya. di kelas overhead Peen Fathom masuk jajaran medium. kebetulan kali ini SF berkesempatan menikmati reel ini. Sebagai pembanding ada Kenzi Marine seri KZ300. Reel ini menggebrak pasar Indonesia dengan harga super miringnya. Oke mari bikin perbandingan serta review kedua reel ini.

Continue reading “Reel Overhead Leverwinder Penn Fathom 20LWLH vs Kenzi Marine KZ300, Bisakah Reel Pahe mengalahkan Reel Tenar?”

Reel OH Leverdrag VS Stardrag, mana yang lebih baik?

Overhead reel keunggulannya jauh melebihi spinning reel. yang bikin OH kalah dari spinning reel adalah  OH reel susah untuk dibuat melempar umpan dengan jarak jauh.

secara umum Reel OH dilihat dari jenis pengatur drag/ remnya ada 2 jenis. stardrag dan leverdrag. mari bahas satu satu, kebetulan nih SF pernah punya kedua jenis ini. meski ga semerk dan beda rasio, tapi sedikit banyak bisa jadi gambaran.

 

Stardrag reel

 

Penn fathom, Kenzi marine

Continue reading “Reel OH Leverdrag VS Stardrag, mana yang lebih baik?”

Jam Pintar Kekinian. Fungsinya Bukan Hanya penunjuk Waktu. Berikut Tips Memilih Jam Pintar (Smartwatch)

dulunya SF cukup ogah pake jam tangan. karena kulit tangan suka gatel dan risih. Sekarang malah demen pakai jam. ketertarikan SF soal Smart watch berawal dari keinginan bunda punya jam gaul. SF belikan untuk Bunda Xiaomi Amazfit BIP warna orange. Proses cari amazfit itu yang bikin SF googling sana sini tentang smartwatch. Akhirnya SF bikin artikel ini agar pembaca terbuka wawasannya dan terfokus pencariannya

Continue reading “Jam Pintar Kekinian. Fungsinya Bukan Hanya penunjuk Waktu. Berikut Tips Memilih Jam Pintar (Smartwatch)”

Impresi Nmax setelah ganti ban Zeneos Milano

zeneos Nmax belakang

SF beli sepaket ban zeneos milano depan belakang dah beberapa waktu lalu . mumpung ada promo dari salah satu toko online. Zeneos yang SF beli ukurannya setingkat diatas ban standar Nmax. depan jadi 120/70 belakang 140/70 . Sempat mau ambil yang 150/70 buat belakang, tapi ga jadi…. Bunda pasti ngomel karena makin jinjit… beresiko juga kalau dipake nyonya bonceng 2 bocah Continue reading “Impresi Nmax setelah ganti ban Zeneos Milano”

Review beberapa wireless headset murmer. Murah belum tentu jelek….

Maxtron wireless bluetooth

Awalnya SF punya sebiji headset murmer keluaran maxtron entah apa tipenya… dah lama banget belinya…  Headset ini punya suara yang lumayan enak , tapi jelas ga bisa dibandingkan dengan headset ternama.

Bagi telinga SF yang ga seberapa bawel cukup bisa diandalkan untuk memutar segala jenis lagu. Yang SF suka adalah baterainya yang cukup awet. Sekali isi full bisa dipakai seharian di kantor. Sayang colokan USBnya masih model lama dengan lubang yang agak besar dibanding model sekarang. Jadi kudu nyiapkan kabel charger khusus. Kelebihan lainnya yakni tombol kontrol yang komplit :volume up/down, play/pause yang sekaligus tombol power dan pairing(jika ditahan),ff,rwd,back,next.

Continue reading “Review beberapa wireless headset murmer. Murah belum tentu jelek….”

Review 25.000 km bersama Nmax mengarungi keruwetan Ibukota.

Pulang kerja Jumat kmaren ada yang aneh dari penampakan Speedometer Nmax. Keluar kedipan V-belt pada MID.. tandanya V-belt sudah minta diganti. Intip odometer… eh ya dah lewat 25 rb KM. 🙂 Pantes….
Memang beberapa minggu terakhir kondisi Nmax dirasa ada sedikit penurunan.  Terutama akselerasinya… agak selip di putaran bawah-menengah. Apalagi kalau macet parah, gejala selipnya makin terasa. Meski ga parah banget ya…. artinya motor masih bisa melaju namun rpm awalnya kudu dinaikin dikit 🙂
Konsumsi BBM terasa agak sedikit boros dari. Biasanya kalau eco riding bisa hampir menyentuh 1:45 dalam kondisi lumayan lancar, sekarang palingan 1:40 kmpl.
Handling ga ada perubahan… tetep nyaman. Berarti kaki-kaki masih prima. Cuma rem agak kurang pakem dibanding dulunya. Sepertinya kaliper dan master remnya dah mulai seret… kudu di bersihkan.
Ban belakang jelasnya sudah SF ganti sebelum 15.000 km, nah di 25.000km ban depan mulai menipis namun masih bisa dipertahankan. Wajar sih Nmax agak boros soal ban. Selain diameter velg 13″ karet bundar Nmax menganut medium compound, ga seperti umumnya motor dimana ban bawaan tipe hard. Karena ini pula daya cengkram ban Nmax sangat yahud…. lebih PD mereng-mereng sampai dek gasruk aspal 😆
Kondisi mesin masih prima. Maklum SF biasa ganti oli tiap 2000km mendahului anjuran 4000km dari pabrikan. 
Selama pemakaian dari baru hingga 25.000 km bagaimana kesan mengendarai Nmax?
– Performa mantab, bensin irit, nyaman meski kudu sedikit dimodif. Pokoknya Motor recomended dengan beberapa catatan kecil.
– Catatan kecil yang SF maksud adalah soal kenyamanan. Shock terlalu keras… langsung SF ganti dengan Per Shogun. Jok ori sebenernya cukupan jika dipakai sendiri…mengakomodasi kebutuhan pengendara cari ergonomi yang pas menyesuaikan posisi kaki yang bisa nekuk atau selonjoran. Sayang untuk boncengan jok terasa keras bagi boncenger, jadinya diganti biar lebih nyaman.
– Untuk menembus kemacetan memang Nmax kurang lincah, tapi asal sabar dan pintar cari celah, Nmax ga bikin pegel buat kemacetan kok.
– Grip ban super, handling mantap, rem pakem.
Intinya puas dan sama sekali ga ada penyesalan… sekarang pun jika disuruh beli motor baru tetep milih Nmax. Dah cinta gitu loh… klo suruh nyari pendamping ya paling cari sodaranya yang berbasis sama yang kudunya juga bebas masalah si Aerox.
Parts apa saja yang kudu diganti karena termakan usia pada km 25.000?
Nyambung lagi artikel selanjutnya yakkkk….
Jelasnya kudu bobol tabungan… :mrgreen:

Efek antena modem terhadap kecepatan internet modem huawei slim 2 (E5577) dengan paket internet XL Go

Kali ini SF bakal ulas efek dari antena modem dalam meningkatkan kecepatan internet XL Go.
Kelemahan modem MiFI huawei slim2 yang di bundling dengan paket internet XL Go 90Gb 90Hari adalah kemampuan menangkap signalnya lemah. Kebetulan Dikantor SF kawasan kalibata signal yang didapat di dalam gedung lantai 4 terkadang cuma dapat 1 bar 4G bahkan sering tanpa sebab pindah ke 3G full bar. Padahal kalau di HP signal 4G manteng di kisaran 3 Bar. Untuk mensiasatinya SF memasangkan MiFI ini dengan antena modem,dengan harapan signal operator yang ditangkap jadi lebih baik sehingga kecepatan internetnya naik.
Ada 2 macam antena yang SF beli. 2 biji antena portabel yang mudah dibawa kemana-mana seharga @20rb, dan sebiji antena spiral (2 spiral) dengan kabel 3 meter seharga 69rban. Untuk pengetesan SF lakukan sebayak 3 X running speed test.
Woke mulai saja

Continue reading “Efek antena modem terhadap kecepatan internet modem huawei slim 2 (E5577) dengan paket internet XL Go”