Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha

Terkait artikel lalu DTX400 milik SF kurang mumpungi untuk menunjang sekolah musiknya si kecil. Opsi paling gampang tentu tinggal jual dan ganti baru… Itu kalau duit ada…. ! Klo dananya terbatas ya bisa upgrade satu -persatu partsnya.

Konsekwensinya ada 2. Kerugian, biaya bisa lebih mahal dibanding beli baru, bahkan fitur masih saja kalah. Keuntungannya, parts yang diupgrade masih bisa dipakai lagi. Jadi jumlah pad malah lebih banyak dibanding seri atasnya.

Continue reading “Tips upgrade drum elektrik entry level yamaha”

Kenapa baru sekarang, dari dulu dah diusulin

-Ninja yang awalnya fairing, keluar juga versi nakedya… ini pernah SF sentil di 2011 jauh sebelum Z250 keluar. (Baca disini )


-Mesin powerfull Suzuki harusnya di temploki ke motor Sport 150  keturutan juga sekarang. Nyentilnya juga udah lama. (Baca disini )

-Model gagah seperti yamaha byson kudunya dibekali mesin mumpungi minimal mesin Scorpio lah…. atau kebalik ya… Scorpio kudunya dibekali desain gagah seperti byson… barusan keluar juga spyshot motor yang SF maksud (baca disini )

-mesin twin cyl Ninja 250 asyik juga kalau ditemplokin ke motor adventure. Sama seperti kakaknya 650 dimana mesin 2 silindernya dipakai untuk 4 model berbeda, fairing, cruiser, naked dan adventure bike… kenapa tidak dilakukan pada Ninja 250? Adventure bike bertajuk Versys 250 nongol juga akhirnya. (Cek disini )

Sayang versi Cruisernya untuk 250cc multi silinder dari pabrikan Jepun belum masuk sini….cocoknya mesin V, tapi jika 2 silinder sejajar dipaksa masuk ke model cruiser gapapa juga sih… asal multi silinder. (Sentilannya ada disini )

-Tiger 250 juga belum terealisasi… asyik juga kalau dibenamkan mesin 250cc 1 silinder milik CBR lawas. Harga lokal sajahhh 🙂
Bukan hanya SF yang punya pemikiran seperti diatas… buanyak blogger sepaham…. baru baru ini saja kebetulan pabrikan baru merealisasikannya… kira2 apa sebabnya ? 

– Persaingan industri roda 2 sudah sangat sengit, sehingga pabrikan perlu mainan baru dan membuka pasar baru agar ga bersaing langsung dengan lainnya. Versys 250, dan Vstorm 250 misalnya…. semoga kedepan ada model cruiser 250 multi cylinder yang terealisasikan. 

– Ada juga karena varian yang ada makin tergencet , dan memutuskan ikut main di kelas rame. Misal kasus suzuki yang awalnya ngandelin FU150 bakal main ke Sport 150

Intinya semua adalah soal keuntungan…. nekad nyemplung tanpa perhitungan matang, salah langkah dikit bakal distop tuh produk….
Nb. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca karena agak susah masuk blog ini. Blog sedang di maintenance karena pindah domain/hosting. Saat ini smartf41z.com sudah ga pakak https:// namun http:// . Perlu beberapa saat hingga normal kembali

Berkaca pada CBR 150, big skutik honda kudu mengikuti langkahnya

Sebelum bahas Big skutiknya honda dikelas 150cc, mari sedikit flashback pada CBR 150.
CBR 150 lokal sekilas tak berbeda dengan versi import dari Thailand… pembeda yang paling kentara pada rangka teralis dan knalpotnya. Langkah smart dari AHM melokalkan CBR 150. Ga mentah mentah jiplak versi importnya namun menyesuaikan agar memenuhi target pasar yang dituju… jelas menguntungkan saat CBR 150 dilokalkan baik bagi AHM maupun konsumen… harga bisa ditekan abis… alhasil CBR 150 lokal sukses membungkam R15 dalam hal penjualan.

image

Continue reading “Berkaca pada CBR 150, big skutik honda kudu mengikuti langkahnya”

Sistem tilang harus diganti untuk menghilangkan praktek KKN

Sekedar uneg-uneg saja… siapa tau ada pejabat yang baca. SF rasa metode tilang Di Indonesia adalah salah satu yang menjadi sebab masyarakat mendapat ketakukan berlebih terhadap polisi. Kudunya sistem tilang di Indonesia kudu segera berubah.

image

Continue reading “Sistem tilang harus diganti untuk menghilangkan praktek KKN”

Pengganti Tiger Yang Paling Tepat… Gimana Ya enaknya…

wpid-20110707tiger_1.jpeg

Konon pentolan AHM lagi bingung menentukan pengganti tiger yang pantas. Artikel ini mungkin bisa membantu AHM… 🙂

Ini nih pendapat SF sebagai pemakai tiger dari 2005 hingga sekarang.

Tetap SF tak bergeming dengan tulisan SF sebelum-sebelumnya… (salah satu tulisan SF 2012 baca disini)  200 CC terasa nanggung! mesin 250cc adalah faktor psikologis yang utama.

Apa yang menjadi ciri khas tiger sehingga mampu menghantarkannya menjadi legenda? Continue reading “Pengganti Tiger Yang Paling Tepat… Gimana Ya enaknya…”

Kok ga ada yang bikin motor dual purpose CC kecil ya?

image

Motor sport dual purpose sepertinya adalah motor sport yang cocok di Indonesia. Dimana kondisi alam naik turun curah hujan lumayan, termasuk kondisi jalan raya yang amburadul dan sering banjir. Ditambah lagi banyaknya polisis tidur yang ditujukan menghindari pengemudi ngebut.
image

Kondisi seperti ini menuntut motor dengan ground clearance tinggi. Sebenarnya ada sih motor seperti ini, seperti KLX series maupun Dtracker series. Permasalahannya motor seperti ini tangki bensin sangat mungil kurang cocok untuk motor harian. KLX 150 kapasitas bensinnya kaya motor bebek/matic, Yg 250 juga ga jauh dari itu…
image

Coba bayangkan jika ada motor touring dual purpose seperti versys, vstorm, cbx versi kecilnya . Paling ga 250cc, apalagi dibekali mesin dual cylinder 🙂

Eh sebenernya ada sih duke 200 tapi ga semua orang berani meminangnya… alasanya selain harga, dealernya cuma seuprit.. 🙂

Posted from WordPress for Android

Ketika Power Bukan Segalanya untuk motor, ada ceruk yang bisa dimasuki

Berapa banyak diantara pembaca yang mempertimbangkan Power tertinggi saat mempertimbangkan untuk membeli motor sport? beberapa orang yang suka ngebut mungkin banyak yang mempertimbangkan ini. Namun di golongan pekerja seperti SF ini, power sebuah motor hanya angka-angka yang tertulis dalam brosur. Continue reading “Ketika Power Bukan Segalanya untuk motor, ada ceruk yang bisa dimasuki”

Suzuki cuma berani hadapi Verza? Sayang potensinya lebih besar

Sayang..beribu sayang… Suzuki sebenernya punya potensi bermain di kelas middle sport 150cc, bukan dikelas sport entry level. Seperti yang diberitakan motorplus, suzuki malah mempersiapkan motor untuk bertarung dengan honda Verza… jadi bisa ditebak harga bakal diset semurah mungkin, fitur? Ya ga bisa berharap banyak.
Beda di kelas bebek. Suzuki dengan PDnya bikin bebek super bermesin sport… nah dikelas sport sebelumnya malah bikin motor sport bertenaga bebek. Hingga sekarang kok suzuki ga kepikir bikin sport middle 150 cc untuk menyasar segmen gemuk yang dihuni NMP,CB150,Vixion,byson?

image

Padahal Suzuki punya potensi… di jamannya dulu FXR termasuk motor perkasa, powernya saja diatas CBR150. Turunan mesin FXR harusnya dibenamkan ke motor sport bukan ke bebek. Mumpung kedepannya ada kemungkinan refresh mesin FU150 menghadapi aturan Euro3, sekalian saja diriset untuk kategori sport naked dan sport fairing. Lumayan loh common parts yang bisa dipake di 3 motor dapat memangkas biaya.
So… berani ga suzuki bermain dikelas middle high 150cc ?

Ada satu komen yang menarik dari pengunjung motorplus
image

Kebiasaan Kawasaki menandemkan sport fairing dengan naked kok ga berlaku buat N250 ya

image

Kawasaki punya Z1000 sebagai alternatif bagi yang ga seneng motor pure sport berfairing semacam ZX-10R, untuk kelas 650 cc kawasaki punya ninja 650 yang ditandemkan dengan ER6 bahkan ada versi enduro yakni versys (CMIIW) , dikelas 150 cc 2 tak ada Ninja 150 RR dan Ninja 150. Lalu kenapa kawasaki ga menciptakan versi naked Ninja 250 ? Naked bike punya pasar yang juga ga sedikit loh, komunitasnya menjamur seluruh Indonesia. Desain garis besarnya ngikut saja Ninja 250. Fairing dilepas trus desain ulang air scoop dan lampu depan. Yahh kasusnya kaya Ninja 650 jadi ER6 lahh…. mesin disamakan saja. Jadi rasa sportnya masih kental dan ga harus berjibaku dengan inazuma yang lebih ke sport turing. Harganya jelass bisa lebih ditekan, sukur-sukur selisih 10 jt dibanding N250

Perlukah Spion motor sport dibikin ga bisa dilipat

Tersenyum simpul baca artikelnya indobikermags soal spion lipat ducati . SF sempet diskusi ringan dengan seorang rider ninja senior di tempat kerja masalah fenomena penunggang ninja 250, CBR dan motor fairing modifan yang demen banget lipat spion dijalanan. image
Obrolan ringan itu akhirnya menyentil tentang usulan spion yang tangkainya dibikin paten ga bisa dilipat, hanya ujung cerminnya saja bisa diatur sudutnya. Namun akhirnya usulan iseng itupun diabaikan dengan berbagai pertimbangan :
1. Saat riding dijalanan padat jika tersenggol spion paten resiko patah. Beda dengan spion yang bisa dilipat. Jika tersenggol tinggal diatur ulang posisinya.
2. Saat parkir, makan space berlebih, apalagi sport berfairing ga ada standard tengah makin mengganggu saja spion ini. Kalau bisa dilipat kan enak, ndak ganggu dan ga resiko kesenggol rider sebelah saat parkir. Apalagi ruangan parkir gandeng ruang tamu seperti milik SF, ganggu banget jika spionnya baplang terus.
3. Kalau jatuh kemungkinan patah spion yang paten juga besar.
Ada sih usulan lain yang muncul yakni model per, tangkai spion bisa balik ke posisi semula jika tersenggol atau jatuh, cuma tergantung niatan pabrikan mau ga mengurangi jumlah alayer dijalanan. Ntar jangan-jangan kaum alay ga jadi beli motor sport yang tangkainya ga bisa dilipet
:mrgreen: