vario techno 125

All posts tagged vario techno 125


Banyak kasus menimpa motor baru yang baru launching. Dulu awal vixion hadir ECU/pompa bensin bermasalah jika sering dijemur dibawah terik matahari pada masa berikutnya kelemahan ini diperbaiki Yamaha. Vario 125 yang awal produksinya didera penyakit ngorok sekarang sudah dihilangkan ngoroknya oleh Honda. Smash punya mertua dirumah gen awal juga bermasalah susah pindah gigi dan kamrat bunyi kasar gen selanjutnya kelemahan ini diperbaiki. Produk duo sport terbaru nampaknya ga lepas dari masalah ini New Vixion pernah SF lihat ga lurus antara spakbor dan ban belakang (pernah diulas pertamax7 ), juragan bonsai juga pernah mengulas soal kasarnya mesin New Vixion. CB150R ga kalah banyak problemnya mayoritas suara mesin kasar, hingga body yang terserang karat. klo ini buanyak juga dibahas juga oleh pertamax7.
Motor baru memang menjalani berbagai proses sebelum diluncurkan termasuk pengetesan langsung di lapangan… namun perlu diingat pengetesan tersebut dilakukan pada unit terbatas. nah saat produksi dilakukan terhadap puluhan ribu unit yang ga hanya menyangkut Honda atau Yamaha atau merk motor lain namun juga menyangkut vendor-vendor pihak ketiga yang memproduksi berbagai parts. tentunya saat dilempar dipasar resiko motor mengalami problem berkali lipat diawal produksi… saat banyak komplain dari para penggunanya harusnya Produsen motor segera bertindak cepat.. pelajari berbagai kasus yang menimpa lalu diperbaiki sumber masalahnya. Produsen besar harusnya sangat berterima kasih pada blogger karena banyak menyuarakan suara konsumen tentang kelemahan suatu produk.
Bagi SF memang beresiko beli motor baru yang belum teruji lama dilapangan, ga ada salahnya juga pasang strategi wait N See, selang beberapa lama suatu produk mulai teruji ketangguhannya atau telah dilakukan perbaikan oleh produsen baru deh pinang motor idaman itu. kalau sudah kebelet yo monggo saja segera pinang motor idaman… toh ada garansi dari atpmnya.
wpid-DSCF1907.JPG
Kasus yang berkebalikan dengan teori diatas malah menimpa honda Tiger. Honda tiger gen awal malah terbukti lebih tangguh dan lebih powerfull dibanding tiger generasi selanjutnya. kabarnya tiger gen awal partsnya masih banyak yang import. tiger selanjutnya??? buanyak masalah namun sepertinya ga disegera direspon Honda seperti mesin ngelitik, tangki bocor, kamprat cepat kendor, rumah gir belakang gampang rusak, kopling selip, dll.
wpid-PhotoGrid_1362031915022.jpg
Terbersit juga sedikit keraguan jika Yamaha memproduksi sport 2 silinder di Indonesia, atau Kawasaki ikutan melokalkan Ninja 250 apakah kualitas bisa setara dengan produk Thailand? petinggi kawasaki pun sempet ragu akan hal ini terutama menyoal quality control pihak ketiga (vendor)

Kebetulan dalam seminggu ini 2 kali SF berkesempatan test ride 2 motor matic keluaran honda… cuma kebetulan loh ya 2 -2 nya keluaran honda… 🙂  minggu lalu Vario 125 non cbs dan kamis kemaren spacy fi helm in. SF menemukan 3 kelemahan sama yang cukup mengganggu pada dua motor ini. Pertama jok cukup keras… meskipun dua-duanya dibekali jok cukup lebar , namun alangkah tambah nyamannya jika bahan jok dibuat lebih empuk. Dibanding spin tuan milik SF dan mio punya rekan beberapa waktu lalu pernah SF pinjam duo matic honda ini joknya paling keras. Apakah jika dipakai lama-lama jadi empuk? Entahlah 2 motor yang di test SF ini masih tergolong baru semua. (Mohon pencerahan bagi pengguna vartech 125 serta spacy.. 🙂 )

image

nah kelemahan yang kedua lebih mengganggu lagi . Ground clearance rendah! Buat sendiri saja gasruk poldur apalagi buat boncengan tambah miris setiap kali lewati poldur. Jadinya kudu turunkan kaki untuk ikut menahan bobot motor, atau pakai trik mengiris atau dengan cara menyimpang saat melewati poldur.. sangat-sangat bikin ga nyaman. Terutama spacy .. lebih rendah dibanding vartech 125.
Masalah jok mungkin bisa disiasati dengan biaya cukup murah di tukang jok. lah kalau ground clearance rendah gimana? Tambah anting?eitss bahaya klo ga teruji….Ganti shock? Waduh nambah biaya lagi tuh… belum lagi vartech 125, ukuran standar saja kaki susah menapak dengan sempurna kecuali rider posisi kedepan banget (ini motor diperuntukkan buat orang asia ato bule sih!?  :mrgreen: ), klo ditinggin malah jinjit ga karuan dan merusak handling. SF rasa ini akibat fitur helm in dan ekstra tanki bensin. Bodi lebar,jok ikutan lebar bikin kaki ngangkan sehingga seolah seat height jadi tinggi banget. Ini tantangan Honda bisa ga bikin terobosan mengatasi hal ini!
image

Nah yang ketiga sepele, tapi cukup bikin kikuk… panel saklar sebelah kiri… kenapa sih dibikin beda dibanding motor lain? Posisi saklar sein malah dituker sama klakson… kalau ownernya punya motor lebih dari satu pasti bingung ngasih sinyal. Ndak udah aneh-aneh lah, ikut standar berlaku umum saja.

Tanggapan ownernya gimana? Ya emang mengganggu sih.. maunya nyaman, dan ga gasruk tiap kali lewat poldur. Klo udah dibeli gini ya gimana lagi.. dijalanin saja dan disiasati jika bisa… 🙂

Dulunya SF sempet kepikiran tuker spin dengan spacy, untung ga jadi… spin tua keluaran 2007 masih bisa melayani majikannya plus bonceng nyonya besar dan 2 anak. Lewat poldur masih aman (di lingkungan SF yang masang poldur sedikit ediannn… tiap beberapa meter ada poldurnya dan sedikit tinggi, ga sadar dosanya nambah tiap kali ada orang mangkel saat melewati polisi tidur) , jok terasa empuk,tenaga lebih dari cukup. Asal ga rewel saja yahhh.. maklum suku cadang susah dan mahal 🙂 .
Coba YIMM aware akan hal ini.. bikin matic fungsional trus coba menghindari 3 kelemahan diatas, lumayan tuh bisa ngrecokin matic mediumnya honda.

Minggu-minggu ini kerjaan SF lumayan penuh agenda keluar. Termasuk kamis kemaren.. ada 3 klien yang harus dikunjungi. Maunya pakai mobil kantor tapi muales , karena biasanya hari terakhir sebelum liburan panjang macet parah. Akhirnya boncengan pake spacy milik temen yang lumayan gress kmnya baru 2000an, (belinya juga sama SF waktu itu). Awal mula doi pengen vartech125  tapi karena inden 3 bulan bila beli cash,di cancel dan ganti spacy.
image

Sampai parkiran kunci langsung SF rampas 🙂  SF jelas pengen jadi jokinya. Stater bletax khas honda terdengar, motor masih sanggup meladeni bobot kami berdua (total sekitar 150kgan), namun akselerasi terasa menggigit sampai 60 kpj doank, selanjutnya nambahnya lama dan sedikit ngeden. Rekan saya penasaran gimana perbandingan sama vario 125 yang ga jadi dibelinya.

image

Ok sambil jalan SF sedikit cerita.Akselerasi sampai 40 kpjan lebih menghentak spacy namun diatas itu sepertinya vario 125 terlalu superior. Pas masuk perumahan ga disangka polisi tidur yang cukup rendah cukup untuk menggesek bagian bawah spacy.. wah lebihh parah dibanding vario 125. Alhasil SF ambil ancang ancang menyimpang/mengiris miring saat melewati polisi tidur (awas perhatikan lawan arah dan kendaraan dibelakang), beberapa polisi tidur sukses dilewati. Benar-benar bikin ga nyaman jika rute yang dilewati banyak polisi tidur. Selanjutnya joknya hampir sama seperti vario 125, lebar tapi kueras… jok spacy juga bikin ngangkang tapi kaki masih bisa menapak sempurna. Kepakeman rem lumayan enteng seperti halnya vario milik teman kemaren. Soal rem ini pemilik spacynya ngaku sering timbul bunyi tikus kejepit saat rem belakang pada kecepatan rendah.. sudah komplain ke dealer katanya cuma kotor, abis dibersihkan ga seberapa lama kumat lagi. Anehnya sepanjang di coba SF sejauh kurang lebih 15 km bunyian itu ga terdengar (takut sama SF kali ya) 🙂  untuk kemacetan sambil bawa boncengan, handling spacy terasa sedikit ga melawan saat bermanuver namun karena body enteng mudah untuk dikoreksi, ga seperti vario 125 yang cukup bikin pegel di kemacetan, dibanding spin, wuee.. jelas enakan spin. 🙂  fitur hampir sama seperti vartech 125 saklar bikin bingung . tombol sein dan klakson ketuker, dek depan ga cukup lega sama kaya vartech 125 , helm full face SF ga bisa masuk di cantolan dek depan kudu dimiringkan. Kalau masalah deck lega spin jagony. (Klo ga salah kymco free lx juga lapang) :mrgreen: . Bagasi lebar sangat membantu pemiliknya buat taruh jas hujan ,helmnya malah ditaruh luar ( berubah julukan jadi spacy coat in dunk :mrgreen: )
keiritan spacy SF ga sempet dibandingkan dengan vario. Namun berdasarkan cerita rekan SF, dibanding dengan Yamaha mx motor lamanya lebih irit spacy. Dalam seminggu doi keluar duit 20 ribu saat memakai jupiter mx, namun saat memakai spacy dia cuma keluar 15 rb. (Ini mx yang keborosen atau spacy yang irit ya? ). kelebihan tangki bensin besar pada spacy  cukup memuaskan rekan SF karena ga perlu sering antri bensin. Konklusinya rekan SF ini ga nyesel ambil spacy daripada vario 125, mengingat dia ga seneng kenceng dan cari motor yang handlingnya ringan serta fungsional.

Beberapa bulan terakhir pasca operasi fistula, motor yang paling sering SF pakai kerja adalah Suzuki Spin tahun 2007 yang kilometernya baru menginjak 25.000 km. kebetulan kemaren SF berkesempatan jajal Vario techno 125 non CBS dengan jarak yang cukup lumayan (35 km-an) dengan rute bervariasi mulai jalan lenggang maupun macet. Sebelum di komparasi perlu diketahui Spin milik bundafaiz ini daleman CVT yakni kopling set dan rumah kopling sudah menggunakan milik Suzuki hayate
image

Berikut SF share mengenai perbandingan dua motor ini :
1. Performa
Akselerasi lebih spontan Spin namun setelah kecepatan 60 kpj keatas terasa Vario techno lebih bertenaga, seperti kata blogger lainnya akselerasi halus namun linear. Pada kecepatan 80 kpj spin coba disentak terasa putaran mesin enggan nambah. Beda pada vario yang masih terasa sentakannya. Pada kecepatan 80kpj mesin spin terdengar lebih teriak dibanding Vario. Sedangkan vario sendiri sangat enteng dan halus di kecepatan konstan 80 kpj (sungkan mau nambah speednya motor baru inreyen 300 kman :mrgreen: ). Soal top speed belum pernah dijajal untuk vario… untuk spin bisa meraih 110 kpj namun dengan jarak yang sangat…sangat… panjang terutama dari 100 kpj ke 110 kpj kondisi memakai windshield tinggi dan bobot rider 90 kg, sepertinya dari pengakuan para penggunanya maupun dari hasil tes tabloid roda dua Vario lebih handal untuk kecepatan puncak.
2. Handling
Seat height spin yang rendah serta bobotnya yang lebih enteng jelas mengalahkan Vartech 125 di segi kestabilan saat di kecepatan rendah, apalagi di kemacetan parah. Dimensi spin yang hampir setara beat dan mio nampaknya mengalahkan telak vario 125. Namun di jalan lapang dan kecepatan tinggi Vario top markotob, suspensi lebih mantab ga mantul-mantul dibuat melibat kontur ga rata. Ga seperti spin yang ga bisa anteng melibas jalanan bumpy
3. Pengereman
Vario 125 telak mengalahkan spin. Meski rem belakang spin milik bundafaiz sudah diganti kampas rem RX king, tetap saja ga bisa mengalahkan Vario
4. Fitur
Lewati sajahhh ….motor beda kasta 😆
5. Fungsionalitas
Vario 125 memiliki bagasi helm in dan tangki bensin ekstra, spin punya dek depan lebih lega, namun tangki bensin mungil spin bikin males sering antri di pom bensin
image

6. Konsumsi Bahan Bakar
Menurut pengakuan ownernya Vario 125 bisa 1:40 dalam kondisi boncengan (memakai pertamax/shell super), sedangkan spin bisa 1:35-40 kondisi tanpa boncenger (memakai premium), untuk berboncengan bisa 1:30an
7. Kenyamanan
Untuk santai lebih nyaman spin, jok juga lebih empuk namun untuk jalan jauh spin bikin pegel. Penempatan saklar klakson Vario 125 sangat ga lazim dan anehh poll… kebalik antara saklar sein dan klakson jadi sering ketuker mencetnya. Ada satu penyakit spin yang ga ada di Vario 125… CVT spin kasar dan bergetar terutama dalam kondisi berhenti mau jalan ataupun kondisi jalanan merayap. Padahal semua jeroan tergolong baru.
image

Meskipun berkubikasi sama 125cc, 2 motor diatas beda generasi dan beda kasta ini impresinya bertolak belakang. Spin adalah skutik entry level desainnya mungil hampir serupa mio dan beat, masih menggunakan karburator. Berbeda dengan Vario 125 yang diperuntukkan untuk kelas diatasnya, bertehnologi terkini , injeksi dan dimensinya yang bongsor . Untuk yang bertinggi badan pas-pasan (apalagi cewek) ga disarankan apalagi jika rutenya penuh macet.

image

Apes.. Sabtu-sabtu harusnya bisa ngumpul sama keluarga malah ada surat tugas dari kantor. Kebetulan teman kantor yang baru beli vartech125 juga dapat penugasan yang sama, jadinya kesempatan bagi SF nyoba motornya. Kesan pertama nyemplak motor ini …. ngangkang!!! Jika dalam posisi sedikit mundur (kebiasaan SF naik matic posisi duduk agak mundur) kaki SF dengan tinggi 174 cm ga menapak sempurna.. motornya orang eropa kali ya :mrgreen: . Sayangnya jok yang lega ga diimbangi dengan bahan yang nyaman, Jok terasa sangat keras!! Untung SF dah biasa naik Ninja.
seperti blogger lain SF takjub sama bunyi stater yang ualusss.. sampe SF restart ulang sambil membungkukkan badan untuk mendengar jelas suara stater. Senyapp…. 🙂  Selanjutnya gas dipelintir dan suara khas motor Eropa yang kata warung DoHC rata2 ngorok terdengar seiring bukaan gas. Tapi suara ini sangat-sangat ga mengganggu (Ga usah digembar gembor lagi , biasa sajahhh… :mrgreen: ). Mampir dulu di depan PGC, janjian dengan rekan lain penunggang mio yang ga hapal rute.

1vartech dengan total bobot penumpang hampir 160kg, 1 mio dengan bobot penumbang ga sampe 60 kg lanjut melaju ke area kemanggisan.. jalanan cukup lenggang ga terasa kecepatan sudah 80kpj, ga ada tanda motor teriak dan getaran mesin terasa halus. Sedangkan si mio terdengar suara mesinnya sedikit teriak. Akselerasi memang ga terlalu istimewa namun tenaga pada kecepatan 80kpj terasa masih ngisi… SF coba mainkan gas motor masih berespon bagus pada kecepatan itu. Shockbreaker cukup lumayan meredam jalan bumpy disepanjang Gatsu… hati2 banyak pasir bekas perbaikan jalan yang ga dibersihkan penggarapnya 👿
Tiba-tiba ada moment mendebarkan… mobil sedan tua didepan tanpa lampu rem tiba2 berhenti mendadak. SF yang pas dibelakangnya ga sempet ngerem langsung saja bermanuver kekanan… ngepress baget…!!! Ujung sepatu boncenger sampai nyenggol ujung bemper! Ngeri pokoknya…. Rekan SF pengendara mio dan beberapa pengendara motor dibelakang SF juga nampaknya kaget dengan mobil sedan yang kemungkinan mogok ini. Pengakuan rekan penunggang mio dia sampai ngepot-ngepot ga karuan dan berhenti pas mepet dibelakang bemper mobil… begitu pula pengendara lain… untung ga ada yang celaka. Sesampai tempat tugas motor segera diparkir , hati2 boncenger belakang yang memakai celana panjang agak kendor, rawan nyantol di standar tengah saat turun dari motor. Jok dibuka dengan tombol disamping kunci kontak, helm flipup milik SF yang termasuk gambot masuk sempurna dalam bagasi tengah.
image

Pas pulang, kembali SF didepan… nah perjalanan kali ini sedikit berbeda dibanding saat berangkat. Kondisi lalin lebih padat. Disini baru terasa…. vartech sangat tidak nyaman buat boncengan dikemacetan. Titik berat yang tinggi dibanding matic lain bikin motor melawan saat menikung patah dan selip-selip. Bagi rider mungil dan rider cewek pada umumnya hati-hati deh.. sangat menyulitkan mengambil beberapa manuver yang memerlukan tumpuan kaki. Motor juga terasa kurang stabil untuk kecepatan rendah..si ownernya juga mengamini. Apalagi buat boncengan katanya… “puegel banget jika riding dibawah 40 kpj, motor seakan minta diseimbangkan terus. Berbeda jika dipakai sendiri, lebih nurut” soal konsumsi bahan bakar cukup ngirit kok.Saat berangkat kami mengisi shell super rp 20.000 (petunjuk bensin 2 bar menjadi 6bar)  saat sampai rumah petunjuk bensin menunjukan berkurang 2 bar. Menurut dia untuk kalau buat boncengan masih bisa 1:40 . Masuk lingkungan kampung SF ada sedikit hal yang bikin ga nyaman… motor yang nampaknya tinggi ini ternyata gasruk saat melewati polisi tidur. Menurut empunya memang ada bagian bodi sedikit menonjol dibawah namun agak lentur, selain sebagai peringatan terhadap polisi tidur juga untuk melindungi agar polisi tidur tidak langsung menggesek rangka atau mesin.
image

Overall Motor ini lumayan nyaman buat rider bongsor, nyaman untuk kecepatan menengah -atas,cukup irit dan bertenaga. Namun perlu pertimbangkan ulang jika rider kurang tinggi serta rute selalu macet.

image

Kaya sinetron saja berlanjut terus…. 😆  awalnya pengen Vario 125 trus batal gara-gara ngorok, milihlah spacy karbu… eh versi karbu sudah diskontinyu, Galau milih Vario 125 lagi. Saat mau deal … ehh … barangnya ga ada, harus inden 1- 2 bulan sementara  motor tunggangan sehari-hari sudah terjual! Ditengah kegalauan itu sobat SF ini berusaha telp dealer lain… sama juga vario 125 kudu inden sebulan lebih!!! Nah karena ga mau nunggu lama akhirnya sobat SF ini memutuskan meminang Spacy FI.  (Yess… masukan SF serta komen pengunjung mengena juga :mrgreen: )
Kemaren waktu istirahat siang langsung nyulik SF buat nganter ke dealer Honda di Plumpang sambil ngiming-ngimingi tongseng kambing :P. Sampai Dealer proses tawar menawar langsung terjadi. Akhirnya dari pricelist seharga 12.900rb dapet diskon 200rb ! Lumayan 🙂 …  setelah pelunasan terjadi motor segera di cek fisik, pasang aki dan langsung dinaikkan ke mobil box untuk dikirim.
image

image
Lamanya inden ternyata sangat mempengaruhi keputusan pembeli untuk meminang motor. Untung saja masih mau beli motor semerk beda tipe, kalau pindah kelain hati kan rugi pabrikannya.

image

Nyambung artikel kemaren. Salah seorang rekan sF yang dulunya pengguna yamaha mx ber box belakang beralih ke matik honda karena pertimbangan bagasi ekstra luas. Bukan hanya itu… pengguna MX lainnya yang pernah nampang di artikelnya SF juga berniat ganti motornya jadi vartech 125!!!  Mungkin lain cerita jika ada matik yamaha yang menawarkan helm fullface in :mrgreen:
image

Salah satu pertimbangan konsumen memilih motor adalah fungsionalitas, apalagi bagi rider yang sudah punya anak-istri. Nah nampaknya Yamaha kurang memperhatikan hal ini. Kapasitas bagasi yang paling besar yamaha ada pada xeon dengan kapasitas cuma 13 liter bandingkan dengan spacy dan Vartech 125 yang 18 liter . Sementara si xeon cuma cukup menampung sebuah helm half face yang diatur sedemikian rupa agar bisa masuk, si spacy/vartech dengan lahapnya menelan helm fullface bulat-bulat 🙂 komparasi silahken lihat disini . Belum lagi jika di timbang soal kapasitas tangki bensin. Soul GT pemegang tangki bensin terbesar dideretan matik yamaha dapat menampung 4.8 liter(cuman kapasitas bagasi kecil 8.8 liter) bandingkan dengan spacy yang 5 liter atau vartech yang bisa menampung 5.5 liter…pas banget bagi yang males sering antri di pom bensin.
image

Untuk memperluas pangsa pasarnya, saat ini honda makin melengkapi jejeran helm innya melalu  Vartech 125 dan rencana kedepannya Scoopy juga di helm in kan. Eh ya… hampir ketinggalan Honda juga punya Supra 125 helm in loh dengan kapasitas bagasi dan bensin yang lebih lega, sementara yamaha sama sekali ga punya motor ginian.
Kalau begini terus jelas yamaha makin ketinggalan lah wong pasarnya lebih sempit (anak muda) dibanding honda yang menyasar segala lapisan alias PALUGADA(aPA yang LU mau Gue ADA). Fungsional naik, pangsa pasar makin luas, bukan begitu …..!?

Yah keduluan mbah bikin artikel soal pengetesan matic di kemacetan. Tapi berhubung artikelnya udah tak schedule 3 hari lalu, the show must go on dengan sedikit editan 🙂

Beberapa minggu terakhir blogger dan media rame-rame ngetes konsumsi bahan bakar motor khususnya matic, apalagi kalo ga mio J, nex dan spacy, hasilnya bikin rame dunia perbloggeran 🙂
Sekedar opini nih, sebagian besar pengendara memakai motornya kan pas jam sibuk yakni jam berangkat kerja / sekolah (kira-kira jam 7-8an) dan jam pulang kerja (jam 4-6an). Kalau testride motor pas jam-jam ini, datanya lebih bisa dijadikan patokan sebagian besar pengguna motor. Lah masa pengujian konsumsi bensin pas turing yang dikawal polisi sebagai pembuka jalan, atau bahkan disirkuit :mrgreen: yah pasti uirit karena bebas hambatan, bahan bakar yang dipake kudunya premium karena 90% lebih pengendara motor pake premium. Konsumen yang ingin matic irit namun kurang luas wawasannya bisa merasa ketipu sama hasil tes yang dipublikasikan atau dijadikan senjata oleh sales, kenyataannya setelah dipakai sehari-hari jauh sama iming-imingnya. image Btw SF belum sekalipun ngitung konsumsi ketiga motor SF soalnya ga ada yang std. 🙂  Tiger dah OS 25 pake spuyer obokan, ninja dah knalpot racing, spin sudah pake kampas kopling pantekan.. tapi klo dikira-kira perasaan ketiga motorku ga ada yang irit ya :mrgreen: He3…. yang jelas urutannya  spin, tiger dan ninja 250 🙂