Vega

All posts tagged Vega

Saat googling informasi dan performa tunggangan ga sengaja kesasar ke thread ini
http://forum.otomotifnet.com/otoforum/archive/index.php/t-440.html

Yang saya heran ada Vega R drag bike bisa nyentuh 195kpj . Setahu saya motor drag di set untuk menempuh jarah terbatas , umumnya di sini 201m ada juga 402m. Apa bisa nempuh jarak tersebut dengan speed 195kpj? Asumsinya jarak segitu butuh trek yang sangat panjang dan final gear suangat kecil apa mungkin ya diterapkan di motor drag (meski drag liar).

image

Raihan top speed lainnya oleh user yang sama :  CB bisa 170kpj, Scorpio ganti cdi bisa 200kpj gas masih sisa, ninja bermesin krr 220kpj…..
Mbugh kah saya ga ahli banget soal teknis mesin…. bisanya pake logika doank 🙂

Nyawa cuma satu, keluarga juga menunggu bimbang dirumah… klo saya mah pengen tau performa tunggangan cukup di youtube atau googling. Untuk realitanya gampang bandingkan saja dengan produk lainnya masuk akal ga?

image

Statement ini dilontarkan adik Smartf41z yang ada di Surabaya. Tak sengaja saat tanya kabar via telpon ternyata sodara SF ini sedang test ride Honda New Blade. Top speed yang baru ditembusnya sekitar hampir 120kpj. Wah untuk ukuran motor 110 cc lumayan juga larinya. Bahkan doi sempet ngetes bareng megapro, dan masih nglawan ditrek pendek ( megapronya lg pilek kali) 🙂 ! Penasaran dengan performanya SFpun membandingkan dengan Supra 125cc, kebetulan juga sodara SF ini punya Supra 125 yang tergolong baru untuk motor sehari2. Doipun mengakui kalo blade ini terasa lebih enteng tarikannya dibanding supra 125 yang gigi bawahnya terasa terlalu panjang. Ga tau lagi top speednya. Hmmm…. mantab juga nih motor. Apa ga sayang motor masih inreyen sudah diperkosa abis2an? “Lah yang nyuruh malah empunya” kata doi.Abis kata deh…
dasar udah punya buntut masih juga suka trek-trekan! ;p

Teringat  tahun 1996 saat smartf41z baru akan dibelikan motor oleh Ortu. Saat itu yang diinginkan samrtf41z adalah motor yang digemari anak muda yakni motor laki semacam Suzuki RGR150cc, Yamaha RXZ 135cc, atau Honda Tiger. Apa daya Ortu punya budget terbatas dan mensyaratkan merknya harus Honda (seperti pemikiran orang tua dulu, beli motor merknya harus honda). Waktu itu adalah jaman kejayaan AHM karena satu-satunya produsen yang konsisten menjual motor 4 tak yang terkenal bandel dan irit. maka saat itu pilihan yg sesuai budget hanya GL Max. Mau ga mau harus saya terima, meski saat itu GL Max/Pro dicap sebagai motor om-om atau bapak-bapak. Sampai tahun 2005 SmartF41z baru mampu membeli motor sendiri, dan yang terbersit dalam benak hanya motor Honda Tiger yang saat itu terkenal superioritasnya. Sedangkan yamaha, suzuki dan kawasaki tetep saja belum mengembangkan produk 4 taknya. Smartf41z sendiri ga begitu suka dengan motor 2 tak.

Namun itu dulu…. beberapa saat kemudian YMKI ngamuk besar2an, sedangkan Honda masih terlena pada kekuasaannya. Bahkan beberapa tahun belakangan SmartF41z sempet kecewa  sama AHM.  Alasannya yakni stagnan dalam mengeluarkan produk, harga overpriced , mesinnya paling jadul dan lemot, cuma ahli bikin striping, dan cuma pinter ganti bodi. Yang saya inget saat itu honda cuma punya 3 basis mesin untuk supra/grand/revo 100cc dan GL series (125,160 dan 200cc), yang terbaru 125cc buat karisma/kirana.

YMKI bener2 memanfaatkan keterlenaan Honda ini. Yakni dengan mengeluarkan produk- produk yang Smartf41z rasa dalam kategori super karena bener2 membelokkan mindset konsumen roda dua khususnya pencinta honda. Produk yang saya maksud  berturut2 mulai Jupiter/ Vega series, Vixion, dan Mio. Tiga produk inilah yang berhasil dengan telak memborbardir pasar dan bener2 mengganggu sang penguasa pasar. Bahkan dalam 2 tahun terakhir hampir menggulingkan kekuasaan AHM didunia permotoran Indonesia dengan penguasaan Yamaha pada segmen matic dan motor sport, bahkan bebeknya pun mulai merongrong pangsa motor honda.

Efeknya sungguh luar biasa. AHM seperti Raksasa yang dibangunkan dari tidurnya dan segera membenahi lini produknya mulai dari supra 125, vario, beat,CS1, scoopy, techno , NMP, Spicy pun digelontorkan dan bahkan mendatangkan motor kelas dunia semacam PCX, CBR 250 dan 150. Hebatnya motor2 tersebut keluar dalam waktu yang berdekatan seolah2 AHM ingin menunjukkan kekuatan sebenarnya pada YMKI. Smartf41z pun sekarang mulai menaruh respect terhadap AHM karena benar2 memanjakan konsumen. Bagaimana tidak! AHM memberikan pilihan lengkap kepada konsumen dengan menawarkan hampir semua jenis motor yang memiliki keunggulan berbeda-beda. Ingin bebek irit ada Supra 125, ingin bebek kenceng ada CS1, ingin motor sport irit dan stylist ada New Megapro, ingin matic irit ada Beat, matic canggih ada Vario techno, matix lux ada PCX, ingin kenceng dan canggih ada CBR 250 dan 150. Bahkan Honda juga masih menawarkan konsumen yang ingin bernostalgia dengan motor sport classic yang ada sejak tahun 1994, yup…. honda tiger! “sang Legenda” yang cuma bisa ganti bodi. 🙂

Andaikan YMKI saat itu tidak habis2an mengeluarkan produk unggulan, bisa jadi AHM hanya bisa jadi tukang ganti striping dan ganti casing doang, bisa jadi Suzuki ga nyerobot GMnya YMKI untuk mulai lagi ikut meramaikan pertarungan, bisa jadi Bajaj dan TVS pun ga jual produknya dengan harga super murah, atau bisa jadi Kawasaki ga menciptakan pasar baru dengan memasukkan “mini moge” ninja 250.

Dengan persaingan yang semakin ketat konsumen pun diuntungkan. Karena produsen bakal berpikir ulang untuk keluarkan produk yang overpriced dan produk yang tidak berkualitas karena dijamin calon konsumen bakal lari ke tetangga sebelah. Meski kapasitas produk yang terbatas, masih besar harapan agar Yamaha kembali kejalur yang benar dengan mengeluarkan produk-produk “super” sesuai dengan keinginan konsumen setianya, jangan sampai loyalis pindah ke lain hati gara-gara ga ada yang bisa dibanggakan pada yamaha. YMKI, sadarlah kalau R15mu dan Fazermu ditunggu pecinta roda 2 Indonesia!

Sebagai blogger awam Smartf41z hanya bisa memberi masukan:

1. Bangun Sport bermesin Scorpio boreup 250 aka fazer, sukur-sukur injeksi, desain bodi cukuplah meniru byson, dan kalau bisa pakai kick stater dan standar tengah, agar menjadi satu- satunya motor sport 250cc yang cocok buat harian. Mending ciptakan lahan baru daripada ikut bersaing dengan AHM dan KMI dikelas 250cc.

2. R15 hendaknya diproduksi diIndonesia sehingga sanggup perang harga dengan CBR 150

3. Upgrade vixion dengan kaki2 lebar dan spedo digital. motor sport memang memberi kontribusi yang sedikit pada penjualan. Tapi ingat pencitraan produk sangat tergantung pada segmen ini, apalagi pada produk flagship. Sedangkan Yamaha saat ini tidak mempunyai produk flagship.

4. yang terpenting, bikin matic dan bebek yang irit untuk selamatkan langit Indonesia (dan kantong konsumen tentunya, he3…). Mengingat segmen matic dan bebek adalah penyangga tulang punggung perusahaan.

Sedangkan saran buat Honda biarlah tetap mempertahankan Tiger  biar FBY punya bahan untuk memborbardir FBH. he3…